Workshop MBKM dengan Andi Noya
Purwokerto – Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum MBKM Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto, Jumat (03/11). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto. Acara ini menjadi sarana bagi dosen Fakultas Dakwah untuk menggali konsep Merdeka Belajar yang relevan dengan zaman ini.
Dalam workshop ini, Fakultas Dakwah menghadirkan seorang public figur yang dikenal melalui acara Kick Andy sebagai narasumber. Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. H. Abdul Basit, M. Ag., mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesediaan narasumber untuk berbagi pengalaman kepada dosen Fakultas Dakwah, terutama mengenai konsep Merdeka Belajar yang menjadi fokus utama dalam dunia pendidikan saat ini.
“Beliau adalah sosok pribadi yang sangat inspiratif dalam menggali berbagai hal. Kami merasa bangga Fakultas Dakwah mampu menghadirkan Andi F. Noya untuk pertama kalinya di UIN SAIZU. Harapannya, kita dapat mengambil gagasan-gagasan berharga dari beliau, terutama terkait pengembangan mahasiswa dan pesantren, terutama dalam bidang vokasi,” kata Prof. Abdul Basit.
Dalam sesi pemaparan materi, Andi F. Noya memotivasi para hadirin untuk merenungi bagaimana mahasiswa UIN SAIZU Purwokerto menjalani masa pendidikannya. Ia mengajak audien untuk merenung apakah mahasiswa merasa bahagia dalam proses menuntut ilmu di perguruan tinggi ini, atau mungkin ada yang merasa terjebak dengan pilihan yang diambil atas dorongan orang tua atau faktor lainnya.
Andi F. Noya juga menggarisbawahi peran penting para dosen selain memberikan perkuliahan, yaitu memberikan motivasi, kenyamanan, dan pembekalan soft skill kepada mahasiswa agar mereka siap menghadapi tantangan di dunia nyata setelah menyelesaikan pendidikan di UIN.
“Menjadi guru, menjadi dosen, adalah panggilan jiwa. Oleh karena itu, cobalah untuk melihat lebih dekat para mahasiswa, bantu mereka menggali potensi yang ada dalam diri mereka,” ungkap Andi F. Noya.
Selain itu, narasumber tersebut membagikan empat tahapan agar manusia dapat mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Tahap pertama adalah tahap “survival” atau perjuangan, di mana seseorang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tahap kedua adalah tahap “security,” di mana seseorang telah mencapai kondisi hidup yang lebih baik dan merasa cukup. Tahap ketiga adalah tahap “sukses,” yang dikaitkan dengan tercapainya berbagai keinginan dan kesuksesan pribadi. Tahap terakhir adalah tahap “signifikansi,” yang menekankan bagaimana seseorang dapat membantu orang lain yang mengalami kesulitan.
Andi F. Noya menekankan bahwa kekayaan bukanlah satu-satunya tolak ukur kesuksesan, melainkan sejauh mana seseorang memberikan manfaat kepada orang lain. Berbagi adalah kunci kebahagiaan yang sejati.
Rektor UIN SAIZU Purwokerto, dalam tanggapannya, mengutip kata-kata Sayidina Ali tentang pendidikan anak. “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka, bukan di zaman kita,” ungkap Rektor. Hal ini menjadi relevan dengan pesan yang disampaikan oleh Andi F. Noya, yaitu perlunya mendidik generasi muda untuk memiliki pribadi yang unggul dan berkualitas, serta aktif berkontribusi dalam masyarakat.
Workshop Implementasi Kurikulum MBKM ini menjadi momentum berharga bagi Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto untuk merenungkan peran penting dalam pendidikan dan pengembangan mahasiswa. Harapannya, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan tuntutan zaman.




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!