Berita

Halal Center UIN Saizu Purwokerto Perkuat Sinergi Ekosistem Halal di Kebumen

Halal Center UIN Saizu Purwokerto Perkuat Sinergi Ekosistem Halal di Kebumen

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Pusat Kajian dan Pengembangan Halal (Halal Center) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan ekosistem halal di Jawa Tengah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi Pembangunan Ekosistem Halal di Hotel Trio Azana, Kabupaten Kebumen, Kamis (1/10/2026). Halal Center UIN Saizu dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala Pusat Halal Center Dani Kusumastuti dan Dr. Hasanudin selaku SDM Syariah Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Saizu.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam pengembangan industri dan ekosistem halal. Peserta antara lain berasal dari jajaran kepala dinas Pemerintah Kabupaten Kebumen, Bapperida, Satpol PP, Kantor Kementerian Agama dan Perumda PDAM Tirta Bumi.

Selain itu dari, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kebumen, perbankan, pelaku usaha hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI Kebumen, KADIN, serta pengawas Jaminan Produk Halal dari Kebumen dan sejumlah daerah di sekitarnya.

Direktur Sertifikasi Halal BPJPH RI, Yunis Naini dalam sambutannya menekankan pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dia menegaskan bahwa kewajiban sertifikasi halal berlaku bagi produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia.

“Semua produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” tegas Yunis. Hingga September 2026, BPJPH mencatat sekitar 14 juta produk telah memperoleh sertifikasi halal. Untuk produk halal luar negeri, BPJPH telah menerbitkan 12.671 sertifikat yang mencakup 256.096 produk dari 11 negara.

China menjadi negara dengan persentase sertifikasi produk halal luar negeri tertinggi, yakni mencapai 27,58 persen. Penguatan ekosistem halal tersebut tidak hanya menjadi agenda pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, lembaga pemeriksa halal, sektor perbankan, hingga pelaku usaha.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah menjadi salah satu program prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah Jawa Tengah pada 2027.

Menurut Johan, ekonomi syariah memiliki posisi strategis dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus membuka peluang pengembangan industri halal “Program prioritas ini menjadi bukti komitmen Pemda Jawa Tengah dalam pengembangan halal dan ekosistem halal, khususnya di Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Jawa Tengah menargetkan 563.786 produk tersertifikasi halal pada 2027. Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Johan mengajak seluruh pemangku kepentingan menyukseskan program WHO (Wajib Sertifikasi Oktober). Ajakan tersebut tetap disampaikan meskipun kuota program SEHATI (Sertifikasi Halal Gratis) untuk 2026 telah habis.

Dukungan terhadap pengembangan ekosistem halal juga disampaikan Zaky Mas’ul dari Direktorat Agama, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Bappenas. Dia menjelaskan bahwa isu halal tidak disebutkan secara eksplisit sebagai prioritas tersendiri dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.

Halal Center UIN Saizu Purwokerto Perkuat Sinergi Ekosistem Halal di Kebumen

Namun, pengembangan halal tetap mendapatkan dukungan melalui program Pro-Kesra, terutama dalam upaya memperkuat keluarga sejahtera melalui fasilitasi masyarakat untuk berusaha dan bekerja. “Support dalam kaitannya dengan halal masuk dalam program Pro-Kesra yang mendukung pengembangan keluarga sejahtera melalui fasilitasi 10 juta penduduk berusaha dan bekerja,” jelasnya.

Dalam RKP 2027, target pelaku usaha tersertifikasi halal mencapai 7 juta produk, meningkat dibandingkan target 3,5 juta produk pada 2026. Bappenas juga mendorong kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat sertifikasi halal, memperkuat ekosistem halal, meningkatkan literasi dan pemberdayaan masyarakat, serta memperluas akses dan penguatan produk halal daerah.

Mewakili Bupati Kebumen, Asisten Perekonomian dan Pengembangan Setda Kebumen, Maria Margaretha Sri Kuntarti menyambut positif kegiatan sosialisasi dan koordinasi tersebut.

Dia menilai penguatan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah harus menghasilkan program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pelaku usaha. “Kerja sama ini tidak hanya sebatas di atas kertas, melainkan harus benar-benar bisa direalisasikan di lapangan dan berdampak nyata,” harapnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor penting untuk mempercepat pembangunan ekosistem halal di Kabupaten Kebumen. Pelaku usaha diharapkan memperoleh manfaat konkret melalui pendampingan, kemudahan sertifikasi, peningkatan literasi, serta penguatan akses terhadap pasar produk halal.

Kepala Pusat Halal Center Dani Kusumastuti mengatakan, keikutsertaan Halal Center UIN Saizu dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memperkuat sinergi dengan pemerintah, lembaga terkait, lembaga pemeriksa halal, dan pelaku usaha.

Melalui peran tersebut, Halal Center UIN Saizu tidak hanya berkontribusi dalam aspek akademik, tetapi juga dapat mendukung pendampingan dan pengembangan kapasitas masyarakat serta pelaku usaha dalam memenuhi standar jaminan produk halal.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga pemeriksa halal, sektor keuangan, dan dunia usaha diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem halal yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Kebumen dan Jawa Tengah. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *