Pascasarjana UIN Saizu Perkuat Mutu Prodi MPAI lewat Workshop Penyusunan Borang

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat tata kelola akademik dan budaya mutu program studi. Salah satunya melalui Workshop Penyusunan Borang Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) yang digelar Kamis (17/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Workshop tersebut menjadi bagian dari persiapan dan penguatan tim dalam menyusun dokumen akreditasi Prodi MPAI secara sistematis, objektif, dan sesuai standar mutu yang ditetapkan.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan mutu serta penyusunan dokumen akreditasi, yakni Rosyida Nur Azizah dan Musyafa Ali yang merupakan Koordinator Program Studi di UNU Purwokerto. Sementara itu, Dr. Fahri Hidayat bertindak sebagai moderator.
Direktur Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Prof. Moh. Roqib menegaskan bahwa penyusunan borang akreditasi tidak boleh dipandang hanya sebagai pekerjaan administratif. Lebih dari itu, proses tersebut merupakan bagian dari ikhtiar akademik untuk menggambarkan kualitas program studi sekaligus mendorong kemajuan institusi.
Menurutnya, setiap pekerjaan perlu dilandasi nilai-nilai luhur agar proses yang dilakukan tidak hanya menghasilkan dokumen, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengembangan lembaga. Pesan tersebut dirangkum Prof. Roqib melalui konsep “Nita Cinta Ika”, yang merupakan akronim dari Niat, Ikhlas, Taat, Cinta, Ilmu, Tabah, Ikhtiar, Kesederhanaan, dan Amal Shalih.

Nilai Niat menjadi dasar dalam setiap aktivitas, yakni memastikan pekerjaan diarahkan pada tujuan yang baik dan memberikan manfaat. Sementara Ikhlas mengajarkan pentingnya bekerja dengan ketulusan sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi.
Selanjutnya, Taat berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, ketentuan, dan nilai organisasi. Dalam penyusunan borang, nilai tersebut diwujudkan melalui komitmen mengikuti standar mutu serta regulasi akreditasi. Nilai Cinta mendorong tumbuhnya rasa memiliki dan kepedulian terhadap lembaga. Dengan rasa tersebut, setiap anggota tim diharapkan menjalankan tugas secara sungguh-sungguh.
Adapun Ilmu menekankan pentingnya kompetensi dan kemauan untuk terus belajar. Penyusunan borang membutuhkan pemahaman terhadap standar, indikator, data, serta strategi peningkatan mutu program studi.
Nilai Tabah diperlukan agar tim mampu menghadapi berbagai tantangan selama proses penyusunan dokumen. Sedangkan Ikhtiar diwujudkan melalui usaha maksimal, perencanaan matang, serta kolaborasi antarpihak.

Sementara itu, Kesederhanaan mengajarkan agar pekerjaan dilakukan secara efektif dan tidak berlebihan, tetapi tetap menghasilkan kualitas terbaik. Pada akhirnya, seluruh proses diarahkan menjadi Amal Shalih, sehingga pekerjaan akademik memiliki nilai ibadah sekaligus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Melalui workshop tersebut, Pascasarjana UIN Saizu mendorong tim penyusun borang Prodi MPAI untuk memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme penyusunan dokumen akreditasi.
Tim juga diharapkan mampu menyajikan data, analisis, dan narasi akademik yang menggambarkan kondisi serta kualitas program studi secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana UIN Saizu dalam membangun budaya mutu berkelanjutan. Melalui kolaborasi, profesionalitas, dan penguatan nilai pengabdian, Pascasarjana UIN Saizu terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!