Mengenal Dinda Rosalinda: Mahasiswi Arsitektur UIN Saizu jadi Puteri Wisata Budaya Indonesia 2025

UINSAIZU.AC.ID- Di balik senyum lembut dan sorot mata penuh keyakinan, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang mahasiswi muda asal Banyumas. Namanya Dinda Rosalinda, mahasiswi Program Studi S1 Arsitektur Fakultas Dakwah dan Saintek Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Jumat, 3 Oktober 2025, menjadi hari yang tak akan ia lupakan hari ketika namanya diumumkan sebagai Winner Puteri Wisata Budaya Indonesia 2025. Di atas panggung megah 3rd Putera Puteri Wisata Indonesia 2025 yang digelar di Jakarta, Dinda berdiri anggun dalam balutan kebaya modern dengan nuansa etnik Banyumasan.
Sorot lampu menyorot wajahnya, namun yang benar-benar memantulkan cahaya adalah semangat dan kecerdasannya. Di hadapan juri internasional, ia bukan sekadar menampilkan keindahan busana dan senyum manis, tetapi menyuarakan pesan tentang budaya, arsitektur, dan kelestarian Indonesia.
Lahir dan besar di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Dinda tumbuh di lingkungan yang dikelilingi alam hijau dan tradisi yang hangat. Ia adalah putri pasangan Andy Riswanto dan Murtifah, yang sejak kecil menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan cinta pada tanah kelahiran. “Orang tua saya selalu bilang, apa pun cita-cita kita, jangan pernah lupakan akar budaya dan doa,”kenangnya dengan senyum.
Perjalanan akademiknya dimulai di SD Negeri 1 Rempoah, dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Baturraden, dan SMK Negeri 2 Purwokerto. Sejak usia belia, Dinda sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam dunia seni dan komunikasi. Ia menjuarai berbagai lomba, mulai dari Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI), hingga Duta SMK 2023.
Namun, di balik sederet prestasi itu, Dinda tetap sederhana. Ia dikenal teman-temannya sebagai pribadi yang hangat, penuh empati, dan selalu siap membantu siapa pun di sekitarnya. Langkah Dinda menuju panggung nasional dimulai ketika ia berhasil menjadi Runner-up 2 Puteri Jawa Tengah 2025. Dalam ajang bertema “The Harmony of Java”, Dinda tampil memukau dengan keanggunan dan kecerdasannya berbicara tentang harmoni budaya Jawa di tengah modernitas.

Keberhasilan itu membawanya mewakili Jawa Tengah ke ajang Putera Puteri Wisata Indonesia 2025, di mana ia harus bersaing dengan puluhan finalis dari berbagai provinsi. Selama masa karantina, Dinda tampil konsisten dan berkelas. Pada sesi Head to Head Challenge, ia berhasil memikat para juri dengan gagasan tentang arsitektur berkelanjutan dan pelestarian budaya lokal. Pemikirannya yang tajam membuatnya diganjar gelar Puteri Intelegensia Wisata Indonesia 2025 simbol kecerdasan dan kemampuan berkomunikasi lintas budaya.
Dan di malam grand final, ketika sorot kamera dan tepuk tangan bergema, nama Dinda Rosalinda disebut sebagai Winner Puteri Wisata Budaya Indonesia 2025. Air mata bahagia pun menetes, bukan hanya di pipinya, tapi juga di mata dosen dan teman-temannya yang hadir mendukung. Sebagai mahasiswi arsitektur, Dinda memandang dunia pariwisata dari sudut pandang yang unik. Ia percaya bahwa arsitektur tidak hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang menjaga identitas dan jiwa budaya.
“Pariwisata dan arsitektur saling berkaitan. Melalui arsitektur berkelanjutan, kita bisa menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkan destinasi wisata yang ramah lingkungan,” tuturnya.
Visinya sejalan dengan nilai-nilai UIN Saizu yang menanamkan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Dinda tidak hanya tampil sebagai sosok yang berprestasi, tapi juga sebagai representasi mahasiswa muslim yang modern, cerdas, dan peduli terhadap kebudayaan. Di balik mahkota yang kini ia sandang, Dinda membawa pesan sederhana tapi kuat: “Prestasi lahir dari keberanian bermimpi dan ketekunan berproses.” (TA)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!