UIN Saizu Jajaki Kerja Sama dengan Turki, Fokus pada Unifikasi Kalender Islam Global

ANKARA, TURKI, UINSAIZU.AC.ID- Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Supani melakukan kunjungan akademik ke Dewan Tinggi Urusan Agama Turki atau Din İşleri Yüksek Kurulu, Kamis (22/10/2026).
Kunjungan tersebut membahas pengembangan ilmu falak, penentuan awal bulan Hijriah, serta upaya mewujudkan unifikasi kalender Islam global. Dalam kunjungan ke Unit Astronomi atau Falak (Astronomi Kadrosu) di bawah Presidensi Urusan Agama Turki (Diyanet İşleri Başkanlığı) tersebut, Prof. Supani bertemu dengan Hümeyra Nur İşlek, astronom resmi yang bertugas di lembaga tersebut.
Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari sistem pengelolaan ilmu falak di Turki, terutama pendekatan astronomis yang digunakan dalam penentuan kalender Islam. Diskusi juga menyoroti upaya menyatukan sistem penanggalan Hijriah agar dapat digunakan secara lebih terpadu oleh umat Islam di berbagai negara.
Prof. Supani menilai Turki memiliki tradisi dan sistem pengelolaan ilmu falak yang berkembang serta aktif mendorong gagasan unifikasi kalender Islam global. Gagasan ini bertujuan mengurangi perbedaan penetapan tanggal-tanggal penting dalam kalender Hijriah melalui pendekatan astronomis dan kriteria yang terukur.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pengembangan kalender Islam adalah perbedaan penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah di berbagai negara. Perbedaan tersebut berkaitan dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk metode hisab atau perhitungan astronomis dan rukyat atau pengamatan hilal.
Dalam pendekatan kalender yang diusung Turki, kriteria visibilitas hilal menjadi salah satu aspek penting. Berdasarkan materi yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, hilal dinyatakan memenuhi kriteria apabila elongasi Bulan–Matahari mencapai minimal 8 derajat dan ketinggian hilal saat Matahari terbenam minimal 5 derajat.
Menurut Prof Supani, kriteria tersebut menjadi bagian dari gagasan kalender Islam global yang diperjuangkan melalui berbagai forum internasional. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan acuan penanggalan yang lebih terukur dan mendukung penyusunan kalender Hijriah yang dapat digunakan bersama.
Upaya mewujudkan unifikasi kalender Islam global juga dilakukan melalui penyelenggaraan simposium dan pertemuan internasional yang melibatkan astronom, ulama, serta pakar kalender Islam dari berbagai negara.
Forum-forum tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas perbedaan pendekatan hisab dan rukyat, mengevaluasi kriteria astronomis, serta mencari kesepahaman mengenai sistem kalender yang dapat diterapkan secara lebih luas.
Dijelaskan, penyatuan kalender Islam diharapkan memberikan kepastian penanggalan bagi umat Islam lintas negara, khususnya dalam menentukan awal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.
Dengan adanya acuan kalender yang lebih terpadu, umat Islam di berbagai belahan dunia diharapkan dapat merencanakan pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan secara lebih terkoordinasi. Meski demikian, upaya penyatuan kalender tetap membutuhkan dialog ilmiah dan keagamaan agar kriteria yang digunakan dapat dipahami serta diterima oleh berbagai pihak.
Dalam kesempatan itu, Hümeyra Nur İşlek menyambut baik kunjungan Prof. Supani. Ia berharap pertemuan tersebut dapat mempererat hubungan dan membuka peluang kerja sama antara lembaga falak di Turki dan Indonesia.
Menurutnya, dialog dan kolaborasi antarlembaga memiliki peran penting dalam mencari titik temu untuk menyikapi persoalan penentuan awal bulan Hijriah yang terus menjadi perhatian umat Islam setiap tahun.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama akademik dan kelembagaan antara UIN Saizu Purwokerto dan otoritas keagamaan Turki, khususnya dalam pengembangan ilmu falak serta kajian ilmiah mengenai unifikasi kalender Islam global.
Bagi UIN Saizu, kunjungan akademik ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai praktik pengelolaan ilmu falak di tingkat internasional. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman dengan lembaga di Turki dapat memperkaya perspektif akademik dalam mengkaji persoalan kalender Hijriah.
Melalui dialog lintas negara, pengembangan ilmu falak diharapkan tidak hanya memperkuat tradisi keilmuan Islam, tetapi juga berkontribusi dalam mencari solusi atas perbedaan penanggalan yang dihadapi umat Islam.
Kunjungan Prof. Supani ke Dewan Tinggi Urusan Agama Turki tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi Islam dan lembaga keagamaan dalam mengembangkan kajian astronomi Islam.
Kerja sama yang berkelanjutan diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus mendukung pembahasan unifikasi kalender Islam global secara ilmiah, konstruktif, dan inklusif. (AR/SA)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!