Berita

Wakil Rektor III UIN Saizu Ceramah di Muslimat NU Jepang, Tekankan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Wakil Rektor III UIN Saizu Ceramah di Muslimat NU Jepang, Tekankan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

IBARAKI, JEPANG, UINSAIZU.AC.ID – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Sunhaji, menjadi penceramah dalam pengajian Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jepang di Masjid At-Taqwa, Koga, Ibaraki, Jepang, Minggu (1/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat diaspora Indonesia untuk memperkuat ketakwaan, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan peduli terhadap lingkungan.

Pengajian yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Jepang di bawah kepemimpinan Ade Nur Syamsiah, tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-9 PCI Muslimat NU Jepang dan Hari Santri Nasional 2026.

Ade Nur Syamsiah menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperkuat keimanan dan pemahaman keagamaan, tetapi juga ruang mempererat kebersamaan perempuan Muslim Indonesia yang tinggal di Jepang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan nadzom Asmaul Husna dan selawat, kemudian dilanjutkan dengan salat tasbih berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ade Nur Syamsiah. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti anggota Muslimat NU Jepang serta masyarakat diaspora Indonesia.

Dalam ceramahnya, Prof. Sunhaji menyampaikan tiga prinsip penting yang perlu dipegang setiap Muslim dalam menjalani kehidupan. Ketiganya meliputi konsistensi dalam bertakwa kepada Allah SWT, menjaga diri agar tidak merugikan orang lain, serta menghindari tindakan yang dapat merusak diri sendiri, sesama manusia, maupun makhluk ciptaan Allah SWT lainnya.

Menurut Prof. Sunhaji, ketakwaan tidak cukup diwujudkan melalui hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Seorang Muslim perlu menjaga hak sesama, menghormati kehidupan, serta turut memelihara kelestarian lingkungan.

"Ketakwaan seorang Muslim tidak hanya tercermin dari ibadahnya kepada Allah SWT, tetapi juga dari bagaimana ia menjaga diri agar tidak merugikan orang lain dan tidak melakukan tindakan yang merusak kehidupan, baik bagi sesama manusia maupun lingkungan," jelas Prof. Sunhaji.

Ia menambahkan, ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi untuk membangun kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial. Dengan demikian, keberadaan seorang Muslim di tengah masyarakat harus mampu menghadirkan manfaat dan menciptakan kehidupan yang harmonis.

Pesan tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni “Mewujudkan Ketahanan Muslim Indonesia di Jepang yang Berilmu, Mandiri, dan Peduli Lingkungan.” Tema ini mengajak masyarakat diaspora membangun ketahanan diri dan komunitas melalui penguatan pengetahuan, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal.

Prof. Sunhaji juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam membangun hubungan harmonis dengan sesama, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun budaya. Bagi masyarakat diaspora, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui akhlak, toleransi, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Muslimat NU Jepang, Bonita Hyang Paramita, menyampaikan bahwa pengajian tersebut bukan sekadar sarana penyampaian nilai-nilai Islam berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarsesama diaspora Indonesia di Jepang.

Ia berharap kegiatan keagamaan semacam ini dapat terus menjadi ruang pembinaan masyarakat diaspora agar tumbuh sebagai pribadi yang moderat, terbuka, dan memiliki kepedulian sosial. Dengan demikian, perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun kehidupan yang rukun dan penuh persaudaraan.

Keterlibatan Prof. Sunhaji dalam kegiatan tersebut juga membuka peluang kolaborasi antara UIN Saizu, Muslimat NU Jepang, dan pengurus Masjid NU At-Taqwa. Dr. Novan Ardy Wiyani yang mendampingi Prof. Sunhaji dalam rangkaian kegiatan penelitian dan pengabdian di Jepang, menyampaikan rencana penjajakan kerja sama berupa penyelenggaraan kajian keislaman secara daring.

Menurutnya, kolaborasi tersebut berpotensi memperluas jangkauan pengabdian akademisi UIN Saizu sekaligus memberikan akses penguatan wawasan keislaman bagi diaspora Indonesia di Jepang. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan kajian keislaman dilaksanakan secara berkelanjutan tanpa terkendala jarak geografis.

Penjajakan kerja sama ini menjadi peluang bagi UIN Saizu untuk memperluas jejaring pengabdian masyarakat lintas negara. Melalui kolaborasi dengan komunitas Muslimat NU Jepang dan pengelola Masjid NU At-Taqwa, kontribusi akademisi tidak hanya hadir melalui kegiatan tatap muka, tetapi juga dapat berlanjut melalui ruang pembelajaran digital.

Partisipasi Wakil Rektor III UIN Saizu dalam pengajian Muslimat NU Jepang sekaligus memperluas kontribusi universitas dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Melalui dakwah dan kolaborasi lintas negara, UIN Saizu terus memperkuat perannya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat global, sejalan dengan semangat Kampus Desa Mendunia. (AL/SA)

 

Kampus Desa Mendunia !

 

#UINSaizu #PesantrenDiaspora #MuslimatJepang #ModerasiBeragama #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *