Details

Profil Nur Azizah Ika Puspita, Mahasiswa TBI UIN Saizu yang Konsisten Berprestasi di Kempo

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Nama Nur Azizah Ika Puspita kembali mencuri perhatian setelah berhasil meraih medali perunggu nomor Randori Putri kelas 60 kilogram dalam Kejuaraan Kempo Nasional Mahasiswa Invitasi Jakarta 2026, di Gedung Olahraga Matraman, Jakarta.

Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto itu menunjukkan bahwa dunia akademik dan olahraga dapat berjalan beriringan.

Kejuaraan Kempo Nasional Mahasiswa Invitasi Jakarta 2026 berlangsung pada 7–10 September 2026 di Gedung Olahraga Matraman, Jakarta. Kompetisi tersebut diikuti 26 perguruan tinggi dengan total 149 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Nur Azizah menjadi salah satu dari tiga atlet Kempo UIN Saizu yang berhasil membawa pulang medali perunggu. Dua medali lainnya diraih Yudhansa Putra atau Naya Zidane pada nomor Embu Tandoku serta Dian Ramadhani pada nomor Randori Putri kelas 65 kilogram.

Bagi Nur Azizah, medali perunggu pada 2026 bukanlah prestasi pertama yang diraihnya di ajang nasional. Torehan tersebut justru memperlihatkan konsistensinya dalam menekuni olahraga bela diri Shorinji Kempo.

Ketertarikan Nur Azizah terhadap dunia olahraga telah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah. Saat bersekolah di MA Negeri 2 Banyumas, ia aktif dalam organisasi Palang Merah Remaja (PMR) sekaligus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler basket.

Melalui PMR, Nur Azizah mendapatkan pengalaman dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk kegiatan donor darah. Sementara dari basket, Nur Azizah memperoleh pengalaman bertanding dan membangun kemampuan bekerja dalam tim.

Namun, perjalanan Nur Azizah kemudian menemukan arah yang berbeda. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, ia mulai menekuni Shorinji Kempo, olahraga bela diri asal Jepang yang kemudian menjadi salah satu bidang yang ia tekuni secara serius.

Nur Azizah mengaku Shorinji Kempo menjadi wadah untuk memperdalam pengetahuan mengenai bela diri, kehidupan atlet, sekaligus memahami karakter orang lain. Ia juga menempatkan disiplin, kerja keras, komitmen, dan konsistensi sebagai prinsip penting dalam menjalankan tanggung jawab.

Saat menjadi mahasiswa UIN Saizu Purwokerto, ketekunannya di Shorinji Kempo terus berlanjut. Selain mengikuti latihan secara rutin, ia juga aktif dalam kegiatan Shorinji Kempo di kampus dan terlibat dalam pembinaan anggota baru.

Perjalanan prestasi Nur Azizah di arena Kempo menunjukkan grafik yang konsisten. Pada 2022, dia berhasil meraih medali emas nomor Embu Berpasangan Putri dalam kompetisi nasional mahasiswa di Jakarta.

Setahun kemudian, Nur Azizah meraih medali perunggu Randori Putri kelas 60 kilogram pada kompetisi nasional mahasiswa di Jakarta. Prestasi yang sama kembali ia raih pada 2024 dan 2025.

Pada 2024, selain medali perunggu Randori Putri kelas 60 kilogram di tingkat nasional, Nur Azizah juga meraih medali perunggu Embu Beregu pada kompetisi nasional mahasiswa. Di tingkat regional pada tahun yang sama, ia bahkan berhasil meraih medali emas Randori Putri kelas 60 kilogram serta medali perunggu Embu Berpasangan.

Konsistensi tersebut kembali terlihat pada Kejuaraan Kempo Nasional Mahasiswa Invitasi Jakarta 2026. Turun di kelas Randori Putri 60 kilogram, Nur Azizah mampu mengamankan medali perunggu di tengah persaingan atlet dari berbagai perguruan tinggi.

Capaian tersebut sekaligus memperpanjang catatan prestasinya di nomor yang sama. Dalam empat kejuaraan nasional mahasiswa yang tercatat sejak 2023 hingga 2026, Nur Azizah secara konsisten mampu menembus podium Randori Putri kelas 60 kilogram.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa TBI, Nur Azizah tetap mempertahankan komitmennya terhadap olahraga prestasi. Pendidikan di UIN Saizu berjalan beriringan dengan aktivitasnya sebagai atlet.

Sebagai mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris, ia tidak hanya mengembangkan kemampuan di bidang akademik. Pengalamannya dalam organisasi dan olahraga juga membentuk sejumlah kemampuan pendukung, seperti komunikasi, kerja sama tim, adaptasi, pemecahan masalah, manajemen waktu, dan empati.

Perjalanan Nur Azizah menjadi gambaran bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Ada proses latihan, pengalaman bertanding, kegagalan, evaluasi, dan konsistensi yang terus dijaga.

Medali perunggu di Kejuaraan Kempo Nasional Mahasiswa Invitasi Jakarta 2026 menjadi bukti terbaru dari proses tersebut. Sekaligus menjadi penanda bahwa mahasiswa UIN Saizu mampu berkembang dan berprestasi di luar ruang kelas.

Dengan rekam jejak yang terus terjaga, Nur Azizah Ika Puspita masih memiliki ruang untuk melangkah lebih jauh. Bukan hanya mempertahankan tradisi podium, tetapi juga mengejar prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi-kompetisi berikutnya. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *