Berita

UIN Saizu Dorong Ekopesantren dan Digital Detox untuk Perkuat Ketahanan Keluarga di Banyumas

UIN Saizu Dorong Ekopesantren dan Digital Detox untuk Perkuat Ketahanan Keluarga di Banyumas

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mendorong penguatan ekopesantren berbasis komunitas melalui integrasi aktivitas ekologis dan digital detox.

Upaya tersebut diwujudkan melalui workshop bertajuk “Transformasi Ekopesantren Berbasis Komunitas: Integrasi Digital Detox dan Aktivitas Ekologis dalam Penguatan Ketahanan Keluarga” yang digelar di Pondok Pesantren Fatkhul Mu’in (PPFM) Karangsalam Kidul, Banyumas, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program PkM UIN Saizu untuk mengembangkan lingkungan pesantren yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendorong ketahanan keluarga melalui pengelolaan penggunaan perangkat digital dan aktivitas berbasis ekologi.

Workshop diikuti santri serta kelompok ibu-ibu dari masyarakat sekitar PPFM. Peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai pengelolaan sampah organik, pemanfaatannya menjadi pupuk, serta pengembangan kebun keluarga sebagai ruang aktivitas bersama.

Ketua Pelaksana PkM UIN Saizu Purwokerto, Durotun Nafisah, menjelaskan bahwa digital detox dalam program tersebut tidak diarahkan untuk menjauhkan masyarakat dari teknologi.

Menurutnya, digital detox lebih menekankan pada kemampuan mengatur penggunaan perangkat digital agar tetap proporsional. Aktivitas ekologis kemudian ditawarkan sebagai salah satu alternatif kegiatan yang dapat memberikan ruang bagi santri dan keluarga untuk berinteraksi secara langsung.

UIN Saizu Dorong Ekopesantren dan Digital Detox untuk Perkuat Ketahanan Keluarga di Banyumas

“Digital detox ini bukan berarti kita meninggalkan teknologi, tetapi bagaimana kita mengatur penggunaannya agar tidak berlebihan. Santri perlu memiliki ruang untuk beraktivitas, berinteraksi, dan kembali dekat dengan alam,” ungkap Durotun Nafisah.

Dia menambahkan, program tersebut tidak hanya menyasar lingkungan pesantren, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar melalui pengembangan kebun keluarga. Kebun keluarga diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk melakukan aktivitas berbasis lingkungan sekaligus memperkuat komunikasi dan interaksi antaranggota keluarga.

Narasumber workshop, Dosen UIN Saizu Purwokerto, Dr. Nasrudin, menekankan pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, menjaga lingkungan tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab keagamaan. “Dalam agama, menjaga lingkungan juga menjadi bagian dari tanggung jawab kita. Jadi, kepedulian terhadap lingkungan bisa kita mulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita,” ujarnya.

Perspektif tersebut menjadi salah satu landasan dalam pengembangan konsep ekopesantren. Pesantren tidak hanya menjadi ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat berperan dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan santri dan masyarakat.

UIN Saizu Dorong Ekopesantren dan Digital Detox untuk Perkuat Ketahanan Keluarga di Banyumas

Sementara itu, Purwono memberikan materi mengenai pengolahan sampah organik dan pembuatan pupuk organik cair. Dia menjelaskan, sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan bercocok tanam.

“Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman di kebun keluarga,” ujar Purwono.

Melalui workshop tersebut, Tim PkM UIN Saizu mendorong santri, pengelola pesantren, keluarga santri, serta masyarakat sekitar untuk bersama-sama mengoptimalkan aset yang telah tersedia. Pengembangan kebun keluarga, pengolahan sampah organik, dan penerapan digital detox diarahkan menjadi aktivitas yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus mempertemukan tiga ruang penting, yakni pesantren, keluarga, dan masyarakat. Ketiganya diharapkan dapat saling mendukung dalam membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat, produktif, dan ramah lingkungan.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, Tim PkM UIN Saizu berharap transformasi ekopesantren tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi berkembang menjadi praktik sehari-hari yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *