Details

KKN Kelompok 129 UIN Saizu Edukasi Siswa SMP Terpadu Jamanis tentang Bahaya Judi Online

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 129 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memberikan edukasi Bahaya Judi Online kepada siswa SMP Terpadu Jamanis, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas 7 hingga 9 sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya perjudian online.

Koordinator Desa KKN Kelompok 129 UIN Saizu Purwokerto, Yazid Isnan Romadon menyebutkan, edukasi tersebut merupakan bagian dari program pendukung KKN Saizu Berdampak Angkatan ke-58. "Kami mengajak siswa memahami risiko judi online sekaligus membangun sikap bijak dalam menggunakan internet dan media digital," ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026 itu dilakukan melalui penyampaian materi menggunakan media presentasi. Mahasiswa menjelaskan judi online sebagai aktivitas perjudian berbasis internet yang melibatkan taruhan uang dan memiliki risiko serius bagi kehidupan sosial, psikologis, serta kondisi keuangan seseorang.

Para siswa juga diajak mengenali faktor yang dapat membuat seseorang tertarik mencoba judi online. Di antaranya keinginan mendapatkan uang dengan cepat, pengaruh lingkungan pertemanan, serta maraknya promosi digital yang menawarkan bonus dan kemenangan besar.

Yazid mengatakan edukasi mengenai bahaya judi online penting diberikan sejak usia sekolah. Menurutnya, pemahaman sejak dini dapat membantu siswa mengenali berbagai bentuk ajakan maupun promosi perjudian yang muncul di lingkungan sekitar dan ruang digital.

“Kami berharap siswa dapat memahami bahwa judi online bukanlah cara untuk mendapatkan uang dengan mudah, tetapi memiliki dampak yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan masa depan,” harap Yazid.

Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN menjelaskan dampak judi online dari berbagai aspek. Dari sisi sosial, kebiasaan berjudi dapat membuat seseorang menjauh dari keluarga, berbohong, hingga kehilangan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya.

Dari sisi psikologis, aktivitas judi online juga berpotensi memicu stres, kecemasan, penyesalan, serta dorongan untuk terus bermain demi mengejar kemenangan atau mengembalikan uang yang telah hilang.

Sementara dari aspek finansial, judi online dapat menyebabkan seseorang kehilangan uang, menghabiskan tabungan, mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan, bahkan terjerat utang.

Mahasiswa menekankan bahwa berbagai dampak tersebut dapat berkembang ketika seseorang mulai menganggap judi online sebagai cara untuk memperoleh penghasilan atau menyelesaikan persoalan keuangan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film pendek mengenai bahaya judi online. Media audiovisual tersebut digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai dampak perjudian sekaligus mengajak siswa melakukan refleksi.

Para siswa kemudian diberikan sejumlah pertanyaan berdasarkan materi edukasi dan film yang telah ditonton. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan diberi kesempatan maju ke depan dan memperoleh reward sebagai bentuk apresiasi atas keberanian serta pemahaman mereka.

Metode tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih interaktif. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak mengingat kembali materi dan menyampaikan pemahaman mereka mengenai bahaya judi online.

Selain mengenali dampaknya, mahasiswa KKN 129 juga memberikan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan siswa untuk melindungi diri dari paparan judi online.

Siswa diimbau menghindari situs mencurigakan dan iklan yang mengarah pada perjudian, tidak mengklik tautan yang tidak dikenal, serta memanfaatkan fitur atau aplikasi pemblokir konten perjudian. Mereka juga diajak untuk tidak ikut menyebarkan promosi judi online kepada teman maupun orang lain.

Mahasiswa KKN turut mendorong siswa agar berani berdiskusi dengan orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya apabila menemukan konten atau ajakan perjudian di internet.

Kegiatan edukasi “Stop Judi Online” tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN 129 UIN Saizu dalam membangun literasi digital di kalangan pelajar. Edukasi diharapkan dapat membekali siswa dengan kemampuan untuk mengenali risiko sekaligus mengambil keputusan yang lebih bijak ketika menggunakan media digital.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 129 berharap siswa SMP Terpadu Jamanis semakin memahami bahwa judi online bukan jalan untuk memperoleh keuntungan dengan mudah. Sebaliknya, aktivitas tersebut dapat membawa berbagai risiko yang berdampak terhadap diri sendiri, keluarga, pendidikan, dan masa depan.

Pesan untuk menjauhi judi online pun menjadi penutup kegiatan. Mahasiswa mengajak seluruh siswa untuk menggunakan teknologi secara positif, menjaga pergaulan, serta berani mengatakan “stop” terhadap berbagai bentuk perjudian di ruang digital. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *