Mahasiswi BKI UIN Saizu Lulus Tanpa Skripsi, Artikel tentang Korban Bullying Tembus Jurnal SINTA 2

UINSAIZU.AC.ID- Prestasi akademik membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Seorang mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Falia Nur Arviani, berhasil menyelesaikan studi sarjananya melalui jalur publikasi ilmiah dengan menerbitkan artikel penelitian di jurnal nasional terakreditasi SINTA 2.
Capaian tersebut menjadikan Falia sebagai salah satu mahasiswa yang berhasil meraih gelar sarjana tanpa melalui jalur skripsi konvensional. Ia menjadi penulis pertama dalam artikel ilmiah berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi nasional.
Artikel yang ditulis Falia berjudul “Individual Counseling Services Based on REBT to Handle Student Victims of Bullying at Islamic State Junior High School 1 Banyumas”. Karya ilmiah tersebut diterbitkan dalam G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Yogyakarta yang telah terakreditasi SINTA 2.
Publikasi tersebut menjadi salah satu syarat akademik yang mengantarkan Falia menyelesaikan pendidikan strata satu melalui skema publikasi ilmiah. Keberhasilannya sekaligus menunjukkan kualitas penelitian mahasiswa UIN Saizu yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Penelitian yang dilakukan Falia berangkat dari fenomena bullying yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan. Dalam studi kasus yang dilakukan di MTs Negeri 1 Banyumas, Falia meneliti efektivitas layanan konseling individu berbasis Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam membantu siswa korban bullying mengatasi berbagai dampak psikologis yang dialaminya.
Penelitian tersebut menemukan seorang siswa kelas VII berinisial AA yang telah mengalami bullying verbal sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Korban kerap menerima ejekan terkait kondisi fisiknya, menghadapi intimidasi dari teman sebaya, hingga mengalami perlakuan yang berdampak pada menurunnya rasa percaya diri.
Akibat pengalaman tersebut, korban mengalami kecemasan saat berada di lingkungan sekolah, memiliki pandangan negatif terhadap dirinya sendiri, dan cenderung menarik diri dari pergaulan sosial. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, Falia menerapkan layanan konseling individu dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT).
Pendekatan ini dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni mengidentifikasi pikiran-pikiran irasional yang dimiliki korban, melakukan proses disputasi atau penyanggahan terhadap pikiran negatif tersebut, serta membangun pola pikir baru yang lebih rasional dan positif.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada kondisi korban setelah menjalani proses konseling. Korban mulai menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, lebih berani mengungkapkan perasaan, serta mampu menjalin hubungan sosial yang lebih baik dengan lingkungan sekitarnya.
Temuan tersebut memperkuat pandangan bahwa pendekatan REBT dapat menjadi salah satu metode efektif dalam membantu siswa korban bullying memulihkan kondisi psikologisnya. Di balik keberhasilan tersebut, Falia mengaku harus melewati proses yang cukup panjang dan penuh tantangan. Ia mulai menyusun dan mengembangkan artikel ilmiahnya sejak Februari 2025.
Selama lebih dari satu tahun, naskah tersebut melalui berbagai tahapan, mulai dari proses penulisan, revisi, penyempurnaan substansi, hingga penilaian oleh reviewer jurnal. Setelah melewati seluruh tahapan tersebut, artikelnya resmi terbit pada 11 Februari 2026. “Prosesnya memang panjang, hampir satu tahun. Tapi dari situ saya belajar banyak. Ternyata pengalaman menulis artikel ilmiah itu benar-benar berharga,” ujar Falia.
Ia juga mengaku sempat merasa cemas menjelang sidang munaqasyah karena harus mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya di hadapan para dosen penguji. Namun, kekhawatiran tersebut perlahan sirna setelah proses sidang berjalan lancar dan sesuai harapan.
Keberhasilan Falia menjadi penulis pertama artikel pada jurnal SINTA 2 sekaligus lulus melalui jalur publikasi ilmiah menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki banyak peluang untuk menghasilkan karya akademik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penelitian yang dilakukannya tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di Indonesia, khususnya dalam upaya penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah.
Temuan tersebut menegaskan bahwa layanan konseling individu berbasis REBT mampu membantu korban bullying membangun kembali kepercayaan diri, mengubah pola pikir negatif menjadi lebih positif, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam kehidupan sosial.
Melalui capaian tersebut, Falia Nur Arviani tidak hanya berhasil menyelesaikan studinya dengan prestasi membanggakan, tetapi juga menghadirkan kontribusi akademik yang berpotensi menjadi referensi bagi praktisi pendidikan dan konselor dalam menangani kasus bullying di sekolah. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!