Fakultas Dakwah UIN Saizu Gelar PkM Internasional di Seoul Korea Selatan, Angkat Kosmopolitanisme Islam

KOREA SELATAN, UINSAIZU.AC.ID- Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperluas kiprah pengabdian kepada masyarakat ke tingkat internasional.
Melalui Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional di Masjid Al-Falah, Center of Islamic Studies, Seoul, Korea Selatan, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Yeongdeungpo District, Seoul, tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Dakwah UIN Saizu memperkuat pengabdian berbasis internasional sekaligus memperluas jejaring dengan komunitas Muslim Indonesia dan masyarakat Muslim lintas negara di Korea Selatan.
Kegiatan PkM dilaksanakan bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia Korea (IKMI Korea) yang diketuai M. Saiful Rizal. Tim pengabdian Fakultas Dakwah UIN Saizu dipimpin langsung Dekan Fakultas Dakwah sekaligus Dosen Prodi BKI, Prof. Muskinul Fuad.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Falah. Prof. Muskinul Fuad bertindak sebagai imam sekaligus khatib dengan mengangkat tema “Kosmopolitanisme Islam”.
Tema tersebut relevan dengan karakter jamaah Masjid Al-Falah yang berasal dari beragam negara dan latar belakang budaya. Sekitar 100 jamaah mengikuti Salat Jumat, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara yang tinggal, bekerja, belajar, dan beraktivitas di Korea Selatan.
Dalam khutbahnya, Prof. Muskinul Fuad menjelaskan kosmopolitanisme Islam sebagai perspektif yang mendorong umat Islam untuk mampu hidup dalam masyarakat global tanpa kehilangan akar keimanan dan identitas keislamannya.
Islam, menurut perspektif tersebut, tidak hanya mengajarkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga mendorong umat untuk terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dinamika sosial, dan perjumpaan dengan berbagai budaya.
Identitas keislaman yang kuat dapat menjadi modal untuk membangun hubungan sosial yang terbuka dan konstruktif di tengah masyarakat yang beragam. Perbedaan bangsa, bahasa, budaya, dan pengalaman hidup juga dapat menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan kerja sama.
Kosmopolitanisme Islam dalam konteks tersebut menempatkan umat Islam sebagai bagian dari masyarakat global yang mampu menjaga nilai keagamaan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Kegiatan PkM internasional ini memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. Kehidupan Muslim Indonesia di luar negeri menghadirkan beragam dinamika sosial dan psikologis, mulai dari adaptasi budaya, interaksi lintas bangsa, kehidupan keluarga, lingkungan pekerjaan, hingga penguatan identitas keagamaan.
Karena itu, pengabdian Fakultas Dakwah UIN Saizu tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian materi keagamaan, tetapi juga melalui dialog, interaksi, dan silaturahmi bersama komunitas Muslim di Korea Selatan. Tim Fakultas Dakwah juga berkesempatan berinteraksi dengan mualaf Korea dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Korea Selatan.
Perjumpaan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada tim mengenai keberagaman kehidupan umat Islam dalam konteks masyarakat multikultural dan global. Bagi komunitas Muslim, kehadiran akademisi Fakultas Dakwah UIN Saizu menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, sekaligus memperkuat hubungan dengan institusi pendidikan Islam di Indonesia.
Pelaksanaan PkM internasional ini turut difasilitasi oleh Ustadz Iqbal Muharram yang merupakan mahasiswa doktoral Hyunmin University. Keterlibatan fasilitator membantu menjembatani komunikasi antara tim Fakultas Dakwah UIN Saizu dengan komunitas Muslim dan lingkungan akademik di Korea Selatan.
Kolaborasi tersebut menjadikan kegiatan PkM tidak hanya sebagai agenda pengabdian, tetapi juga sebagai ruang academic-community engagement yang mempertemukan perguruan tinggi dengan komunitas masyarakat dalam konteks internasional.
Kegiatan pengabdian Fakultas Dakwah UIN Saizu di Seoul menunjukkan bahwa dakwah dan Bimbingan dan Konseling Islam memiliki ruang yang luas di tengah masyarakat global.
Dakwah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian ajaran agama, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Islam hadir dalam kehidupan sosial melalui persaudaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, kepedulian, penghargaan terhadap perbedaan, serta upaya menghadirkan kemaslahatan.
Dalam konteks masyarakat multikultural, kosmopolitanisme Islam dapat menjadi perspektif untuk membangun kehidupan sosial yang terbuka dan harmonis. Umat Islam tetap dapat berpegang pada nilai keimanan sekaligus mengembangkan wawasan, pemikiran, dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat yang beragam.
Bagi Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto, pengalaman pengabdian di Seoul menjadi bagian dari penguatan komitmen untuk membawa kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat ke ruang global.
Pengalaman berinteraksi dengan komunitas Muslim lintas negara di Korea Selatan juga diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan pembelajaran, penelitian, dan program PkM BKI yang semakin responsif terhadap dinamika masyarakat internasional.
Kegiatan di Masjid Al-Falah Seoul akhirnya menjadi ruang perjumpaan antara akademisi, komunitas Muslim, PMI, mualaf, dan masyarakat internasional untuk berbagi pengalaman serta memperkuat nilai kebermaknaan, kemanfaatan, dan kemaslahatan dalam kehidupan global. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!