Logo dan Tema Hari Santri 2026 Diluncurkan, Ini Rangkaian Agendanya

JAKARTA, UINSAIZU.AC.ID- Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi meluncurkan logo, tema, dan rangkaian kegiatan Hari Santri Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Hari Santri 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar mengatakan, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk kembali mengingat kontribusi ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa.
Menurut Prof. Nasaruddin, peristiwa 22 Oktober 1945 dan Resolusi Jihad menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Karena itu, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk merefleksikan kontribusi santri dan ulama dalam perjalanan Indonesia.
“Dengan bersama-sama membaca Bismillahirrahmanirrahim, rangkaian acara, logo dan tema Hari Santri Tahun 2026 secara resmi diluncurkan,” ujar Prof. Nasaruddin saat peluncuran di Jakarta.
Kemenag menyiapkan sejumlah agenda yang berlangsung sejak September hingga Oktober 2026. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan kegiatan peringatan, tetapi juga memberikan ruang bagi aspirasi santri, pengembangan pesantren, kreativitas, akademik, hingga penguatan kemandirian ekonomi pesantren.
1. Surat Santri untuk Presiden – Tanggal 22 September–8 Oktober
Program ini memberikan kesempatan kepada santri untuk menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan mengenai masa depan bangsa kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Sayembara tersebut mengangkat tiga tema, yakni aspirasi bidang pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pemenang dijadwalkan diumumkan pada 8 Oktober 2026 dan akan diundang dalam Malam Bakti Santri untuk Negeri. Surat terbaik selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden sebagai bentuk penyampaian gagasan santri mengenai masa depan Indonesia.
2. Pesantren Award – Tanggal 22 September–24 Oktober
Pesantren Award disiapkan untuk memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi terhadap penguatan pesantren. Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, penghargaan tersebut antara lain akan diberikan kepada sejumlah kepala daerah yang aktif mendukung pengembangan pesantren.

3. Perkemahan Pramuka Santri Nusantara – Tanggal 30 September–6 Oktober
Perkemahan Pramuka Santri Nusantara akan berlangsung di Kabupaten Malang. Kegiatan ini mempertemukan santri dari berbagai daerah sekaligus menghadirkan pendekatan dalam kegiatan kepramukaan di lingkungan pesantren. Menurut Menag, kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan semangat baru dalam aktivitas kepramukaan santri.
4. Santri Vision – Tanggal 2–20 Oktober
Santri Vision menjadi ruang untuk menampilkan karya dan potensi santri dari berbagai bidang. Agenda ini mencakup kategori Naskah, Kebijakan, dan Komunikasi Ilmiah (Paper & Policy); Audio-Visual, Seni Visual, dan Digital Media (Audio-Visual & Creative Media); serta Inovasi Digital dan Teknologi Pesantren (Digital Innovation & Technology). Kemenag mendorong agar berbagai karya dan inovasi pesantren dapat semakin dikenal sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa.
5. Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren – Tanggal 8–9 Oktober
Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren diarahkan untuk menyusun peta jalan pengembangan pesantren ke depan. Forum ini juga akan melibatkan pemerintah daerah.
Kemenag berencana mengundang gubernur, bupati, dan wali kota, khususnya dari daerah yang telah memiliki peraturan daerah tentang pesantren. Kemenag juga mendorong daerah yang belum memiliki regulasi terkait pesantren untuk menyusun kebijakan yang dapat mendukung pengembangan pesantren.
6. Mu'tamad Santri – Tanggal 14–15 Oktober
Mu'tamad Santri menjadi forum akademik untuk membahas penguatan mutu pendidikan pesantren, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong pengembangan pesantren agar semakin berdaya saing. Kegiatan direncanakan berlangsung secara hybrid dengan sekitar 250 peserta secara luring dan 500 peserta secara daring.
7. Festival Sarung dan Peci Santri – Tanggal 16 Oktober
Festival Sarung dan Peci Santri mengangkat sarung dan peci sebagai bagian dari identitas pesantren sekaligus budaya Indonesia. Menag menekankan bahwa perkembangan dan kemajuan tidak harus membuat masyarakat meninggalkan tradisi. Sarung dan peci tetap menjadi bagian dari identitas pesantren yang dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman.

8. Expo Kemandirian Pesantren – Tanggal 16–24 Oktober
Expo Kemandirian Pesantren menjadi salah satu agenda untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan berbagai produk yang dihasilkan pesantren kepada masyarakat. Dirjen Pesantren Basnang Said mengatakan, expo akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta. Berbagai produk pesantren akan ditampilkan, mulai dari makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, hingga produk kreatif lainnya.
Basnang menyebut, pada periode 2021–2025 terdapat 4.185 pesantren yang mendapatkan bantuan inkubasi. Sebagian di antaranya kemudian berkembang menjadi Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPES). Keberadaan expo diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus menunjukkan perkembangan kewirausahaan pesantren kepada masyarakat.
9. Upacara Hari Santri – Tanggal 22 Oktober
Peringatan Hari Santri akan mencapai salah satu puncaknya melalui Upacara Hari Santri pada 22 Oktober. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Santri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.
Upacara menjadi bagian dari agenda tahunan untuk memperingati kontribusi santri dan ulama dalam sejarah bangsa sekaligus merefleksikan peran pesantren dalam kehidupan masyarakat.
10. Malam Bakti Santri untuk Negeri – 24 Oktober
Rangkaian Hari Santri 2026 dijadwalkan ditutup melalui Malam Bakti Santri untuk Negeri pada 24 Oktober. Menurut Basnang Said, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Kemenag juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri agenda tersebut.
Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung hampir satu bulan, Hari Santri 2026 tidak hanya diarahkan sebagai momentum peringatan, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan aspirasi, kreativitas, kapasitas akademik, inovasi, serta kemandirian pesantren.
Melalui tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Kemenag menempatkan kontribusi santri dan pesantren dalam konteks pembangunan bangsa, pendidikan, kebudayaan, inovasi, serta penguatan ekonomi masyarakat. (AR/SA)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!