ADPMH dan Fakultas Syariah UIN Saizu Gelar Agenda Nasional, Bahas Otoritas Fatwa di Era Digital

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Asosiasi Dosen Perbandingan Mazhab dan Hukum (ADPMH) se-Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar rangkaian agenda nasional pada Selasa-Kamis, 22–24 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan sejumlah agenda akademik dan kelembagaan, mulai dari Seminar Nasional, Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), Rapat Evaluasi Kerja ADPMH, Kompetisi Kreativitas Mahasiswa PMH, hingga Student Networking Session.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan akademik melalui kerja sama publikasi ilmiah antara pengelola jurnal bidang Perbandingan Mazhab dan Hukum dengan ADPMH. Salah satu agenda utama digelar pada Rabu (23/9/2026) melalui Seminar Nasional bertema “Beyond Fatwa Shopping: Membangun Otoritas dan Etika Fatwa di Era Digital.”
Tema tersebut mengangkat fenomena perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi cara masyarakat memperoleh, memahami, dan menyebarluaskan informasi keagamaan.
Di tengah derasnya arus informasi, ruang digital tidak hanya menjadi sarana memperoleh pengetahuan keislaman, tetapi juga menghadirkan tantangan terkait otoritas keagamaan, kedalaman pemahaman agama, serta etika dalam mencari dan menyampaikan fatwa.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Wawan Gunawan, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Harda Armayanto, Dosen Universitas Darussalam Gontor.
Dr. Wawan Gunawan menyampaikan materi bertajuk “Waspada! Hilangnya Substansi Agama, Munculnya Pemahaman Dangkal.” Sementara Harda Armayanto membawakan materi “Dari Otoritas Ulama ke Otoritas Informasi: Tantangan Pemikiran Islam di Era Digital.”
Kedua materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif dan sesi tanya jawab. Forum menjadi ruang bagi peserta untuk mendiskusikan perubahan pola pencarian informasi keagamaan sekaligus tantangan menjaga kualitas pemahaman Islam di tengah perkembangan teknologi digital.
Selain membahas isu otoritas dan fatwa di era digital, rangkaian agenda nasional ADPMH juga memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan tinggi melalui Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum.
Workshop dilaksanakan dalam beberapa sesi dan membahas sejumlah aspek pengembangan kurikulum, termasuk penyusunan peta jabatan dosen homebase Program Studi PMH.
Pembahasan kurikulum berbasis OBE menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola akademik sekaligus memastikan proses pendidikan PMH memiliki orientasi yang jelas terhadap capaian pembelajaran dan kebutuhan pengembangan kompetensi lulusan.
Agenda tersebut mempertemukan para dosen dan akademisi bidang Perbandingan Mazhab dan Hukum dari berbagai perguruan tinggi untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan pendidikan PMH.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Rapat Evaluasi Kerja ADPMH. Forum ini menjadi ruang organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus membahas agenda pengembangan organisasi ke depan.

Sementara bagi mahasiswa, kegiatan nasional tersebut menghadirkan Kompetisi Kreativitas Mahasiswa PMH. Pengumuman kompetisi dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pada 23 September 2026.
Mahasiswa juga mendapatkan ruang untuk membangun jejaring melalui Student Networking Session PMH. Forum tersebut menjadi wadah interaksi antarmahasiswa dari berbagai lingkungan Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum.
Melalui networking session, mahasiswa tidak hanya bertemu dan bertukar pengalaman, tetapi juga memiliki ruang untuk memperluas jejaring akademik dan membangun potensi kolaborasi antarkampus.
Penguatan kerja sama akademik dalam rangkaian kegiatan juga diwujudkan melalui agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pengelola Jurnal PMH dan ADPMH.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan dalam bidang publikasi ilmiah sekaligus mendukung pengembangan ekosistem akademik bidang Perbandingan Mazhab dan Hukum.
Kolaborasi publikasi menjadi salah satu unsur penting dalam penguatan tradisi akademik. Melalui jejaring tersebut, dosen dan akademisi bidang PMH memiliki ruang yang lebih luas untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan gagasan ilmiah.
Rangkaian agenda nasional ADPMH dan Fakultas Syariah UIN Saizu juga melibatkan pimpinan universitas, Fakultas Syariah, pengurus ADPMH, panitia, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Dalam agenda pembukaan tercantum sambutan Dekan Fakultas Syariah UIN Saizu Prof. Supani, sambutan Ketua Umum ADPMH Dr. Siti Hanna, serta sambutan dan pembukaan kegiatan oleh Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan dan registrasi peserta pada 22 September 2026. Agenda berlanjut pada 23 September dengan seminar nasional, workshop, rapat evaluasi kerja, kompetisi mahasiswa, dan Student Networking Session.
Kolaborasi ADPMH dan Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik nasional bidang Perbandingan Mazhab dan Hukum.
Tidak hanya menjadi forum diskusi, rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan unsur akademisi, organisasi profesi, pengelola jurnal, dan mahasiswa dalam satu ruang kolaborasi. Pertemuan tersebut mencakup penguatan keilmuan, pengembangan kurikulum, evaluasi kelembagaan, publikasi ilmiah, hingga pengembangan kreativitas mahasiswa.
Melalui agenda tersebut, Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto terus membuka ruang kolaborasi akademik dengan berbagai perguruan tinggi dan organisasi keilmuan. Penguatan jejaring diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan Perbandingan Mazhab dan Hukum sekaligus memperluas kontribusi akademik dalam merespons persoalan hukum dan keislaman yang berkembang di era digital. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!