Dari Pecinta Desain hingga Pemakalah di Konferensi Internasional IC-MaGeStiC Tahun 2025

UINSAIZU.AC.ID - Di tengah hiruk pikuk kehidupan kampus, ada sosok mahasiswi yang langkahnya tenang tapi berisi makna. Zahrotul Muna, mahasiswi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu)Purwokerto, menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam Konferensi Internasional IC-MaGeStiC 2025 ajang bergengsi yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara.
Dengan ide segar dan penyampaian yang lugas, Zahrotul tampil sebagai pemakalah muda yang memadukan sains, teknologi, dan pendidikan dalam satu narasi yang memikat. Namun di balik panggung ilmiah itu, kisahnya berawal dari semangat sederhana: keinginan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat.
Zahrotul lahir dan tumbuh di Jakarta. Sejak kecil, ia dikenal tekun dan kreatif. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Semanan 04 PG (2010–2016), lalu melanjutkan ke SMP Negeri 187 Jakarta (2016–2019). Selepas itu, ia memilih jalur berbeda dari kebanyakan teman-temannya SMK AnNuqthah Tangerang (2019–2022) di mana ia mulai menemukan ketertarikan pada desain dan media kreatif. Ketika akhirnya memutuskan kuliah di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (2023–sekarang), Zahrotul membawa semangat baru: memadukan kemampuan logika dan estetika. “Saya ingin menjadi pendidik yang tidak hanya mengajar angka, tapi juga menghidupkan makna di balik angka itu,” ujarnya lembut.
Bagi Zahrotul, belajar di UIN Saizu bukan sekadar menimba ilmu akademik, tapi juga proses pembentukan karakter. “Motivasiku kuliah di UIN Saizu adalah untuk mengembangkan dirisecara akademik dan kepribadian agar bisa memberi kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan matematika,” tuturnya.
Baginya, prestasi bukan tujuan akhir, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menjadi inspirasi. “Aku ingin terus belajar, berinovasi, dan membawa perubahan baik di kampus, di masyarakat, bahkan di dunia pendidikan yang aku cintai,” tambahnya.
Tahun 2025 menjadi tahun bersejarah dalam perjalanan akademiknya. Zahrotul terpilih sebagai pemakalah dalam International Conference on Mathematics, General Science, and Technology in Education (IC-MaGeStiC) 2025) yang diselenggarakan UIN Saizu Purwokerto.

Dalam forum internasional tersebut, Zahrotul mempresentasikan karya inovatif yang menunjukkan bagaimana pembelajaran matematika bisa dikemas lebih interaktif dengan pendekatan desain dan multimedia. “Saya percaya, matematika tidak harus kaku. Ia bisa menjadi seni berpikir, apalagi jika dipadukan dengan teknologi dan visual yang menarik,” ujarnya dengan semangat. Pemikirannya ini disambut antusias oleh peserta lain, membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di kancah ilmiah global.
Selain menekuni matematika, Zahrotul juga dikenal memiliki bakat desain dan editing multimedia. Ia mahir menggabungkan teks, gambar, dan audio menjadi karya yang menarik dan interaktif. “Saya suka mengekspresikan ide lewat visual. Desain dan matematika sama-sama butuh ketelitian, keseimbangan, dan imajinasi,” jelasnya. Kemampuan inilah yang membuatnya beberapa kali menjuarai kompetisi tingkat universitas:
Juara 1 Lomba Media Pembelajaran Mathematics tingkat Universitas Juara 1 Lomba Storytelling tingkat Universitas.
Sebelumnya, semasa SMA, ia juga menjadi peserta aktif di berbagai lomba sains dan matematika tingkat provinsi, termasuk Math Competition Banten–DKI Jakarta 2020. Tak hanya berprestasi secara akademik, Zahrotul juga aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi kampus. Ia menjabat sebagai:
Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika (2024–2025). Tim Media dan Jurnalistik Program Studi Pendidikan Matematika (2024–Sekarang) Relawan Mengajar TPQ Pesantren Ramadhan (2024–2025). Volunteer Pandawa Desa Kabupaten Banyumas.
Melalui aktivitas itu, Zahrotul belajar bahwa ilmu harus turun ke bumi. “Ilmu tidak berhenti di ruang kelas. Ia harus hadir di masyarakat mengajar anak-anak, membantu warga, dan menjadi bagian dari perubahan,” katanya penuh keyakinan.
Zahrotul percaya bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, adalah bagian dari perjalanan panjang menuju makna hidup. “Segala sesuatu adalah perjalanan. Kadang kita jatuh, tapi setiap langkah tetap berarti jika kita melangkah dengan niat yang baik,” ungkapnya. Baginya, prestasi bukan tentang siapa yang tercepat, tapi siapa yang paling konsisten berjalan dengan tujuan yang benar.
Ke depan, Zahrotul ingin menjadi pendidik dan peneliti pendidikan matematika yang mampu menjembatani dunia akademik dan teknologi kreatif. Ia berharap bisa mengembangkan media pembelajaran inovatif agar siswa merasa matematika itu indah dan mudah dipahami. “Saya ingin menunjukkan bahwa matematika bukan hanya soal angka ia adalah bahasa universal untuk memahami keajaiban dunia,” tuturnya dengan senyum tulus.
Kisah Zahrotul Muna adalah cermin semangat mahasiswa masa kini: kritis, kreatif, dan berjiwa pengabdian. Dari Jakarta menuju Purwokerto, dari kelas ke konferensi internasional, ia membuktikan bahwa kecerdasan sejati lahir dari ketulusan belajar dan keberanian untuk berbagi.
Melalui IC-MaGeStiC 2025, Zahrotul bukan hanya menyampaikan makalah tapi juga pesan sederhana yang menggugah: bahwa setiap perjalanan ilmu adalah perjalanan hati. (AR/TA)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!