Berita

Sharing Session di UIN Saizu, Pakar Filsafat Islam Dr. Qasim Muhammadi Ungkap Tiga Faktor Kemajuan Iran

Sharing Session di UIN Saizu, Pakar Filsafat Islam Dr. Qasim Muhammadi Ungkap Tiga Faktor Kemajuan Iran

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Pakar Filsafat Islam sekaligus Pimpinan International Institute for Islamic Studies Republik Islam Iran, Dr. Qasim Muhammadi, mengungkapkan tiga faktor yang dinilainya berperan dalam mendorong kemajuan Iran, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Dr. Qasim dalam Sharing Session bertema “Methodological Renewal in Contemporary Islamic Philosophy and Thought” yang digelar di Ruang Sidang Senat Rektorat Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Rabu (23/9/2026).

Dalam sesi dialog, Dr. Qasim menjawab pertanyaan Dr. Shobrun Jamil mengenai faktor yang membuat Iran mampu mengembangkan berbagai bidang di tengah tantangan global.

Menurut Dr. Qasim, kemajuan Iran tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi, tetapi juga ditopang fondasi pemikiran dan budaya yang dibangun secara konsisten. Ia menyebut setidaknya ada tiga faktor yang menjadi kekuatan dalam proses tersebut.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pertama, membangun keyakinan “kami mampu dan harus mampu”. Dr. Qasim menjelaskan bahwa salah satu fondasi kemajuan Iran adalah tumbuhnya kepercayaan kolektif bahwa bangsa Iran memiliki kemampuan untuk berdiri dan berkembang secara mandiri.

Menurutnya, semangat tersebut mulai dibangun secara kuat oleh pemimpin tertinggi pertama Iran, Ayatullah Ruhullah Khomeini. Keyakinan terhadap kemampuan diri atau self-confidence kemudian ditanamkan kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ulama, elite politik, akademisi, hingga masyarakat umum.

“Keyakinan bahwa kami mampu mengerjakan dan kami harus merealisasikan menjadi energi besar bagi masyarakat Iran untuk terus bergerak maju,” ujarnya.

Untuk yang kedua, tidak memisahkan ilmu agama dan ilmu umum. Faktor berikutnya adalah paradigma keilmuan yang tidak mempertentangkan ilmu agama dengan ilmu umum. Dr. Qasim menyampaikan bahwa kedua bidang tersebut memiliki posisi penting dalam membangun peradaban.

Dia menjelaskan, tradisi keilmuan di Iran memandang ilmu sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi. Ia juga mengisahkan pesan yang disampaikan kepada cucu Ayatullah Ruhullah Khomeini ketika memilih mempelajari ilmu umum.

Sharing Session di UIN Saizu, Pakar Filsafat Islam Dr. Qasim Muhammadi Ungkap Tiga Faktor Kemajuan Iran

Menurut Dr. Qasim, tidak terdapat pertentangan antara mempelajari ilmu agama dan ilmu umum. Namun, seseorang yang telah memilih bidang tertentu harus menjalaninya dengan kesungguhan. “Tidak ada perbedaan di antara keduanya, tetapi jika kamu telah memilih dan menjalaninya, maka jalankan dengan penuh semangat,” ungkapnya.

Menurutnya, cara pandang tersebut turut memberikan ruang bagi perkembangan berbagai disiplin ilmu di Iran. Sedangkan ketiga, embargo menjadi tantangan yang mendorong kemandirian. Faktor ketiga yang disampaikan Dr. Qasim berkaitan dengan embargo internasional yang dihadapi Iran.

Menurutnya, berbagai pembatasan justru mendorong Iran untuk memperkuat kemampuan dalam negeri. “Embargo mendorong Iran untuk mandiri,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa keterbatasan akses terhadap produk dan teknologi dari luar membuat Iran terdorong mengembangkan kemampuan sendiri. Upaya tersebut, menurutnya, mencakup berbagai bidang, termasuk industri, transportasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pertahanan.

Dr. Qasim menilai pengalaman menghadapi berbagai pembatasan tersebut menjadi salah satu dorongan bagi Iran untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar dan meningkatkan kapasitas teknologi secara mandiri.

Sharing Session di UIN Saizu tidak hanya menjadi forum untuk membahas perkembangan filsafat Islam kontemporer. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog akademik mengenai pengalaman perkembangan keilmuan dan teknologi di Iran.

Pertemuan ini mempertemukan perspektif akademisi dan mahasiswa UIN Saizu dengan pemikiran pakar filsafat Islam dari Iran. Dialog tersebut sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan mengenai pembaruan metodologi dalam filsafat dan pemikiran Islam kontemporer.

Melalui kegiatan ini, UIN Saizu terus memperluas jejaring akademik internasional sekaligus mendorong penguatan tradisi intelektual dan kajian Islam yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *