Berita

UIN Saizu Gandeng Koptan Maripan, Dorong Budidaya Stevia dan Pemberdayaan Petani Lokal

UIN Saizu Gandeng Koptan Maripan, Dorong Budidaya Stevia dan Pemberdayaan Petani Lokal

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menjalin kerja sama dengan Koperasi Produsen Tani Mahkota Rahayu Inti Pangan (Koptan Maripan) untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kampus seluas lima hektare melalui budidaya tanaman stevia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama antara Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Saizu dan Koptan Maripan di Ruang Rapat Rektor, Gedung Rektorat Lantai 2, Jumat (23/10/2026).

Penandatanganan dihadiri Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Kepala P2B UIN Saizu, Dr. Rahmini Hadi, beserta tim. Dari pihak Koptan Maripan, hadir Direktur Agus Salwono bersama tiga orang anggota tim.

Kerja sama ini mencakup pengelolaan lahan seluas lima hektare milik UIN Saizu di wilayah Karangjengkol, Kabupaten Purbalingga, untuk kegiatan budidaya, pengelolaan hasil, hingga pemasaran tanaman stevia. Pelaksanaannya menggunakan sistem bagi hasil usaha dengan jangka waktu tiga tahun.

Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, berharap kerja sama tersebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset kampus sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, pengembangan usaha berbasis lahan kampus perlu memperhatikan potensi lokal agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kedua pihak yang bekerja sama.

UIN Saizu Gandeng Koptan Maripan, Dorong Budidaya Stevia dan Pemberdayaan Petani Lokal

“Melalui kerja sama ini, kami berharap keberadaan lahan dan fasilitas kampus dapat memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya. Salah satu poin penting yang perlu kita garis bawahi adalah pelibatan potensi lokal,” ujar Prof. Ridwan.

Dia juga mendorong agar pengembangan usaha tersebut membuka peluang keterlibatan petani dan masyarakat setempat, terutama apabila kegiatan budidaya dan pengelolaan stevia membutuhkan tambahan tenaga kerja. “Dengan demikian, kehadiran kerja sama ini membawa dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi warga sekitar, khususnya di wilayah Karangjengkol,” lanjutnya.

Prof. Ridwan menegaskan bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani menjadi landasan bagi kedua pihak untuk menjalankan program sesuai dengan ketentuan yang disepakati. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi UIN Saizu, Koptan Maripan, dan masyarakat luas.

Sementara itu, Direktur Koptan Maripan, Agus Salwono, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengembangkan lahan tersebut sebagai demplot atau lahan percontohan budidaya stevia. Program ini diselaraskan dengan rencana UIN Saizu dalam membangun Sentra Budidaya Stevia yang diharapkan menjadi model pengembangan tanaman tersebut di lokasi lain.

Menurut Agus, budidaya stevia direncanakan untuk dikembangkan secara lebih luas, terutama di wilayah dengan ketinggian di atas 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pengembangan tersebut akan diarahkan untuk membangun identitas produk melalui branding Stevia UIN Saizu.

UIN Saizu Gandeng Koptan Maripan, Dorong Budidaya Stevia dan Pemberdayaan Petani Lokal

“Kami menyatakan komitmen siap untuk memberdayakan lahan seluas lima hektare yang ada di Karangjengkol, Kabupaten Purbalingga. Lahan seluas lima hektare tersebut akan difokuskan sebagai percontohan demplot, yang nantinya akan kami kembangkan juga ke cabang-cabang lainnya,” jelas Agus.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Koptan Maripan merencanakan penyediaan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pendopo sebagai pusat pertemuan dan edukasi petani hingga instalasi penyediaan air dengan sistem sprinkler dan jaringan pipa. Pengolahan lahan juga akan didukung alat dan mesin pertanian modern, fasilitas pengeringan berupa oven, serta pengembangan akses pemasaran hasil budidaya.

Agus menambahkan bahwa pihaknya akan menyiapkan tim teknis untuk mendukung operasional di lapangan. Petani penggarap yang sebelumnya telah bekerja di lahan tersebut juga akan tetap diakomodasi dengan mengikuti standar operasional prosedur yang ditetapkan.

Usai penandatanganan, Agus menyampaikan rencana untuk langsung meninjau lokasi lahan guna melakukan pemetaan awal dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan realisasi program yang telah disepakati.

Melalui kerja sama ini, UIN Saizu dan Koptan Maripan diharapkan dapat mengembangkan budidaya stevia secara terencana, sekaligus membuka peluang pemberdayaan petani lokal dan penguatan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lahan. (AL/AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #BudidayaStevia #KoptanMaripan #PemberdayaanPetani #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *