UIN Saizu Siapkan FGD Penguatan Humas Berbasis Aduan Masyarakat, Libatkan Pengelola Kos-Kosan di Sekitar Kampus

UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Rapat Koordinasi persiapan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Humas Berbasis Aduan Masyarakat bagi Pengelola Kos-Kosan di Lingkungan Kampus UIN Saizu Purwokerto,” pada Senin (15/6/2026).
Rapat yang diselenggarakan Humas UIN Saizu Purwokerto itu berlangsung di Ruang Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Sunhaji, serta dihadiri seluruh panitia pelaksana kegiatan FGD.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis UIN Saizu dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antara kampus, masyarakat, pemerintah setempat, serta para pengelola kos-kosan yang menjadi tempat tinggal mahasiswa di sekitar kampus.
Dalam sambutannya, Prof. Sunhaji menyampaikan apresiasi kepada Humas UIN Saizu dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Dia juga memberikan arahan mengenai berbagai isu yang akan menjadi fokus pembahasan dalam FGD mendatang.
Menurutnya, meskipun program wajib mondok bagi mahasiswa UIN Saizu Purwokerto sudah tidak diberlakukan, hal itu tidak berarti mahasiswa terlepas dari lingkungan pesantren dan kegiatan keagamaan.
“Mahasiswa UIN Saizu masih banyak yang tetap aktif mengikuti kegiatan mengaji dengan para pengajar dari pesantren, meskipun sebagian memilih tinggal di kos-kosan. Karena itu, komunikasi dan sinergi dengan pengelola kos menjadi sangat penting,” ujar Prof. Sunhaji.
Dia menegaskan bahwa keberadaan kos-kosan di sekitar kampus memiliki peran strategis dalam mendukung proses pendidikan, pembinaan karakter, dan pengawasan sosial mahasiswa selama menjalani masa studi.
Sementara itu, Koordinator Humas UIN Saizu Purwokerto, Safrudin Aziz, memaparkan sejumlah agenda dan teknis pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026. FGD tersebut akan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Lurah Purwanegara dan Danramil Purwokerto Utara.
Menurut Safrudin, pemilihan kedua narasumber tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antara kampus dengan unsur pemerintahan dan keamanan di wilayah sekitar kampus. “Kehadiran narasumber dari unsur kelurahan dan TNI diharapkan dapat memperkuat komunikasi, koordinasi, silaturahmi, serta kolaborasi antara pengelola kos-kosan dengan UIN Saizu maupun pemerintah setempat,” jelasnya.
FGD nantinya akan diikuti sekitar 50 pengelola kos-kosan yang berada di sekitar kampus UIN Saizu Purwokerto. Selain itu, kegiatan juga melibatkan unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor.
Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang dialog yang konstruktif dalam membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sebagai kampus yang memiliki ribuan mahasiswa aktif, sebagian besar penghuni kos-kosan di sekitar kampus merupakan mahasiswa UIN Saizu. Karena itu, diperlukan mekanisme komunikasi yang baik antara kampus dan masyarakat untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang mungkin muncul.
Safrudin menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama FGD adalah membangun sistem komunikasi berbasis aduan masyarakat yang lebih efektif. Melalui forum tersebut, pengelola kos-kosan, pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan pihak kampus dapat membangun kesepahaman mengenai mekanisme penyampaian informasi apabila terjadi persoalan yang melibatkan mahasiswa.
“Jika terdapat aduan atau permasalahan terkait mahasiswa yang tinggal di kos-kosan, maka informasi tersebut dapat disampaikan kepada Humas UIN Saizu maupun pihak pemerintah dan aparat keamanan setempat sehingga dapat ditindaklanjuti secara tepat,” ujarnya.
Dengan adanya komunikasi yang terbangun secara baik, diharapkan berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui pendekatan dialogis, edukatif, dan kolaboratif.
Dalam rapat tersebut, Koordinator Humas juga mengusulkan agar FGD membahas berbagai tantangan sosial yang perlu diantisipasi bersama, termasuk pentingnya menciptakan lingkungan kos yang aman, nyaman, dan mendukung keberhasilan studi mahasiswa.
Menurutnya, pengelola kos-kosan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan hunian yang kondusif dan selaras dengan norma hukum, norma sosial, serta nilai-nilai akademik yang berkembang di masyarakat.
Oleh karena itu, para pengelola kos direncanakan akan mendapatkan sosialisasi mengenai pengelolaan kos yang berkarakter, mencakup aspek pembinaan lingkungan, keamanan, ketertiban, hingga penguatan tanggung jawab sosial dalam mendukung kehidupan mahasiswa.
“Kos-kosan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga harus menjadi lingkungan yang mendukung mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan meraih kesuksesan akademik,” kata Safrudin.
Rapat persiapan ditutup dengan sesi berbagi gagasan dan diskusi antarpanitia guna menyempurnakan konsep pelaksanaan FGD. Berbagai masukan yang muncul akan menjadi bahan penyempurnaan agenda kegiatan agar mampu menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi kampus dan masyarakat.
Melalui FGD Penguatan Humas Berbasis Aduan Masyarakat ini, UIN Saizu Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar kampus, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif bagi mahasiswa. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!