Details

UIN SAIZU Purwokerto Menuju Layanan Unggul dengan PTSP: Sharing Pengalaman dari Para Ahli

Purwokerto – UIN SAIZU Purwokerto berupaya maksimal untuk meningkatkan layanan prima di bagi masyarakat kampus pada khususnya dan masyarakat umum. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Focus Group Discussion Layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto di Gedung Rektorat, Jumat (17/11).

FGD ini menghadirkan dua narasumber diantaranya Isman, S.Pt dari Kankemenag Kabupaten Bantul yang materinya berfokus pada SOP Layanan PTSP dan layanan teknis. Sedangkan untuk layanan digital tentang PTSP dihadirkan  Eko Haryanto, S. Kom. dari IAIN Kudus.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Administrasi, Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Drs. H. Edhi Gunawan, M. Pd.I menjelaskan bahwa sebuah layanan prima yang diberikan kepada pelanggan yakni masyarakat kampus harus mampu menghadirkan kepuasan dan kesan yang menyenangkan.Sehingga pihaknya melalui PTSP sudah bersiap untuk mewujudkan hal tersebut.

“SDM sudah ditunjuk, Sarana dan prasarana pun sudah disiapkan, seperti tempat yang nyaman ber-AC serta beberapa unit komputer untuk diisi aplikasi yang dibutuhkan. Selain itu, kami juga sudah melakukan bench marking ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dan IAIN Kudus untuk menimba ilmu dari mereka,” ujarnya.

Kabiro AUPK juga menyampaikan harapannya, bahwa dengan menghadirkan kedua narasumber pada hari ini, pihaknya kedepann akan mampu menyelenggarakan pelayanan prima, mampu memberikan informasi  yang cepat, tepat dan solutif melalui PTSP tersebut.

“Pelanggan juga akan dijamu dengan suguhan minuman, ada teh ada kopi juga permen,” imbuhnya.

Isman, S.Pt, SAP., Kankemenag Kabupaten Bantul dalam pemaparan materinya mengklaim bahwa website yang dimiliki oleh satuan kerjanya sudah sesuai standar informasi publik. Artinya, sudah mengakomodir kebutuhan publik. Termasuk didalamnya terdapat layanan haji dan umroh, legalisir dokumen dan lain sebagainya.

Isman juga menularkan semangat dengan membagikan  kata sakral bagi Kankemenag kabupaten Bantul yakni yang pertama hukum tertinggi adalah kepuasan masyarakat. Kemudian kekuatan terbesar bukan berada pada kelengkapan sarana dan prasarana melainkan komitmen bagaimana SOP bisa tercapai dengan Istiqomah.

“Selama ini, Mainset kita dalam hal  pelayanan online ada di level dua yakni berfokus pada pelayanan fisik, padahal  pelayanan online tidak memerlukan fasilitasi yang luar biasa, akan tetapi perlu adanya sosialisasi bagaimana pelanggan dapat mengakses dengan baik pelayanan tersebut,” katanya.

Ia melanjutkan, kata sakral uang terakhir yakni penggerak terhebat adalah inovasi. Menurutnya, tanpa adanya inovasi, kinerja dan pelayanan akan stagnan bahkan usang oleh jaman. Sehingga pihaknya memiliki forum yang dinamakan sabahat kemenag untuk mengkampanyekan pelayanan kepada masyarakat yang didalamnya ada Pejabat-pejabat pada lembaga-lembaga yang ada di wilayah kemenag Bantul. Serta sebagai sarana untuk menghimpun kebutuhan masyarakat.

“PTSP kami merupakan PTSP pertama di tingkat kemenag pada tahun 2017. Bahkan tempatnya masih kecil. Saat itu, kami datang ke kantor BKN Kanreg Yogyakarta untuk belajar dan meniru sehingga program yang ada pun mengkiblat ke sana”, ujarnya.

Narasumber kedua, Eko Ariyanto, S. Kom, IAIN Kudus menyampaikan saat ini, pelayanan di IAIN Kudus hampir separuhnya sesudah menggunakan aplikasi.

“Pelayanan offline di kami saat ini presentasinya tinggal 59 persen. Baik pelayanan akademik, kepegawaian, kemahasiswaan dan lainnya sudah dapat diakses secara online. Seperti surat keterangan masih kuliah, dan lain sebagainya,” katanya.

Eko menjelaskan, untuk membangun sebuah layanan PTSP, langkah awal yang dapat ditempuh yakni dengan Mengumpulkan dokumen baik dokumen yang dibutuhkan pelanggan, formatnya disistemkan dan bagaimana alur untuk dapat mengakses layanan tersebut.

“Hal yang urgent juga yakni berkaitan dengan Notifikasi, seperti Notifikasi via WhatsApp, dan notfikasi melalui email, karena notifikasi sangat penting keberadaannya, sehingga diprioritaskan agar permintaan pelayanan dapat segera diberikan. Selanjutnya, disusul dengan dengan fasilitas reminder untuk pengingat”, ujarnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *