Berita

DIKTIS Satukan Strategi Publikasi OASE dan AICIS+ 2026, UIN Saizu Siap Berkolaborasi

DIKTIS Satukan Strategi Publikasi OASE dan AICIS+ 2026, UIN Saizu Siap Berkolaborasi

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) memperkuat koordinasi dengan Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk menyatukan strategi publikasi Olimpiade Sains dan Karya Inovasi (OASE) serta Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS+) 2026. Koordinasi tersebut dilakukan melalui rapat daring menggunakan Zoom Meeting pada Selasa (27/10/2026), dengan penekanan pada publikasi yang mengangkat substansi, inovasi, dan capaian akademik.

Rapat koordinasi nasional ini dipimpin oleh Abdul Basit. Pertemuan tersebut menjadi ruang penyelarasan strategi komunikasi antarkampus agar informasi mengenai dua agenda nasional itu dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, sekaligus menunjukkan kontribusi PTKIN dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kajian Islam.

OASE 2026 akan diselenggarakan di Yogyakarta dengan UIN Sunan Kalijaga sebagai tuan rumah. Sementara itu, AICIS+ 2026 dijadwalkan berlangsung di Cirebon dengan UIN Siber Syekh Nurjati sebagai tuan rumah. Kedua agenda tersebut memiliki fokus berbeda, tetapi sama-sama menjadi ruang untuk menampilkan potensi akademik, kreativitas, dan kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam.

Dalam arahannya, Abdul Basit menekankan bahwa publikasi kegiatan tidak cukup hanya menampilkan seremoni atau rangkaian acara. Pemberitaan perlu mengedepankan substansi dan capaian yang dihasilkan sehingga masyarakat dapat memahami manfaat kegiatan secara lebih konkret.

Untuk OASE, humas PTKIN diarahkan menonjolkan keunggulan dan inovasi sains, pemanfaatan teknologi, kreativitas, serta prestasi mahasiswa. Sementara itu, publikasi AICIS+ perlu memberikan perhatian pada kualitas penelitian, gagasan akademik, dan kontribusi pemikiran Islam dalam merespons persoalan masyarakat serta tantangan global.

Strategi komunikasi tersebut juga perlu diselaraskan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Kementerian Agama. Melalui pendekatan ini, pemberitaan mengenai kegiatan akademik di lingkungan PTKIN diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi acara, tetapi turut memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan nasional.

UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto turut mengikuti rapat tersebut melalui Ketua Tim Humas, Safrudin Aziz, dan Pranata Humas, Alvin Hidayat. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan strategi komunikasi kampus dengan agenda publikasi nasional serta memperkuat kolaborasi antartim humas PTKIN.

Safrudin Aziz menyampaikan bahwa Humas UIN Saizu siap menindaklanjuti arahan DIKTIS melalui peliputan dan publikasi yang menampilkan kontribusi mahasiswa serta sivitas akademika dalam kedua agenda tersebut.

“Humas UIN Saizu Purwokerto siap melaksanakan arahan panitia kedua event tersebut serta melakukan peliputan secara kolaboratif untuk mengangkat kiprah mahasiswa, dosen, dan kontingen yang kami kirimkan,” ujar Safrudin.

Ia menambahkan, Humas UIN Saizu telah mengirimkan video untuk kebutuhan Digital Expo AICIS+ kepada panitia. Selanjutnya, tim humas juga menyiapkan publikasi terkait keberangkatan kontingen OASE, dosen dan penelitian yang lolos sebagai presenter AICIS+, serta berbagai aktivitas selama kedua kegiatan berlangsung.

Menurut Safrudin, publikasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan capaian akademik dan potensi sivitas akademika UIN Saizu kepada masyarakat yang lebih luas. Pemberitaan akan diarahkan agar tidak hanya mendokumentasikan keikutsertaan kampus, tetapi juga menampilkan karya, gagasan, dan kontribusi yang dibawa dalam forum nasional.

Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi praktik baik dan diskusi yang menghadirkan Maharani dari Humas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Baryachi dari Humas UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, serta sejumlah ketua tim humas PTKIN lainnya.

Melalui koordinasi dan pertukaran pengalaman tersebut, DIKTIS bersama humas PTKIN diharapkan dapat membangun pola publikasi yang lebih terarah, kolaboratif, dan berorientasi pada substansi. Dengan demikian, OASE dan AICIS+ 2026 tidak hanya menjadi agenda akademik nasional, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan sains, inovasi, dan pemikiran Islam di tingkat nasional maupun internasional. (SA/AL)

 

Kampus Desa Mendunia !

 

#UINSaizu #OASE2026 #AICIS2026 #HumasPTKIN #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *