Details

Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Saizu Jadi Duta Baca Provinsi Jawa Tengah

UINSAIZU.AC.ID - Di matanya, buku bukan sekadar tumpukan kertas dengan huruf-huruf kecil di dalamnya. Bagi Ngindana Aghists Zulfa, membaca adalah perjalanan spiritual, jendela dunia, dan cara paling manusiawi untuk mengenal kehidupan.

Mahasiswi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Sains Teknologi (Saintek), UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto itu kini resmi menyandang gelar Duta Baca Provinsi Jawa Tengah Periode 2024 sampai 2025.

Gelar itu bukan hanya simbol prestise, tapi juga tanggung jawab besar menjadi wajah dan suara dari gerakan literasi di provinsi dengan lebih dari 36 juta penduduk. Ais demikian ia akrab disapa, telah membuktikan bahwa cinta terhadap buku bisa menjelma menjadi jalan dakwah, jalan perubahan.

Perjalanan Ais dimulai dari Desa Linggasari, Banyumas, sebuah daerah yang tidak asing dengan budaya gotong royong dan semangat belajar tinggi. Di sanalah, gadis berparas cantik itu mulai mengenal dunia literasi lewat buku-buku sederhana di perpustakaan desa.

“Saya tumbuh di lingkungan yang sederhana, tapi penuh cerita. Setiap kali membaca, saya merasa dunia terbuka lebih luas. Dari situ, saya tahu bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku, tapi juga memahami hidup,” tutur Ais.

Di kampus, semangatnya tak surut. Ia dikenal sebagai mahasiswa aktif, inspiratif, dan multitalenta. Tahun 2025 ini Ais mengemban tugas sebagai Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Saizu Purwokerto 2025. Ais membuktikan bahwa kepemimpinan dan literasi bisa berjalan beriringan.

“Pemimpin sejati adalah pembelajar sejati,” ujarnya tegas. Ajang pemilihan Duta Baca Provinsi Jawa Tengah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng bukanlah lomba biasa.

Para peserta diuji tidak hanya dalam kemampuan public speaking, tapi juga pemahaman mereka tentang literasi, strategi kampanye membaca, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat. Di antara puluhan finalis, Aghists tampil menonjol. Ia tidak hanya berbicara dengan fasih, tetapi berbicara dengan hati.

Dalam presentasinya, ia memaparkan gagasan "Gerakan Membaca untuk Mengubah Dunia.” Ini sebuah pendekatan literasi berbasis komunitas yang memadukan nilai  dakwah Islam dengan semangat literasi modern. ''Literasi bukan hanya membaca teks, tapi juga memahami konteks,'' ucapnya lantang di hadapan dewan juri.

Kalimat sederhana itu seolah menggambarkan misinya: menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup generasi muda. Jarang ada mahasiswa yang mampu menyeimbangkan banyak hal seperti Aghists. Ia aktif di lebih dari 20 organisasi, mulai dari forum anak, komunitas baca, hingga kelompok pengabdian masyarakat.

Ia pernah menjadi: Vice Chairman Children’s Forum Banyumas, Pradani Princess of Siti Masyitoh Scout Group, Ketua DEMA UIN Saizu 2025, Reading Ambassador of Central Java Province, dan Tutor di Bimba Alfalagama Purwokerto. Dari ruang kelas, rapat organisasi, hingga panggung literasi, langkah Aghists seolah tak pernah berhenti.

“Waktu saya mungkin terbagi, tapi hati saya selalu utuh. Semua yang saya lakukan punya satu tujuan: mengabdi,” katanya. Prestasi Ais tak berhenti pada gelar Duta Baca. Ia juga menulis berbagai karya ilmiah dan sastra, menerbitkan tulisan-tulisan di buku antologi, dan beberapa kali menyabet penghargaan lomba puisi dan debat tingkat provinsi.

Ia pernah menempati posisi 10 besar lomba cipta dan baca puisi berbahasa Jawa tingkat Jawa Tengah, serta Juara 1 Lomba Debat Festival Pemberdayaan Nasional.  Baginya, menulis dan berbicara adalah dua sisi dari mata uang yang sama sama-sama alat untuk menggerakkan. “Saya ingin menghidupkan literasi yang tidak berhenti di kertas. Literasi yang menggerakkan manusia untuk lebih peduli, lebih sadar, lebih berbuat,” ungkapnya.

Ketika ditanya bagaimana ia memaknai perannya sebagai Duta Baca Jawa Tengah, Aghists menjawab tanpa ragu: “Menjadi Duta Baca bukan soal selempang dan panggung. Ini tentang bagaimana saya bisa membawa semangat literasi ke desa-desa, ke sekolah-sekolah kecil, dan bahkan ke rumah-rumah yang belum punya rak buku.”

Prestasi Aghists

1. Beberapa karya ilmiah dan sastra telah diterbitkan dalam bentuk buku
2. Masuk dalam 10 besar lomba cipta dan pembacaan puisi berbahasa Jawa tingkat Jawa Tengah
3. Meraih juara 3 lomba pembacaan puisi tingkat provinsi Jawa Tengah dalam acara Diponegoro Vibes
4. Juara 1 lomba debat pada ajang Empowerment Festival
5. Dinobatkan sebagai Putri Intelektual SAIZU 2022

Ia sering berkeliling ke berbagai sekolah dan komunitas di Banyumas dan sekitarnya, membawa buku, dongeng, dan semangat membaca. Di setiap pertemuan, ia menanamkan nilai sederhana: bahwa membaca adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri dan bangsanya.

Selain menjadi Duta Baca, Ais juga terpilih sebagai salah satu peserta Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (AKMINAS) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Bersama dua mahasiswa UIN Saizu lainnya, ia telah menjalani pelatihan kepemimpinan tingkat nasional di Jakarta.

“AKMINAS bukan sekadar pelatihan, tapi wadah belajar nilai-nilai kepemimpinan dan kolaborasi lintas kampus. Saya ingin membawa semangat literasi dan kepemimpinan mahasiswa UIN Saizu ke tingkat nasional,” ucapnya penuh tekad. Kini, di usianya yang masih muda, Ais telah menjadi wajah harapan baru bagi gerakan literasi dan kepemimpinan mahasiswa di Indonesia.

Ia mengajarkan bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang IPK dan gelar, tetapi tentang kebermanfaatan. “Bagi saya, membaca adalah ibadah. Karena lewat membaca, kita mengenal ciptaan Allah dengan lebih dekat,” katanya lembut. Dengan semangatnya yang mengalir seperti tinta di atas kertas, Ngindana Aghists Zulfa terus menulis kisahnya sendiri kisah tentang perjuangan, pengetahuan, dan cinta kepada ilmu. (AR/TA)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #KampusDesaMendunia


 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *