UIN Saizu Seleksi Ketat 11 Kantor Akuntan Publik untuk Audit Laporan Keuangan BLU 2026

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melakukan Seleksi Terbuka (Beauty Contest) Pemilihan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk pelaksanaan Audit Laporan Keuangan BLU UIN Saizu Tahun Anggaran 2026, Kamis (24/9/2026).
Proses seleksi berlangsung di Ruang Eks Senat, Gedung Rektorat Lantai 2. Sementara 11 KAP melakukan presentasi secara online melalui zoom meeting. Hadir dalam kesempatan itu Dewan Pengawas BLU, Ulil Archam dan Kresnadi Prabowo, Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim dan Kabiro AUPK Nugraha Stiawan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Saizu Purwokerto, Prof. Rohmad, mengatakan, sebanyak 11 KAP mengikuti tahapan seleksi setelah sebelumnya terdapat 21 KAP yang mendaftar. Proses seleksi diawali dengan pemeriksaan administrasi terhadap seluruh KAP yang mendaftar.
Seleksi tersebut antara lain mempertimbangkan kelengkapan administrasi serta pengalaman KAP dalam melaksanakan audit di perguruan tinggi. “Pada tahun ini, pendaftar pada awalnya ada 21 kantor akuntan publik. Biasanya sekitar 10, tetapi tahun ini pendaftarnya sampai 21 kantor akuntan publik,” ujar Prof. Rohmad.
Dijelaskan, dari 21 KAP tersebut, sebanyak 11 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Para peserta selanjutnya mengikuti tahapan presentasi sebagai bagian dari proses pemilihan KAP yang akan menjadi mitra UIN Saizu dalam pelaksanaan audit tahun anggaran 2026.
Prof. Rohmad menjelaskan, proses seleksi tersebut diharapkan dapat menghasilkan KAP yang memiliki kompetensi dan pengalaman sesuai kebutuhan UIN Saizu. Menurutnya, KAP terpilih nantinya akan melaksanakan audit pada awal tahun berikutnya sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh KAP yang telah mengikuti proses seleksi. Menurutnya, keterlibatan KAP dalam proses audit menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan perguruan tinggi.
“Atas nama pimpinan universitas, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para peserta yang telah mengambil bagian dalam proses ini,” ujar Prof. Ridwan.
Dia menjelaskan, keberadaan KAP bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi mitra strategis universitas dalam memastikan tata kelola keuangan berjalan secara kredibel, transparan, dan akuntabel. Audit independen, lanjutnya, dibutuhkan untuk memastikan laporan keuangan yang disusun pengelola universitas dapat dipertanggungjawabkan.
“Memastikan bahwa laporan keuangan yang dibuat oleh pengelola UIN Saizu itu memiliki kredibilitas dan tingkat akuntabilitas. Penilaian itu diberikan juga oleh audit independen,” jelasnya.
Prof. Ridwan menambahkan, ruang lingkup pengelolaan keuangan perguruan tinggi mencakup berbagai aspek, mulai dari pendapatan, belanja, pengelolaan aset, kerja sama hingga aktivitas bisnis universitas.
Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU), UIN Saizu Purwokerto memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. Namun, fleksibilitas tersebut harus tetap diiringi dengan kepatuhan terhadap regulasi.

“Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan harus diiringi dengan kepatuhan kepada regulasi,” tegasnya. Karena itu, Prof. Ridwan berharap KAP yang nantinya terpilih tidak hanya menjalankan fungsi audit, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui pendampingan dan masukan untuk memperkuat tata kelola keuangan UIN Saizu.
Dia juga menilai pengalaman KAP dalam menangani pengelolaan keuangan perguruan tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam proses seleksi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ridwan juga menyampaikan bahwa UIN Saizu selama beberapa tahun terakhir memperoleh berbagai penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Purwokerto.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan keuangan di UIN Saizu terus diperkuat. “Ini soal kepatuhan perencanaan dengan eksekusi. Antara RPD dengan eksekusi lapangannya harus match,” katanya.
Prof. Ridwan menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga kualitas tata kelola keuangan, termasuk kontribusi dan pendampingan dari pihak KAP.
Prof. Ridwan berharap KAP yang terpilih nantinya dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga pengelolaan keuangan UIN Saizu agar semakin transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi.
“Semoga KAP yang terpilih nantinya dapat memberikan kontribusi yang nyata dan baik bagi peningkatan tata kelola keuangan serta mendorong peningkatan mutu dan kualitas tata kelola universitas,” harapnya.
Proses seleksi 11 KAP tersebut menjadi bagian dari komitmen UIN Saizu untuk memastikan pelaksanaan audit laporan keuangan dilakukan secara profesional dan independen. Hasil seleksi selanjutnya akan menentukan KAP yang menjadi mitra UIN Saizu untuk pelaksanaan Audit Laporan Keuangan BLU UIN Saizu 2026. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!