Details

Menyatukan Logika dan Nilai dalam Jalan Panjang Pendidikan Matematika

 

UINSAIZU.AC.ID - Di tengah derasnya arus digitalisasi dan modernisasi pendidikan, ada sosok muda yang memilih menapaki jalannya dengan penuh kesadaran dan makna. Ia adalah Rizka Saputro Nugroho, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Lahir dan besar di Purwareja Klampok, Banjarnegara, Rizka bukan sekadar mahasiswa yang mencintai angka, simbol, dan rumus. Lebih dari itu, ia adalah seorang pejuang ilmu yang berupaya memadukan logika, budaya, dan nilai spiritual dalam setiap langkah pendidikannya.

Perjalanan pendidikan Rizka dimulai dari TK Kemala Bhayangkari 18 Purwareja Klampok, lalu melanjutkan ke SD Negeri 2 Klampok, SMP Negeri 3 Purwareja Klampok, dan SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Sejak kecil, ia menunjukkan ketertarikan pada hal-hal yang bersifat analitis dan menantang.

Namun, bagi Rizka, matematika bukan sekadar angka di papan tulis. Ia melihat matematika sebagai bahasa universal yang bisa mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan nilai filosofis tentang keteraturan hidup.

“Bagi saya, matematika tidak hanya berhenti pada hasil hitungan. Ia adalah seni berpikir dan refleksi spiritual atas keteraturan ciptaan Tuhan,” ujarnya. Rekam jejak prestasi Rizka seolah tak berujung. Tahun 2024 dan 2025 menjadi periode gemilang dalam perjalanan akademiknya. Ia menyabet belasan medali emas dan penghargaan nasional di berbagai ajang bergengsi, di antaranya:

Juara 1 Nasional Olimpiade Sains RSCI 2024 bidang Fisika The 1st Winner & Gold Medal Mathematics Sciencelish Olympiade 4 GYPEM 2024 FORDETAK Award 2024 dari Forum Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan se-Indonesia Medali Emas NYSO, OSSAN, ISO, ISEC, dan KSSI Nasional 2024–2025 Juara 1 Diponegoro Short Olympiad III 2024 bidang Matematika.

Tak berhenti di situ, Rizka juga tampil di berbagai konferensi internasional, termasuk sebagai Presenter (Co-Author) di The 2nd International Conference on Mathematics, Geometry, Statistics, and Computation (IC-MaGeSTiC) 2025 serta mengikuti International Faculty Development Programme di India.

Setiap panggung ilmiah yang ia datangi, baginya, bukan sekadar tempat berlomba, tetapi ruang belajar, berbagi, dan menginspirasi. Rizka tidak hanya berkompetisi di bidang sains, tetapi juga aktif menulis buku dan modul ajar yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan nilai budaya lokal.

Beberapa karya monumentalnya antara lain:

1. Buku “Matematika Kelas VIII: Statistika Berbasis SDGs dan Budaya Lokal”(bersertifikat HKI)
2. Buku “Matematika Menyulam Realita Nusantara”
3. Modul ajar Vektor, Peluang, Garis dan Sudut, serta Statistika berbasis SDGs

Karya-karya itu menjadi bukti nyata bahwa bagi Rizka, matematika bukan sekadar hitungan rumus abstrak. Rizka berusaha menjadikan pelajaran ini hidup dan relevan dengan kehidupan masyarakat. “Ilmu yang tidak diamalkan ibarat cahaya yang tak pernah menerangi. Jadikan ilmu sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar pencapaian,” tuturnya mengutip prinsip pribadinya.

Selain berprestasi secara individual, Rizka juga aktif di lingkungan kampus. Ia menjadi anggota Divisi Cendekiawan Matematika (DETIK) di Komunitas Aksi Generasi Matematika (SIGMA) selama dua periode (2023–2025).

Di komunitas ini, ia dan rekan-rekannya fokus pada pengembangan literasi akademik, inovasi pembelajaran matematika, serta peningkatan kemampuan riset mahasiswa. Rizka juga berperan sebagai asisten dosen matematika dan administrasi pendidikan, membuktikan kapasitasnya tak hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai pengajar muda yang siap berbagi ilmu.

Cita-cita Rizka tidak sekadar menjadi ilmuwan atau peneliti. Ia ingin menjadi dosen matematika yang inspiratif dan berintegritas, sosok yang mampu membimbing mahasiswa bukan hanya  dengan teori, tapi juga dengan nilai.

“Menjadi dosen bukan sekadar mengajar, tapi juga menghidupkan semangat belajar dan beretika. Saya ingin membagikan ilmu yang bermakna dan 
berkelanjutan,” katanya.

Bagi Rizka, belajar di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto adalah proses menyatukan dua hal penting: kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Di kampus ini, ia belajar bahwa angka-angka dalam matematika tak ubahnya ayat-ayat semesta yang menuntun manusia pada keteraturan, harmoni, dan keadilan.

Kini, Rizka tengah menyiapkan berbagai karya baru dan pengembangan riset pendidikan matematika berbasis budaya dan keberlanjutan. Ia percaya bahwa pendidikan yang sejati adalah yang memanusiakan manusia.

Dengan segudang prestasi, karya, dan dedikasi, Rizka Saputro Nugroho menjadi potret nyata mahasiswa UIN Saizu yang tidak hanya berpikir logis, tapi juga berhati lembut dan visioner. Ia adalah simbol bahwa keilmuan dan keimanan bukan dua hal yang terpisah, tetapi dua sisi dari satu jalan menuju kemajuan dan keberkahan. (TA)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *