Future Fest UIN Saizu Hadirkan Dialog Lintas Iman untuk Merawat Perdamaian Dunia

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Perdamaian tidak cukup dimaknai sebagai ketiadaan konflik, tetapi perlu diwujudkan melalui keadilan, sikap saling menghargai, dan hubungan harmonis di tengah keberagaman.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Opening Ceremony Future Fest & Seminar Internasional yang diselenggarakan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Senin (26/10/2026), di Auditorium UIN Saizu.
Mengusung tema “Reimagining Peace: Religion, Spirituality, and Civilization in a Changing World”, kegiatan ini menghadirkan perspektif lintas iman, spiritualitas, dan budaya untuk membangun pemahaman mengenai perdamaian di tengah dinamika dunia yang terus berubah.
Seminar tersebut diikuti mahasiswa serta tokoh dan aktivis lintas agama, dengan menghadirkan Pdt. Maria Puspitasari, Mln. Syed Taha Anwar, dan Dr. Dimas Indianto S, sebagai narasumber.
Dekan FUAH UIN Saizu, Dr. Hartono, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perdamaian harus dimulai dari kesadaran dan proses yang tumbuh dalam diri setiap individu.

“Ketika kita bicara perdamaian, saya meyakini betul bahwa ketika kita menjadi orang yang mencintai perdamaian, hidup penuh damai, saya yakin ada satu proses, proses di dalam diri kita yang kemudian mengizinkan kita harus melakukan kedamaian,” ujarnya.
Pdt. Maria Puspitasari, yang juga menjabat sebagai Ketua BAMAGNAS Kabupaten Banyumas, membahas makna perdamaian dalam perspektif teologi Kristen. Ia menjelaskan bahwa konsep shalom atau eirene tidak hanya merujuk pada ketiadaan perang, tetapi juga mencakup keutuhan hidup, kesejahteraan sosial, keadilan, dan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, serta alam.
Dalam materinya, Maria juga menguraikan empat tingkatan dialog antariman, mulai dari dialog kehidupan sehari-hari, kerja sama menangani persoalan sosial, diskusi akademik mengenai tradisi keagamaan, hingga berbagi pengalaman iman.
Pendekatan tersebut dapat memperkuat pemahaman antarumat beragama sekaligus mendorong kolaborasi dalam menghadapi persoalan kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan bencana.
Perspektif lintas iman juga dihadirkan melalui Mln. Syed Taha Anwar, mubalig Ahmadiyya Muslim Jama'at Canada. Kehadirannya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal sudut pandang keagamaan yang beragam dalam membicarakan perdamaian, spiritualitas, dan kehidupan bersama.

Pertukaran perspektif tersebut menjadi bagian penting dalam membangun dialog yang terbuka dan saling menghormati di tengah masyarakat multikultural.
Sementara itu, Dr. Dimas Indianto S. mengangkat kearifan lokal Banyumasan sebagai salah satu fondasi membangun perdamaian. Ia membahas nilai cablaka atau blakasuta, yang mencerminkan keterbukaan dan kejujuran, serta sikap egaliter yang menempatkan setiap orang dalam kedudukan setara.
Menurut materi yang disampaikan, nilai-nilai tersebut relevan untuk memperkuat komunikasi terbuka, menyelesaikan konflik, dan menghadapi tantangan modernitas, termasuk polarisasi digital, disinformasi, serta memudarnya identitas lokal.
Penguatan pendidikan karakter, revitalisasi festival seni rakyat, dan pengenalan budaya Nusantara di tingkat global juga menjadi bagian dari upaya membangun perdamaian berbasis tradisi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang melibatkan perwakilan enam agama. Momen tersebut menjadi simbol harapan agar perbedaan keyakinan tidak menghalangi upaya mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.
Melalui Future Fest dan seminar internasional ini, FUAH UIN Saizu mendorong mahasiswa untuk memahami perdamaian tidak hanya sebagai wacana akademik, tetapi juga sebagai nilai yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dialog lintas iman, penghormatan terhadap keberagaman, dan pelestarian kearifan lokal diharapkan dapat menjadi kontribusi generasi muda dalam merawat kerukunan di Indonesia serta membangun peradaban dunia yang inklusif. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #FutureFest #FUAH #DialogLintasIman #Kampusdesamendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!