Details

UIN Saizu Raih Penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender Tingkat Madya, Bukti Komitmen Wujudkan Kampus Aman dan Inklusif

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

PSGA UIN Saizu berhasil meraih Penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award III kategori Tingkat Madya dalam ajang Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang digelar di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 30 Juni–2 Juli 2026.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan gender, inklusivitas, serta menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Delegasi UIN Saizu Purwokerto dalam forum nasional tersebut dipimpin oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Ansori, bersama Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Dr. Ida Novianti.

PTRG Award III merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada perguruan tinggi keagamaan Islam yang dinilai berhasil mengimplementasikan pengarusutamaan gender dalam tata kelola kelembagaan, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Tahun ini, sebanyak 44 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dari seluruh Indonesia mengikuti proses seleksi. Penilaian dilakukan secara bertahap melalui verifikasi administrasi, evaluasi dokumen, hingga presentasi praktik baik yang dilakukan masing-masing perguruan tinggi.

Penghargaan yang diterima UIN Saizu Purwokerto menunjukkan bahwa berbagai kebijakan dan program yang dijalankan kampus telah memenuhi indikator sebagai perguruan tinggi yang responsif gender.

Kepala PSGA UIN Saizu Purwokerto, Dr. Ida Novianti, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan berbagai program yang mendukung terwujudnya kampus yang ramah gender dan bebas dari kekerasan.

Menurutnya, pengarusutamaan gender tidak hanya menjadi tanggung jawab PSGA, tetapi harus menjadi budaya yang hidup dalam seluruh aktivitas akademik maupun nonakademik.

"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja bersama seluruh sivitas akademika UIN Saizu. Ke depan, kami akan terus memperkuat edukasi kesetaraan gender, meningkatkan implementasi PPKS, serta memperluas kolaborasi agar budaya kampus yang aman, inklusif, dan menghargai setiap individu semakin kuat," ujarnya.

Ketua LPPM UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ansori, menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan tridarma perguruan tinggi di UIN Saizu selalu diselaraskan dengan nilai-nilai keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Pihaknya menegaskan, keberhasilan tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh unit di lingkungan kampus untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan yang berorientasi pada pelayanan yang inklusif dan berkeadilan.

Menurutnya, penguatan perspektif gender juga menjadi bagian penting dalam kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan sivitas akademika UIN Saizu Purwokerto.

Konsolidasi Nasional PSGA PTKI mengusung tema "Strengthening Gender Justice, Inclusion, and Violence-Free Campuses within the Islamic Higher Education Ecosystem."

Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi Islam di Indonesia untuk berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik baik dalam memperkuat kelembagaan PSGA dan implementasi sistem Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Selain menjadi ajang pemberian penghargaan, kegiatan ini juga menghasilkan berbagai rekomendasi nasional guna memperkuat kebijakan kampus yang responsif gender, meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, serta mendukung terciptanya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan.

Penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender Tingkat Madya menjadi tonggak penting bagi UIN Saizu Purwokerto Purwokerto dalam memperkuat komitmen terhadap pengarusutamaan gender di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui PSGA bersama Satgas PPKS, UIN Saizu terus mengembangkan berbagai program edukasi, pendampingan, penguatan kebijakan, hingga peningkatan kapasitas sivitas akademika agar seluruh warga kampus memperoleh hak yang sama dalam belajar, bekerja, dan berkarya tanpa diskriminasi maupun kekerasan.

Prestasi nasional ini sekaligus mempertegas posisi UIN Saizu Purwokerto sebagai salah satu PTKI yang konsisten membangun ekosistem pendidikan tinggi yang humanis, inklusif, serta selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dan visi Indonesia Emas 2045. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *