Workshop Moderasi Beragama: Pemahaman dan Tantangan
Purwokerto,- Bertempat di Hall Perpustakaan UIN SAIZU Purwokerto, Workshop Penguatan Wawasan Moderasi Beragama dan Kebangsaan diselenggarakan oleh Pusat Kajian Moderasi Beragama dan Pancasila UIN SAIZU Purwokerto pada Rabu (29/11). Acara ini dihadiri oleh 100 peserta, yang keseluruhannya merupakan Penyuluh Agama se-Banyumas. Narasumber utama dalam workshop ini adalah Prof. Ahmad Rofiq, seorang ahli dari UIN Walisongo Semarang, yang memberikan wawasan dan pemahaman mendalam terkait moderasi beragama dan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Rektor UIN SAIZU Purwokerto, Prof. Ridwan, menekankan pentingnya wawasan moderasi beragama bagi penyuluh agama. Beliau menyampaikan bahwa dalam menghadapi dinamika keberagaman masyarakat, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mempromosikan moderasi dan kedamaian. Menurut Prof. Ridwan, wawasan moderasi beragama membantu menciptakan pemahaman yang seimbang dan toleran terhadap perbedaan, sehingga mampu membangun harmoni di tengah masyarakat yang multikultural.
Prof. Ahmad Rofiq sebagai narasumber utama mengupas materi dengan fokus pada “Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama Islam.” Beliau menjelaskan konsep-konsep kunci dalam mencapai moderasi beragama, sekaligus mengaitkannya dengan nilai-nilai kebangsaan yang tercermin dalam Pancasila. Dalam materinya, Prof. Rofiq mengajak peserta untuk meresapi makna moderasi beragama sebagai bentuk pengamalan ajaran agama yang toleran dan penuh kasih sayang.
Workshop ini tidak hanya dihadiri oleh penyuluh agama, tetapi juga melibatkan Prof. Ansori, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN SAIZU Purwokerto. Kepala Pusat Kajian Moderasi Beragama dan Kebangsaan. Turhamun menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah nyata universitas dalam meningkatkan kualitas penyuluh agama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama dapat lebih memahami peran mereka dalam mengembangkan moderasi beragama dan kontribusi positif terhadap pembangunan bangsa. Workshop tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab, diskusi, dan sharing pengalaman, sehingga peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam dan aplikatif terkait dengan tema yang diangkat.



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!