Details

Dari Karanglewas ke Panggung Nasional: Mahasiswi UIN Saizu Jadi Wakil Jateng di STQH XXVIII

UINSAIZU.AC.ID - Di balik wajah teduh dan tutur lembutnya, tersimpan semangat luar biasa seorang mahasiswi muda bernama Halya Nur Ajilla. Mahasiswi semester 3 Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto ini kini menjadi kebanggaan Jawa Tengah setelah terpilih mewakili provinsi dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XXVIII Tingkat Nasional.

Halya akan tampil di cabang Hafalan Al-Qur’an 30 Juz Putri kategori yang menuntut bukan hanya kemampuan menghafal, tetapi juga ketekunan, kesabaran, serta ketulusan hati dalam menjaga ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ruang Joko Kaiman, Banyumas, menjadi saksi momen haru saat Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, secara resmi melepas keberangkatan Halya ke ajang nasional.

Dalam suasana penuh kebanggaan, hadir pula Prof. Sunhaji, Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, bersama perwakilan Kementerian Agama, Baznas Banyumas, dan berbagai pihak yang selama ini mendukung langkah Halya. “Halya adalah teladan bagi mahasiswa lain. Ia membuktikan bahwa kesungguhan dan cinta terhadap Al-Qur’an dapat mengantarkan seseorang pada prestasi besar,” ujar Prof. Sunhaji.

Menurutnya, prestasi Halya bukan hanya milik pribadi, tetapi juga milik UIN Saizu dan masyarakat Banyumas.

“Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang membawa nama baik kampus dan daerah di kancah nasional,” tambahnya dengan bangga. Halya bukan berasal dari keluarga yang bergelimang fasilitas, namun kecintaannya terhadap Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil.

Lahir dan besar di Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Halya terbiasa menghabiskan waktu di mushala kecil dekat rumahnya, tempat ia mulai menghafal juz demi juz dengan bimbingan guru ngaji. Kini, di usia mudanya, ia telah menyelesaikan hafalan 30 juz dan siap berkompetisi membawa nama Jawa Tengah ke tingkat nasional.

“Setiap ayat adalah pengingat bagi saya untuk terus bersabar dan rendah hati,” ucap Halya dengan senyum malu-malu. Perjalanan panjang menuju STQH Nasional tidaklah mudah. Ia harus melalui berbagai seleksi ketat di tingkat kabupaten hingga provinsi. Namun, dukungan dari keluarga, dosen, dan teman-teman kampus menjadi bahan bakar semangatnya.

Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti juga tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya.  “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi juga milik masyarakat Banyumas dan Jawa Tengah. Halya telah menjadi duta syiar Al-Qur’an yang membanggakan,” ujarnya dalam sambutan hangat.

Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Halya dalam STQH Nasional bukan semata mengejar juara, tetapi juga sebagai wujud pengabdian dalam meneguhkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat modern.

“Jangan hanya berfokus pada hasil, nikmati prosesnya, dan jadikan ini sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan hidup,” pesan Lintarti lembut.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Baznas Banyumas turut memberikan bantuan dana untuk menunjang keberangkatan Halya ke STQH Nasional. Pemerintah daerah juga memastikan dukungan moril dan spiritual terus mengalir selama masa persiapan.

Sebelum tampil di tingkat nasional, Halya telah menjalani masa karantina di Semarang mulai 23 September hingga 8 Oktober 2025. Setelah itu, ia erangkat menuju Kendari, Sulawesi Tenggara, tempat pelaksanaan STQH Nasional yang berlangsung pada 9–19 Oktober 2025.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan. Mohon doanya agar saya diberi kelancaran dalam lomba ini,” ucap Halya lirih, menyiratkan ketulusan seorang penghafal Al-Qur’an yang siap mengabdikan ilmunya.

Ia telah berupaya tampil maksimal dalam ajang lomba tersebut, meskipun belum bisa membawa gelar juara. Kisah Halya Nur Ajilla bukan hanya tentang kompetisi. Ini adalah cermin bagaimana generasi muda kampus Islam mampu berprestasi tanpa meninggalkan akar spiritualitasnya.

Halya menunjukkan bahwa menghafal Al-Qur’an bukan sekadar mengingat ayat, tetapi menanamkan nilai-nilai kehidupan yang menuntun langkah di dunia nyata. UIN Saizu terus berkomitmen mencetak generasi Qurani seperti Halya yang menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidup dan sumber kekuatan untuk menginspirasi sesama. (AR/TA)


Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *