Details

Dari Belik Pemalang ke Panggung Nasional, Dai Muda UIN Saizu Kini Siap Diwisuda Sarjana Agama

UINSAIZU.AC.ID - Nama Wita Azqi Fitria kini kian bersinar di jagat dakwah nasional. Mahasiswi berprestasi dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto ini tak hanya dikenal karena aksinya yang memukau di panggung AKSI Indosiar 2025, tetapi juga karena prestasinya di bidang akademik.

Perempuan kelahiran Belik, Pemalang, 1 Januari 2004 ini telah menyelesaikan studi strata satu (S1) di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH). Pada November 2025, ia resmi akan diwisuda dan menyandang gelar Sarjana Agama (S.Ag).

Perjalanan akademik dan spiritual Azqi mencerminkan sosok muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Menjadi dai bukan hanya tentang berbicara di atas mimbar, tapi tentang bagaimana meneladani nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak awal kuliah, Azqi dikenal sebagai mahasiswi yang aktif dan berprestasi. Di sela kesibukan akademiknya, ia rajin mengikuti lomba-lomba dakwah tingkat daerah dan nasional. Bakat retorikanya mulai menonjol sejak di bangku Madrasah Aliyah, dan semakin berkembang setelah menempuh pendidikan di UIN Saizu Purwokerto.

Teman-temannya mengenal Azqi sebagai sosok yang disiplin, religius, dan selalu ceria. Dosen pembimbingnya di Fakultas Ushuluddin menyebut Azqi sebagai mahasiswa yang “mempunyai perpaduan ideal antara kecerdasan rasional dan spiritual.”

“Azqi bukan hanya pandai berbicara, tapi juga memiliki kedalaman makna dalam setiap dakwahnya. Ia mampu menggabungkan pesan keagamaan dengan konteks
sosial yang relevan,” ungkap Dr. Alief Budiono, dosen pembina kemahasiswaan UIN Saizu.

Popularitas Azqi melejit ketika ia lolos seleksi nasional AKSI Indosiar 2025 dan berhasil menembus Top 16 besar. Di ajang itu, ia menampilkan gaya dakwah yang berbeda dari peserta lain memadukan tembang Jawa, prolog berbahasa Inggris, dan retorika keagamaan yang kuat.

Dalam salah satu penampilannya bertema “Tawakal di Tengah Ujian”, Azqi mengajak penonton untuk melihat kehidupan dengan hati yang tenang dan penuh keyakinan. Ceramahnya yang menyentuh dan penuh hikmah membuat juri dan penonton terpukau.

“Jangan menyerah saat dunia menguji. Karena di balik ujian, Allah sedang menyiapkan kejutan terbaik untuk kita,” ujar Azqi dalam salah satu cuplikan ceramahnya.

Kecerdasannya dalam mengolah pesan moral menjadi bahasa yang ringan namun berisi membuatnya digadang-gadang sebagai wajah baru dai muda Indonesia.

Prestasi Azqi mendapat dukungan luas, baik dari pihak kampus maupun dari masyarakat di daerah asalnya, Pemalang. 

Rombongan pimpinan UIN Saizu yang dipimpin oleh Prof. Sunhaji (Wakil Rektor III Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni) bahkan secara khusus berkunjung ke Kecamatan Belik dan Desa Belik, Pemalang, untuk mempererat komunikasi dan memberikan dukungan moral kepada keluarga Azqi.

Dalam kunjungan itu, Camat Belik M. Maksum dan Kepala Desa Belik Nur Ajizah menyatakan kebanggaannya terhadap putri daerah yang telah mengharumkan nama Pemalang di kancah nasional. “Kami bangga kepada Wita Azqi Fitria.

Ia bukan hanya membawa nama baik kampung halamannya, tapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Belik,” ujar M. Maksum.

Di luar dunia dakwah televisi, Azqi aktif dalam berbagai kegiatan sosial kampus. Ia kerap menjadi pengisi kajian Ramadan, pembina remaja masjid, serta pembicara dalam seminar keislaman di berbagai daerah.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian studi dan skripsi, Wita Azqi Fitria kini siap diwisuda pada periode November 2025 bersama ratusan lulusan terbaik UIN Saizu.

Momen wisuda ini menjadi penanda baru bagi perjalanan dakwah dan pengabdiannya kepada masyarakat. Prof. Sunhaji menyebut Azqi sebagai representasi mahasiswa ideal berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

“Azqi adalah bukti bahwa UIN Saizu mampu melahirkan dai muda yang intelektual dan 
kreatif. Ia contoh nyata sinergi antara ilmu, 
iman, dan pengabdian,” tegasnya.

Ke depan, Azqi berencana melanjutkan studi ke jenjang magister sambil tetap aktif berdakwah di berbagai media. Ia ingin mengembangkan model dakwah yang lebih dekat dengan generasi muda, terutama dengan memanfaatkan media digital dan budaya lokal sebagai sarana penyampaian pesan Islam yang menyejukkan.

Perjalanan Wita Azqi Fitria adalah cermin dari generasi muslimah modern: berilmu, percaya diri, berbudaya, dan tetap menjunjung tinggi nilai spiritual. Di tengah arus digitalisasi dan tantangan moral, sosoknya menjadi teladan bahwa dakwah bisa dikemas secara kreatif tanpa kehilangan esensi ajaran Islam.

“Saya ingin membuktikan bahwa perempuan bisa berdakwah dengan elegan, lembut, tapi tetap tegas dalam menyampaikan kebenaran,” ujar Azqi penuh keyakinan.

Kini, dengan gelar Sarjana Agama (S.Ag) di tangan, Azqi siap menapaki babak baru dalam perjalanan hidupnya melanjutkan misi dakwah yang tidak hanya menembus panggung televisi, tetapi juga menyentuh hati umat di berbagai penjuru negeri.

Dari Belik yang sederhana hingga studio megah Indosiar, dari ruang kelas kampus hingga panggung nasional, perjalanan Wita Azqi Fitria adalah bukti nyata bahwa cahaya dakwah bisa lahir dari mana saja asal ada niat, tekad, dan keikhlasan. (AR/TA)

 

Kampus Desa Mendunia!

 

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #KampusDesaMendunia
 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *