Berita

Dosen UIN Saizu Berbagi Perspektif Seni dan Budaya bersama 40 Mahasiswa UM Digos College Filipina

Dosen UIN Saizu Berbagi Perspektif Seni dan Budaya bersama 40 Mahasiswa UM Digos College Filipina

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN Saizu), Dr. Fajry Sub'haan Syah Sinaga, S.Pd., M.A., berbagi perspektif tentang seni dan budaya bersama 40 mahasiswa UM Digos College, Filipina, melalui program International Team Teaching, Senin (26/10/2026).

Perkuliahan internasional yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menghadirkan Dr. Fajry bersama Prof. Jivina dari UM Digos College. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Fajry menyampaikan materi bertajuk Roles and Functions of Art yang membahas peran dan fungsi seni dalam kehidupan manusia, pendidikan, serta pembentukan identitas budaya.

Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Filipina sekaligus memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui perspektif lintas budaya. Dalam perkuliahan, Dr. Fajry mengajak mahasiswa memahami seni melalui berbagai benda dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Seni tidak hanya hadir dalam lukisan atau karya yang dipamerkan di galeri, tetapi juga dapat ditemukan pada desain mangkuk, kerajinan anyaman, pakaian, dan berbagai benda yang memadukan fungsi praktis dengan nilai estetika.

Melalui contoh tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa seni memiliki hubungan erat dengan aktivitas manusia. Sebuah benda tidak hanya dinilai berdasarkan kegunaannya, tetapi juga dapat mengandung ekspresi pribadi, nilai budaya, dan makna sosial.

Dr. Fajry menjelaskan tiga fungsi utama seni, yakni fungsi fisik, personal, serta sosial budaya. Fungsi fisik berkaitan dengan kegunaan praktis suatu benda dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi personal berhubungan dengan ekspresi perasaan, gagasan, pengalaman, dan refleksi individu.

Sementara itu, fungsi sosial budaya mencakup penyampaian nilai, identitas, tradisi, serta pengalaman bersama dalam masyarakat. Untuk memudahkan pemahaman, ketiga fungsi tersebut diperkenalkan melalui kata kunci use, feel, dan connect. Pendekatan ini membantu mahasiswa menghubungkan konsep teoretis dengan contoh konkret yang mereka temui di lingkungan sekitar.

Melalui pembahasan tersebut, mahasiswa juga diajak melihat bahwa satu karya seni dapat memiliki beberapa fungsi sekaligus. Sebuah benda, misalnya, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan praktis, mengekspresikan kreativitas pembuatnya, sekaligus merepresentasikan identitas budaya suatu masyarakat.

Perkuliahan semakin menarik melalui diskusi mengenai festival di Filipina dan keragaman budaya Indonesia. Pembahasan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana seni berperan dalam menjaga tradisi, memperkuat identitas masyarakat, dan membangun hubungan antarmanusia.

Dr. Fajry juga menghubungkan materi dengan pembelajaran seni di sekolah dasar. Mahasiswa diperkenalkan pada contoh kegiatan berkarya dan pertanyaan reflektif yang dapat diterapkan guru untuk membantu siswa mengenali fungsi seni dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut menempatkan seni tidak semata-mata sebagai keterampilan menghasilkan karya, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kreativitas, kepekaan terhadap lingkungan, dan pemahaman terhadap keberagaman budaya.

Usai kegiatan, Prof. Jivina menyampaikan apresiasi atas penyampaian materi oleh Dr. Fajry. Ia menilai penjelasan yang diberikan mudah dipahami oleh mahasiswa. “Sir you did very well in the online. You explained the lesson in a manner that one can understood best,” tulis Prof. Jivina dalam pesannya.

Dia juga menyampaikan bahwa mahasiswa menikmati perkuliahan tersebut, meskipun respons mereka terhadap sejumlah pertanyaan masih dapat ditingkatkan. “I apologize also if my students are not reponsive to your questions and they said they enjoyed your class Prof,” lanjutnya.

Apresiasi tersebut menjadi salah satu bentuk respons positif terhadap pelaksanaan pembelajaran kolaboratif lintas negara yang mempertemukan dosen dan mahasiswa dalam suasana akademik yang interaktif.

Bagi UIN Saizu, International Team Teaching menjadi peluang untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkenalkan perspektif pendidikan dan budaya Indonesia kepada mahasiswa di luar negeri.

Ke depan, pengalaman ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi berkelanjutan antara UIN Saizu dan UM Digos College, terutama dalam pertukaran pengalaman mengajar, pengembangan materi seni berbasis budaya lokal, serta penyelenggaraan pembelajaran lintas budaya.

Melalui kolaborasi tersebut, pembelajaran seni diharapkan semakin relevan dengan kehidupan masyarakat dan mampu menumbuhkan pemahaman bahwa seni merupakan bagian penting dari ekspresi manusia, pendidikan, dan keberagaman budaya dunia. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *