Berita

Komunitas Sabudaya UIN Saizu Gelar Forum Literasi Gen-Z, Dorong Budaya Baca dan Berpikir Kritis

Komunitas Sabudaya UIN Saizu Gelar Forum Literasi Gen-Z, Dorong Budaya Baca dan Berpikir Kritis

PURBALINGGA, UINSAIZU.AC.ID – Komunitas Sabudaya (Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar forum Gerakan Literasi Gen-Z untuk memperkuat budaya membaca, menumbuhkan daya kritis, dan mendorong kreativitas generasi muda. Kegiatan yang berlangsung di Gedung D Lantai 2 Kampus 2 UIN Saizu, Rabu (28/10/2026), ini menjadi ruang diskusi sekaligus penguatan tradisi literasi di lingkungan perguruan tinggi.

Forum tersebut dihadiri Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, Wakil Rektor I Prof. Suwito, Dekan Fakultas Dakwah Prof. Muskinul Fuad, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Prof. Kholid Mawardi, serta pembina Komunitas Sabudaya Prof. Abdul Wachid. Sejumlah mahasiswa, perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga, Tabloid Edukator, dan Radio Jentayu turut mengikuti kegiatan tersebut.

Dekan Fakultas Dakwah UIN Saizu, Prof. Muskinul Fuad, mengapresiasi keberadaan Komunitas Sabudaya yang dinilainya memiliki idealisme dalam mengembangkan literasi. Ia berharap gerakan tersebut dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa, termasuk melalui kegiatan di ruang-ruang perkuliahan.

“Menurut saya komunitas ini idealis. Saya apresiasi teman-teman yang aktif di komunitas ini. Saya mendukung,” ujar Muskinul.

Ia menilai peningkatan kemampuan literasi mahasiswa menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Menurutnya, literasi tidak terbatas pada bacaan ilmiah, tetapi juga mencakup karya fiksi dan nonfiksi yang dapat memperluas wawasan serta mengembangkan kemampuan berpikir.

“Salah satu keluhan dosen kita sekarang, kita berhadapan dengan mahasiswa yang literasinya perlu ditingkatkan lebih masif. Saya sangat mendukung, baik ilmiah, fiksi, nonfiksi. Semuanya selama serius,” katanya.

Pembina Komunitas Sabudaya, Prof. Abdul Wachid, dalam sambutannya menyebut forum tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat tradisi literasi di UIN Saizu. Menurutnya, gerakan literasi merupakan bagian dari upaya mengembangkan kehidupan intelektual dan kebudayaan yang telah lama tumbuh di lingkungan kampus.

“Alhamdulillah, hari ini kita menjadi saksi langkah penting bagi UIN Saizu Purwokerto yang akan mendeklarasikan diri sebagai Kampus Literasi,” ujar Abdul Wachid.

Ia menjelaskan bahwa penggerak kebudayaan dan intelektual tidak selalu berasal dari kelompok besar. Kelompok kecil yang memiliki gagasan dan semangat untuk bergerak pun dapat menghasilkan perubahan yang berarti.

“Sejarah membuktikan, hal-hal besar justru kerap lahir dari kelompok yang tampak kecil,” katanya.

Abdul Wachid juga menyoroti kekayaan budaya Banyumas sebagai ruang perjumpaan kultur Sunda dan Jawa yang turut memperkaya khazanah kebudayaan Jawa Tengah dan Indonesia. Ia berharap Komunitas Sabudaya dapat terus berperan dalam mengembangkan tradisi sastra, bahasa, kepenulisan, dan kebudayaan melalui kegiatan akademik maupun kreativitas mahasiswa.

Sementara itu, Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, menegaskan bahwa aktivitas literasi di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada kebiasaan membaca. Literasi perlu dikembangkan menjadi kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus mampu menghubungkan kegiatan akademik dengan realitas sosial melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat.

“Agar kampus itu tidak seperti menara gading. Kampus itu harus terhubung dengan realitas sosial, maka jembatannya adalah melalui pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Ridwan.

Komunitas Sabudaya UIN Saizu Gelar Forum Literasi Gen-Z, Dorong Budaya Baca dan Berpikir Kritis

Selain sambutan para narasumber, forum Gerakan Literasi Gen-Zu diisi dengan diskusi interaktif antara peserta, rektor, dan pembina Komunitas Sabudaya. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan literasi serta peran generasi muda dalam membangun budaya akademik yang produktif.

Forum tersebut juga menghadirkan sosialisasi Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) oleh Laily Nurjannah dari Dinarpus Kabupaten Purbalingga. Materi ini melengkapi pembahasan mengenai pentingnya kebiasaan membaca dalam membangun masyarakat yang memiliki wawasan luas dan kemampuan memahami informasi.

Kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Sabudaya di bawah naungan Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) UIN Saizu ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi di kampus. Melalui ruang diskusi, kegiatan kepenulisan, dan pengembangan kreativitas, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menghasilkan karya dan gagasan yang berkontribusi bagi ilmu pengetahuan serta kebudayaan. (AL)

 

Kampus Desa Mendunia !


#UINSaizu #KomunitasSabudaya #GerakanLiterasiGenZ #KampusLiterasi #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *