Dosen UIN Saizu Bagikan Strategi Publikasi Jurnal Scopus kepada Mahasiswa Pascasarjana Universiti Kebangsaan Malaysia
.webp)
PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Bani Syarif Maula, berbagi strategi publikasi artikel ilmiah pada jurnal bereputasi internasional kepada mahasiswa magister (S2) dan doktor (S3) Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), melalui kegiatan Scopus Article Publishing Workshop pada Selasa (27/10/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 waktu Malaysia tersebut, Prof. Bani menyampaikan materi bertajuk “Publishing Techniques in Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam”. Ia membagikan pengalaman dari perspektif pengelola jurnal, mulai dari proses penyiapan naskah hingga tahapan penilaian artikel untuk publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Prof. Bani merupakan managing editor Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, jurnal bidang hukum Islam yang dikelola UIN Saizu Purwokerto dan terindeks Scopus dengan reputasi Q1 serta nilai SCImago Journal Rank (SJR) 1,09. Pengalaman tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai standar kualitas artikel, pertimbangan editorial, dan strategi penulis dalam meningkatkan peluang publikasi.
Dalam pemaparannya, Prof. Bani menekankan pentingnya memahami karakteristik jurnal yang menjadi tujuan publikasi sebelum mengirimkan naskah. Penulis perlu memastikan kesesuaian topik dengan ruang lingkup jurnal, memperjelas kebaruan penelitian, serta menyusun argumentasi akademik yang kuat.
Menurutnya, artikel yang berpeluang diterbitkan tidak cukup hanya menyajikan persoalan yang menarik. Penulis juga perlu menunjukkan kontribusi penelitian terhadap pengembangan pengetahuan dan perdebatan akademik yang lebih luas.
“Penulis perlu menunjukkan dengan jelas kebaruan dan kontribusi ilmiah penelitiannya, bukan sekadar mengangkat persoalan yang berbeda,” menjadi salah satu penekanan dalam materi yang disampaikan kepada peserta workshop.
.webp)
Pembahasan selanjutnya berfokus pada cara merumuskan masalah penelitian dan membangun pendahuluan yang efektif. Prof. Bani menguraikan pentingnya menghubungkan konteks persoalan, hasil penelitian terdahulu, kesenjangan penelitian (research gap), pertanyaan penelitian, dan argumentasi utama dalam satu alur yang logis.
Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan lokasi atau objek penelitian tidak serta-merta menunjukkan kebaruan. Penulis perlu menerangkan alasan pemilihan objek tersebut dan menjelaskan relevansinya bagi pengembangan teori, metodologi, maupun pemahaman terhadap persoalan yang dikaji.
Untuk memperjelas materi, peserta diajak mempelajari contoh artikel yang telah diterbitkan Al-Manahij mengenai penalaran etis berbasis maqāṣid dalam tata kelola halal. Melalui contoh tersebut, mahasiswa mempelajari cara menghubungkan persoalan dalam konteks tertentu dengan diskursus akademik internasional, membangun kerangka konseptual, serta menjelaskan metode dan batasan penelitian secara terukur.
Dari perspektif editorial, Prof. Bani turut mengulas sejumlah faktor yang dapat menyebabkan naskah ditolak. Faktor tersebut meliputi ketidaksesuaian artikel dengan ruang lingkup jurnal, kebaruan yang kurang jelas, ketidakpatuhan terhadap pedoman penulisan, persoalan orisinalitas, serta penggunaan bahasa akademik yang belum mampu menyampaikan argumentasi secara efektif.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan seleksi awal oleh editor, proses penelaahan sejawat secara anonim (anonymous peer review), hingga penyusunan tanggapan terhadap catatan dan masukan dari reviewer. Pemahaman terhadap tahapan tersebut dinilai penting agar penulis dapat mempersiapkan naskah secara lebih matang dan merespons evaluasi ilmiah secara tepat.
Selain teknik publikasi, workshop ini memperkenalkan sejumlah peluang pengembangan penelitian hukum Islam yang relevan dengan perkembangan masyarakat kontemporer. Beberapa tema yang dibahas mencakup hukum keluarga dan keadilan gender, keuangan Islam digital, hukum Islam dalam legislasi nasional, serta pengembangan metodologi hukum Islam untuk menjawab persoalan baru.
Berbagai tema tersebut dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah dengan tetap menempatkan analisis hukum Islam sebagai fokus utama dan memperjelas relevansinya bagi pembaca internasional.
Keterlibatan Prof. Bani dalam kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan antara akademisi UIN Saizu Purwokerto dan mahasiswa pascasarjana UKM. Melalui pengalaman langsung dari pengelola jurnal terindeks Scopus, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai standar publikasi ilmiah internasional dan langkah-langkah untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi artikel yang layak diajukan ke jurnal bereputasi.
Kegiatan ini sekaligus membuka peluang penguatan jejaring akademik lintas negara, khususnya dalam pengembangan kajian hukum Islam dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Pertukaran pengalaman tersebut sejalan dengan upaya memperluas kontribusi akademisi UIN Saizu dalam pancapaian ilmiah di tingkat internasional, selaras dengan semangat Kampus Desa Mendunia. (SA/AL)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #Scopus #PublikasiIlmiah #KolaborasiAkademik #Kampusdesamendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!