Details

Wakil Rektor III UIN Saizu Jenguk Mahasiswa KMPA Faktapala yang Alami Insiden Flying Fox Saat PBAK 2026

 

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Sunhaji memastikan kesehatan Umi Nazelatul Maghfiroh, anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KMPA Faktapala terus membaik, Kamis (20/8/2026).

Umi Nazelatul Maghfiroh sebelumnya mengalami insiden saat demonstrasi kemampuan flying fox dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Dalam kunjungan tersebut, Prof. Sunhaji didampingi Pembina Kemahasiswaan UIN Saizu Purwokerto, Dr. Alief Budiyono, serta Koordinator Tim Humas UIN Saizu, Safrudin Aziz.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pimpinan UIN Saizu Purwokerto terhadap kondisi mahasiswa yang mengalami insiden saat menjalankan demonstrasi kemampuan organisasi kemahasiswaan di hadapan mahasiswa baru. Prof. Sunhaji memastikan kondisi Umi Nazelatul Maghfiroh atau yang akrab disapa Zela tersebut dalam keadaan baik.

Berdasarkan pemeriksaan dan hasil rontgen, mahasiswa tersebut tidak mengalami patah tulang. “Pada hari ini kami menjenguk Zela untuk memastikan kondisi kesehatannya terus membaik. Alhamdulillah pada hari ini Mbak Zela, sudah sehat. Saat ini katanya hanya masih ada memar, mungkin sehari dua hari kembali membaik,” ujar Prof. Sunhaji.

Prof. Sunhaji juga menyampaikan bahwa Zela merupakan anggota KMPA Faktapala yang telah mendapatkan pelatihan dan memahami prosedur kegiatan flying fox. Pihaknya meluruskan informasi yang keliru di sejumlah akun medsos yang menyebutkan dia adalah mahasiswa baru. Zela merupakan mahasiswa semester tiga Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Dijelaskan, insiden tersebut menurutnya perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk faktor alam dan kondisi peralatan yang digunakan. “Kalau menurut saya, prosedur yang telah dilakukan oleh KMPA Faktapala sudah sesuai. Telah dilakukan beberapa kali percobaan, sudah bagus. Hanya menurut saya ini faktor alam, karena suasana juga sudah siang dan panas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KMPA Faktapala UIN Saizu Purwokerto, Aulia Alfa Zain, yang akrab disapa Gondo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan dan uji coba peralatan sebelum demonstrasi flying fox. Menurut Gondo, dalam pelaksanaan flying fox tersebut terdapat dua jenis perangkat dengan bahan yang berbeda.

Salah satu perangkat memiliki karakter peluncuran yang relatif lebih cepat. “Memang kalau yang bahan baja itu peluncurannya agak sedikit cepat. Mungkin karena waktu itu cuacanya panas, sehingga terjadi pemuaian sedikit pada bahan tersebut. Jadinya agak lebih cepat,” kata Gondo.

 

 

Kondisi tersebut kemudian berpengaruh ketika proses pengereman. Selain itu, faktor cuaca juga diduga memengaruhi tingkat ketegangan tali yang digunakan. Meski demikian, Gondo menegaskan bahwa sistem pengamanan telah dipersiapkan. Proses pengereman juga tetap bekerja sehingga dampak insiden tidak menjadi lebih serius.

Dia mengatakan, pihak KMPA Faktapala sebelumnya telah melakukan trial atau uji coba peralatan. Dalam proses persiapan tersebut, pihaknya juga mendapat pendampingan dari tenaga profesional yang memahami sistem flying fox. “Setelah konsultasi prosedur dan bahkan kemarin didampingi profesional, sudah dipastikan aman semua. Kami juga sudah melakukan trial dari hari sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Gondo, evaluasi tetap menjadi bagian penting setelah insiden tersebut. Terutama berkaitan dengan kondisi dan kelayakan peralatan yang digunakan dalam kegiatan flying fox. “Ke depannya tentu akan lebih diperhatikan lagi penggunaan alatnya. Ada beberapa alat yang mungkin sebaiknya dilakukan peremajaan supaya lebih aman,” katanya.

Gondo menyampaikan kondisi Zela saat ini semakin membaik. Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan obat, rasa nyeri yang sebelumnya dirasakan juga mulai berkurang. “Alhamdulillah sudah bisa beraktivitas. Setelah dironsen tidak ada patah tulang, hanya lebam. Mungkin nyeri karena syok,” ungkapnya.

Pihak KMPA Faktapala berharap kondisi Zela segera pulih, sehingga dapat kembali mengikuti aktivitas perkuliahan dan kegiatan kemahasiswaan seperti biasa. Sementara itu, Prof. Sunhaji memberikan dukungan kepada Zela dan berharap mahasiswa tersebut segera pulih sepenuhnya.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat menjenguk Zela pada hari sebelumnya. Prof. Sunhaji berharap mahasiswa tersebut tetap mendapatkan pendampingan hingga benar-benar pulih. Bagi UIN Saizu, insiden tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi, guna memastikan setiap kegiatan demonstrasi kemampuan mahasiswa aman dan tak membahayakan.

Lebih khusus kegiatan yang melibatkan aktivitas berisiko, tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesiapan peralatan, prosedur operasional, serta pendampingan profesional. Dengan kondisi Zela yang terus membaik, pimpinan UIN Saizu berharap dia dapat segera kembali mengikuti kegiatan akademik dan aktivitas kemahasiswaan. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *