Warek II UIN Saizu Tegaskan Pentingnya Memperkuat Niat dalam Ibadah Puasa Ramadan

UINSAIZU.AC.ID- Wakil Rektor II UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof Sulkhan Chakim, menegaskan pentingnya memperkuat niat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Pesan tersebut disampaikan dalam program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto yang mengulas urgensi niat sebagai fondasi utama setiap amal ibadah.
Dalam penyampaiannya, Prof. Sulkhan mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman dan spiritualitas, bukan sekadar menjalankan rutinitas tahunan.
“Setiap amal tergantung pada niatnya. Karena itu, puasa Ramadan harus diawali dengan niat yang kuat dan tulus,” ujarnya.
Menurut Prof. Sulkhan, niat menjadi faktor penentu sah atau tidaknya ibadah, sekaligus menentukan kualitas pahala yang diperoleh. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW innamal a’malu binniyat yang menegaskan bahwa nilai amal sangat bergantung pada niat pelakunya.
Ia juga merujuk pada pandangan ulama dalam Kitab Risalah al-Mustarsyidin yang mengingatkan pentingnya mengkaji dan meneliti niat secara mendalam (fafhas ‘anin niyyah).
Hal ini dinilai relevan dalam konteks Ramadan yang berlangsung selama satu bulan penuh dan penuh tantangan. “Pahala dan balasan itu bergantung pada kualitas niat. Maka niat harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
Dalam tausiyahnya, Prof. Sulkhan menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan terhadap syahwat duniawi sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran. Karena itu, Ramadan menjadi sarana penguatan dimensi spiritual agar manusia mampu mengendalikan dorongan material dan hawa nafsu.
Ia menekankan bahwa niat yang kuat akan membantu seorang muslim menjaga konsistensi ibadah dari awal hingga akhir Ramadan.
Mengutip pemikiran ulama besar Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Prof. Sulkhan menyebut niat sebagai “kepala” dari setiap amal. Tanpa niat yang benar, amal tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas.
“Niat adalah asas dan prinsip yang menjadi bangunan amal. Sahnya puasa juga ditentukan oleh niatnya,” jelasnya. Ia menambahkan, keberlangsungan (sustainabilitas) amal ibadah selama Ramadan sangat ditentukan oleh kekuatan niat di awal pelaksanaan.
Di akhir tausiyah, Prof. Sulkhan mengajak umat Islam untuk mempersiapkan Ramadan dengan kesungguhan dan kekhusyukan. Dengan niat yang tulus, puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai maksimal di sisi Allah SWT.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kunci utama meraih kualitas puasa Ramadan terletak pada keteguhan niat, keikhlasan hati, dan komitmen menjaga amal selama bulan suci. (AR/TA)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!