Berita

Prodi PAI UIN Saizu Perkuat Sinergi Dosen untuk Transformasi Kurikulum di Era Digital

Prodi PAI UIN Saizu Perkuat Sinergi Dosen untuk Transformasi Kurikulum di Era Digital

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperkuat sinergi antar­dosen melalui kegiatan Konsorsium Prodi PAI, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim mulai pukul 09.00 WIB tersebut mengangkat tema “Sinergi Dosen PAI dalam Transformasi Kurikulum dan Penguatan Karakter di Era Digital.”

Konsorsium menjadi ruang akademik bagi para dosen Prodi PAI untuk membahas arah pengembangan kurikulum dan pembelajaran agar tetap relevan dengan perkembangan pendidikan di era digital. Di sisi lain, transformasi tersebut tetap diarahkan untuk memperkuat karakter mahasiswa sebagai bagian penting dari tujuan pendidikan.

Melalui forum ini, para dosen berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di Prodi PAI. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesepahaman bersama mengenai arah pengembangan program studi.

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan terhadap lingkungan pendidikan tinggi. Perubahan tersebut turut memengaruhi pola belajar, karakter peserta didik, kebutuhan kompetensi, serta pendekatan pembelajaran yang diterapkan di perguruan tinggi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pendidikan agama Islam. Pengembangan pembelajaran PAI tidak hanya membutuhkan penyesuaian dari sisi teknologi, tetapi juga perlu mempertimbangkan pendekatan, materi, metode, serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Dalam konteks tersebut, sinergi antar­dosen menjadi penting agar pengembangan kurikulum tidak berjalan secara parsial. Konsorsium memberikan ruang bagi dosen dari berbagai bidang untuk mempertemukan perspektif dan membahas arah pengembangan pembelajaran secara lebih terkoordinasi.

Forum tersebut juga menjadi sarana untuk memastikan keterhubungan antara kurikulum, proses pembelajaran, dan capaian pendidikan yang ditargetkan Prodi PAI. Keselarasan tersebut diperlukan agar setiap mata kuliah tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki kontribusi yang saling terhubung dalam membentuk kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.

Transformasi pendidikan di era digital tidak semata-mata berkaitan dengan pemanfaatan perangkat teknologi dalam proses pembelajaran. Lebih dari itu, perubahan tersebut membutuhkan penyesuaian paradigma pembelajaran agar teknologi dapat digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

Bagi pendidikan agama Islam, aspek karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran perlu berjalan seiring dengan upaya membangun sikap, nilai, dan tanggung jawab mahasiswa.

Karena itu, tema konsorsium menempatkan transformasi kurikulum dan penguatan karakter sebagai dua aspek yang saling berkaitan. Kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman tetap membutuhkan landasan nilai agar proses pendidikan tidak kehilangan orientasi.

Konsorsium Prodi PAI juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya kolaborasi di lingkungan program studi. Para dosen dapat saling berbagi pengalaman, menyampaikan pandangan, sekaligus membangun kesepahaman dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan Program Studi PAI yang berkelanjutan. Komunikasi antarpengampu pembelajaran diperlukan agar berbagai kebijakan dan pengembangan akademik dapat dipahami serta dijalankan secara selaras.

Melalui forum konsorsium, pembahasan kurikulum ditempatkan sebagai proses bersama. Dengan demikian, setiap dosen memiliki ruang untuk memahami arah pengembangan program studi sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa.

Kegiatan Konsorsium Prodi PAI tersebut menjadi bagian dari upaya FTIK UIN Saizu Purwokerto dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan program studi menghadapi perubahan pendidikan di era digital.

Dengan memperkuat sinergi dosen, pengembangan kurikulum PAI diharapkan dapat terus mengikuti kebutuhan zaman tanpa mengabaikan aspek karakter dan nilai-nilai pendidikan Islam. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *