UIN Saizu Perkuat Pembinaan Mahasiswa Internasional melalui Training Camp 2026
.webp)
SURAKARTA, UINSAIZU.AC.ID – Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat pembinaan mahasiswa internasional melalui penyelenggaraan International Training Camp 2026 pada 6–7 November 2026 di Surakarta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh International Office UIN Saizu ini diikuti mahasiswa internasional dari 19 negara, pengelola International Office, serta mahasiswa Student Buddy.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang penguatan hubungan antarmahasiswa sekaligus pembekalan untuk mendukung kehidupan akademik dan sosial mahasiswa internasional selama menempuh pendidikan di UIN Saizu. Selain mempererat silaturahmi, peserta diajak memahami budaya Indonesia, mengenal keberagaman budaya negara lain, serta membangun jejaring pertemanan lintas negara.
Rangkaian kegiatan hari pertama berlangsung di Hotel Sahid Jaya Solo, Jumat (6/11/2026). Dalam sesi pembukaan, perwakilan mahasiswa internasional, Tulnasiet Subyany, mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam (MMPI) asal Kamboja, menyampaikan pengalamannya menjalani kehidupan jauh dari keluarga dan negara asal.
Ia mengungkapkan bahwa berada jauh dari keluarga tentu bukan hal mudah. Namun, lingkungan UIN Saizu membuat mahasiswa internasional merasa diterima dan menemukan keluarga baru selama menjalani kehidupan akademik di Indonesia.
Menurutnya, International Training Camp menjadi kegiatan yang bermanfaat karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, memperkenalkan budaya masing-masing negara, bertukar pikiran, serta membangun persahabatan. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus diselenggarakan dan memberikan manfaat bagi mahasiswa internasional.
Direktur International Office UIN Saizu, Dr. Mohammad Sobirin, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan pemahaman budaya Indonesia bagi mahasiswa internasional. Menurutnya, pengalaman berkuliah di UIN Saizu tidak hanya berkaitan dengan pencapaian gelar akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal kehidupan dan kebudayaan masyarakat Indonesia.
“Bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang rumit untuk dipelajari. Kuncinya hanya satu, yaitu keberanian dan kemauan untuk menggunakannya dalam berkomunikasi sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa internasional merupakan bagian dari keluarga besar UIN Saizu. Karena itu, mereka diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan belajar di Indonesia dengan sebaik-baiknya, termasuk memahami berbagai ketentuan yang berlaku di lingkungan kampus maupun pemerintah.
Dalam sesi pembekalan, International Office menyampaikan materi mengenai status beasiswa, etika kehidupan kampus, serta ketentuan keimigrasian. Pemahaman terhadap aspek tersebut dinilai penting agar mahasiswa dapat menjalani aktivitas akademik dengan tertib, memenuhi persyaratan administrasi, dan menghindari pelanggaran aturan selama berada di Indonesia.
Kegiatan juga menghadirkan Rina Hastuti, Ph.D., dosen UIN Surakarta yang pernah menempuh pendidikan doktoral di RMIT University, Australia. Ia berbagi pengalaman mengenai perjalanan studi di luar negeri, tantangan yang dihadapi selama pendidikan, serta pentingnya menjaga kesehatan mental (mental health) bagi mahasiswa.
.webp)
Pembahasan kesehatan mental menjadi salah satu materi penting, terutama bagi mahasiswa internasional yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru, perbedaan budaya, dan kehidupan jauh dari keluarga. Melalui sesi berbagi pengalaman tersebut, mahasiswa memperoleh perspektif mengenai berbagai tantangan selama studi sekaligus saran untuk menghadapinya.
Pada malam hari, suasana kegiatan semakin semarak melalui penampilan seni dari kelompok mahasiswa yang mewakili negara masing-masing. Pertunjukan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperkenalkan kekayaan budaya negaranya sekaligus membangun apresiasi terhadap perbedaan.
_2.webp)
Melalui International Training Camp 2026, UIN Saizu tidak hanya memberikan pembekalan akademik dan administratif, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi yang mendukung proses adaptasi mahasiswa internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat lingkungan pendidikan yang inklusif, memperluas pengalaman lintas budaya, dan mengembangkan jejaring internasional di lingkungan kampus. (AL)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #InternationalTrainingCamp #MahasiswaInternasional #BudayaIndonesia #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!