Berita

Rektor UIN Saizu Dorong Mahasiswa Tampilkan Keunggulan dan Raih Prestasi di OASE PTKIN III 2026

Rektor UIN Saizu Dorong Mahasiswa Tampilkan Keunggulan dan Raih Prestasi di OASE PTKIN III 2026

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, mendorong mahasiswa untuk menunjukkan keunggulan, kreativitas, dan keunikan karya dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) III Tahun 2026.

Menurutnya, setiap peserta perlu mengenali nilai pembeda dari karya yang ditampilkan agar mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional. Pesan tersebut disampaikan Prof. Ridwan saat melepas kontingen UIN Saizu di depan lobi Rektorat UIN Saizu Purwokerto, Selasa (3/11/2026).

Sebanyak 14 mahasiswa akan mewakili UIN Saizu dalam lima cabang kompetisi yang mempertemukan mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia. Pelepasan kontingen dihadiri Wakil Rektor I Prof. Suwito, Ketua Kontingen Dr. Alief Budiyono, dosen pendamping Prof. M. Hizbul Muflihin, para official, dosen pendamping, serta mahasiswa peserta kompetisi.

Dalam sambutannya, Prof. Ridwan menyampaikan kebanggaan atas keterlibatan mahasiswa UIN Saizu dalam berbagai bidang perlombaan. Lima cabang yang diikuti menunjukkan keberagaman disiplin ilmu yang dikembangkan kampus, mulai dari keagamaan, sosial humaniora, hingga sains dan teknologi.

“Saya kira itu gabungan antara kajian sains, teknologi, dan keagamaan, sosial keagamaan. Jadi, kami tentu patut berbangga dan berbahagia bahwa dari sisi sebaran keilmuan menggambarkan universitas, di situ ada sosial humaniora sekaligus saintek,” ujarnya.

Rektor menegaskan bahwa keikutsertaan dalam OASE PTKIN III bukan sekadar mengikuti perlombaan, melainkan kesempatan bagi mahasiswa untuk membuktikan kapasitas, kompetensi, dan kualitas diri. Karena itu, ia berharap seluruh delegasi dapat memberikan kontribusi terbaik melalui prestasi yang mampu mengharumkan nama UIN Saizu.

“Mudah-mudahan Anda semuanya sebagai delegasi atau kontingen UIN Saizu bisa memberikan prestasi terbaiknya untuk melangitkan UIN Saizu dalam pentas kompetisi yang sifatnya nasional untuk UIN tahun 2026 ini,” ungkapnya.

Salah satu pesan penting yang ditekankan Prof. Ridwan adalah kemampuan peserta mengenali keunggulan dan nilai pembeda dari setiap karya atau produk yang dipresentasikan. Menurutnya, sebuah inovasi tidak cukup hanya memiliki gagasan yang baik, tetapi juga harus mampu menunjukkan nilai tambah serta karakteristik yang membedakannya dari karya peserta lain.

“Perlu Anda kenali produk yang akan Anda presentasikan, baik dalam bentuk produk teknologis maupun kemasyarakatan. Nilai lebihnya apa, distingsinya apa dari produk itu. Saya kira itu perlu dikenali, lalu diperkuat,” pesannya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan dosen pembina maupun pendamping. Penguatan materi, pendalaman substansi, serta pengembangan inspirasi menjadi bagian penting dalam mematangkan persiapan sebelum tampil di hadapan dewan juri.

Selain kesiapan teknis dan penguasaan materi, Prof. Ridwan mengajak mahasiswa menjaga semangat, optimisme, dan doa selama mengikuti kompetisi. Ia berharap pengalaman dalam OASE dapat menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi.

“Dengan penuh semangat dan optimisme, insyaallah OASE 2026 ini akan mengukir prestasi dan Anda semuanya juga akan meninggalkan legacy bagi kemajuan dan kejayaan UIN Saizu,” tuturnya.

Dalam OASE PTKIN III Tahun 2026, UIN Saizu mengirimkan 14 mahasiswa yang tersebar dalam lima cabang perlombaan. Pada cabang Da'i dan Da'iyah, UIN Saizu diwakili Zacky Ferdianto. Sementara itu, cabang Musabaqah Qira'atil Kutub diikuti Rifa' 'Ainushshofiyah.

Cabang Nanoteknologi dan Kesehatan diikuti empat mahasiswa, yakni Azizah Tri Wulandari, Naufal Abdi Valencia, Sabrillah Raya Fadwa Addin Zildani, dan M. Khotibul Umam. Pada cabang Robotik, delegasi UIN Saizu terdiri atas Arifian Ilham Nur Riandana, Arkan Naufal Fathoni, Fiki Alif Maulana, dan Mahmud Hidayat.

Adapun cabang Sosial Kemasyarakatan diikuti Niamilah Nabil Syahputra, Septi Rahmadani, Zahrotul Muna, dan Akhmad Khotib Musyafa. OASE PTKIN III Tahun 2026 berlangsung pada 3–7 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan mengusung tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi”.

Ajang nasional ini menjadi ruang bagi mahasiswa PTKIN untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan potensi di bidang agama, sains, dan riset melalui integrasi keilmuan dan inovasi. Setelah menyampaikan sambutan, Prof. Ridwan secara resmi melepas kontingen dengan mengucapkan basmalah.

Prosesi dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ketua Kontingen Prof. Hizbul Muflihin. Selanjutnya, rombongan mahasiswa bersama dosen pendamping bertolak menuju Yogyakarta menggunakan bus untuk mengikuti rangkaian kompetisi.

Melalui partisipasi dalam OASE PTKIN III 2026, UIN Saizu berharap para mahasiswa mampu menampilkan kemampuan terbaik, menghadirkan karya inovatif dengan keunggulan tersendiri, serta membawa pulang prestasi yang membanggakan.

Lebih dari sekadar kemenangan, keikutsertaan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus kontribusi mahasiswa dalam membangun reputasi dan kejayaan UIN Saizu di tingkat nasional. (AL/AR)

 

Kampus Desa Mendunia !

 

#UINSaizu #OASEPTKIN2026 #PrestasiMahasiswa #MahasiswaBerprestasi #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *