HMPS Ekonomi Syariah UIN Saizu Gelar Seminar Nasional, Bahas Potensi Startup dan Inovasi Digital

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah 2026 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Seminar Nasional bertema “Mengoptimalkan Potensi Start Up melalui Inovasi Digital” di Auditorium UIN Saizu, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB tersebut menghadirkan dua narasumber dari kalangan praktisi dan pelaku usaha, yakni Rizqy Mulyantara HS, CEO & Founder DigiTiket, serta Brili Agung Zaky Pradika, Founder & CEO Aksara Semesta Investama. Kegiatan turut dihadiri Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu, Dr. Candra Warsito.
Seminar Nasional 2026 digelar sebagai wadah untuk meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai perkembangan startup, kewirausahaan, dan inovasi digital. Selain memperoleh pengetahuan dari para praktisi, peserta didorong untuk berani mengembangkan ide, mengenali potensi diri, melihat peluang bisnis, serta memahami tantangan dalam membangun dan mengembangkan usaha.
Dalam pemaparannya, Rizqy Mulyantara HS membahas pentingnya pemanfaatan teknologi dalam membangun bisnis di tengah perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, teknologi tidak hanya menjadi alat pendukung, tetapi dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan solusi dan mengembangkan model bisnis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Startup bukan sekadar membuat sebuah bisnis atau menggunakan teknologi. Yang paling penting adalah bagaimana kita melihat masalah yang ada, kemudian menghadirkan solusi yang memberikan nilai bagi masyarakat,” ujar Rizqy.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki kepekaan terhadap perubahan dan perkembangan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kemampuan membaca peluang menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia startup dan bisnis digital.
Sementara itu, Brili Agung Zaky Pradika memberikan perspektif dari sisi pengembangan diri, keberanian memulai, eksekusi, dan networking. Sebagai seorang sociopreneur, farmer, dan writer, Brili menekankan bahwa ide bisnis perlu diikuti dengan keberanian untuk mengambil langkah nyata.
“Jangan berhenti hanya karena merasa ide kita belum sempurna. Berani mencoba, fokus pada eksekusi, terus belajar, mencari mentor, dan membangun networking adalah bagian penting dalam perjalanan membangun usaha,” ungkap Brili.
Ia mengajak mahasiswa untuk mengenali potensi yang dimiliki sebelum menentukan langkah dalam membangun usaha. Konsep self explore, dare to try, massive network, dan fokus pada eksekusi menjadi bagian dari pesan yang disampaikan kepada peserta.

Dua perspektif tersebut memberikan gambaran yang saling melengkapi mengenai proses membangun startup. Rizqy menekankan pemanfaatan teknologi dan inovasi sebagai instrumen pengembangan bisnis, sedangkan Brili menyoroti pentingnya pengembangan potensi diri, keberanian memulai, kemampuan mengeksekusi ide, serta membangun jaringan.
Seminar berlangsung secara edukatif dan interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan mengikuti diskusi dan tanya jawab secara langsung dengan para narasumber. Sesi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menggali pengalaman praktis sekaligus memahami berbagai tantangan yang dihadapi dalam membangun usaha.
Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun networking dengan sesama peserta, praktisi, pelaku usaha, maupun pihak lain yang memiliki ketertarikan pada bidang startup dan bisnis digital.
Melalui Seminar Nasional 2026, HMPS Ekonomi Syariah UIN Saizu berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman mengenai perkembangan startup dan inovasi digital, tetapi juga terdorong untuk mengembangkan potensi, melihat peluang, dan mengubah ide menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat di era digital.(AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #SeminarNasional #StartupDigital #InovasiDigital #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!