UIN Saizu Hadiri The 5th Summit of Halal 20, Perluas Jejaring Halal Global

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Halal Center dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengikuti The 5th Summit of Halal 20 (H20) pada 17–20 September 2026 di Trans Hotel Jakarta dan Trans Studio Mall Cibubur.
Kegiatan ini menjadi forum untuk membahas perkembangan, tantangan, dan peluang dalam ekosistem halal global. UIN Saizu diwakili oleh Irma Dwi Tantri, dosen sekaligus Tim Divisi Sosialisasi, Edukasi, dan Riset Halal Center UIN Saizu. Selain itu, Redhika Rakhmania Rinandella dan Fadlurobbani turut hadir sebagai auditor halal pada LPH UIN Saizu.
H20 merupakan forum yang mempertemukan pemerintah, lembaga halal, pelaku industri, akademisi, dunia usaha, serta organisasi internasional untuk membahas penguatan ekosistem halal global. Pada penyelenggaraan tahun kelima ini, H20 mengusung tema “Bridging Bridges: Connecting Nations and Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy.”
Forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan dan ekonomi halal global, investasi, sertifikasi halal, hingga pengembangan sumber daya manusia. Pembahasan juga diarahkan pada perluasan jejaring kelembagaan dan peluang kolaborasi dalam bidang pemeriksaan dan sertifikasi halal, pendidikan dan pelatihan, riset, laboratorium, serta penguatan rantai pasok halal.
Rangkaian kegiatan H20 diawali dengan pembukaan, keynote address Presiden Republik Indonesia, serta sambutan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Agenda hari pertama juga diisi dengan pemberian sertifikat halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil serta diskusi mengenai dewan halal regional, ekosistem industri dan investasi halal global, perdagangan halal, dan masa depan ekonomi halal.
Pada hari berikutnya, peserta mengikuti pembahasan mengenai konsumen sadar halal, kesejahteraan hewan dan metode stunning, pasar halal, serta peran sertifikasi halal dalam perdagangan global. Forum juga membahas inovasi dan teknologi tinggi untuk mendukung industri halal berkelanjutan, strategic roundtable, hingga business matching.
Sementara itu, agenda hari ketiga mengangkat isu rantai pasok halal, pengembangan talenta halal, halal tourism, serta peran media dalam mendukung perkembangan ekosistem halal global.
Irma Dwi Tantri mengatakan, keikutsertaan dalam forum tersebut menjadi kesempatan bagi Halal Center UIN Saizu untuk memperluas jejaring sekaligus mengikuti perkembangan riset dan isu halal di tingkat global.
“Melalui forum H20 ini, Halal Center UIN Saizu siap memperkuat kolaborasi global, memutakhirkan riset halal, serta mendorong terciptanya ekosistem jaminan produk halal yang tepercaya bagi masyarakat.”
Menurutnya, berbagai pembahasan dalam H20 dapat menjadi wawasan bagi UIN Saizu dalam mengembangkan edukasi, riset, serta pendampingan di bidang halal. Keikutsertaan ini sekaligus memperkuat peran Halal Center dan LPH UIN Saizu dalam mengikuti perkembangan ekosistem jaminan produk halal yang semakin terhubung secara global.
Melalui keikutsertaan tersebut, UIN Saizu memperoleh ruang untuk memperluas wawasan dan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan. Forum H20 juga menjadi bagian dari upaya mengikuti perkembangan kerja sama, inovasi, serta standar halal yang berkembang di tingkat internasional. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #HalalCenter #HalalIndonesia #SertifikasiHalal #Kampusdesamendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!