UIN Saizu Perkuat Komitmen Jadi Kampus Hijau Berkelas Dunia, Progres UI GreenMetric 2026 Capai 93 Persen

UINSAIZU.AC.ID- Komitmen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto dalam mewujudkan kampus berkelanjutan atau green campus terus menunjukkan perkembangan positif.
Hal itu terlihat dari capaian pengisian data UI GreenMetric World University Rankings 2026 yang telah mencapai sekitar 93 persen, sekaligus mendapat apresiasi dari Tim UI GreenMetric atas peningkatan kualitas dokumen pendukung (evidence) yang disiapkan kampus.
Perkembangan tersebut terungkap dalam pertemuan antara Tim Green Campus UIN Saizu dengan Tim UI GreenMetric yang berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026. Pertemuan dihadiri Chairperson UI GreenMetric Dr. Vishnu Juwono dan asesor GreenMetric World University Rankings, Dr. Retno Setiowati.
Hadir pula Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Wakil Rektor II, Prof. Sulkhan Chakim, Tim UI GreenMetric yang terdiri atas Dewinda, Riska, dan Ferdy, serta Tim Green Campus UIN Saizu.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses pendampingan untuk memastikan seluruh data dan bukti pendukung yang disampaikan UIN Saizu memenuhi standar penilaian UI GreenMetric World University Rankings, sebuah pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang mengukur komitmen kampus terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Tim Green Campus UIN Saizu Purwokerto melaporkan bahwa pengumpulan data dan evidence telah mencapai sekitar 93 persen. Capaian tersebut menunjukkan kesiapan kampus dalam mengikuti penilaian tahun 2026.
Adapun progres pada masing-masing indikator meliputi kategori Setting and Infrastructure sebesar 100 persen, Water 100 persen, Transportation 100 persen, Education and Research 95 persen, Governance and Digitalization 90 persen, Energy and Climate Change 87 persen, serta Waste sebesar 83 persen.
Meski sebagian besar indikator telah terpenuhi, masih terdapat beberapa komponen yang perlu disempurnakan, terutama pada kategori Education and Research yang berkaitan dengan evidence kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta Governance and Digitalization yang membutuhkan penyusunan sustainability report secara lebih komprehensif.
Tim UI GreenMetric mengapresiasi perkembangan signifikan yang berhasil dicapai UIN Saizu dibandingkan evaluasi sebelumnya. Kualitas evidence dinilai meningkat, baik dari sisi dokumentasi, penyajian data kuantitatif maupun dukungan dokumen resmi yang memperkuat setiap indikator penilaian.
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah sektor transportasi yang menjadi indikator penting dalam penilaian UI GreenMetric. Tim Green Campus UIN Saizu memaparkan berbagai kebijakan yang telah diterapkan untuk mengurangi ketergantungan sivitas akademika terhadap kendaraan bermotor pribadi.

Program tersebut meliputi pembatasan area parkir kendaraan, pelaksanaan Car Free Day, penerapan kebijakan Work From Home (WFH) pada kondisi tertentu, penyediaan 10 unit sepeda kampus, layanan shuttle bus, hingga pemanfaatan Smart KTM sebagai sistem pengaturan akses kendaraan ke kawasan kampus.
Tim UI GreenMetric menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa UIN Saizu tidak hanya membangun fasilitas transportasi, tetapi juga mulai membentuk budaya mobilitas rendah emisi di lingkungan kampus.
Meski demikian, sejumlah rekomendasi juga diberikan. Kampus diminta memperjelas dokumentasi mengenai pengurangan area parkir, termasuk menunjukkan perubahan fungsi lahan yang sebelumnya digunakan sebagai parkir menjadi taman atau ruang terbuka hijau.
Selain itu, dokumentasi jalur pedestrian juga perlu diperkuat melalui peta spasial yang lebih rinci, disertai foto-foto kondisi aktual pada setiap koridor utama agar menunjukkan konektivitas jalur pejalan kaki secara utuh.
Dalam sesi diskusi, Tim UI GreenMetric juga menyoroti akses transportasi publik menuju kampus. Setelah dilakukan konfirmasi, diketahui terdapat halte Trans Banyumas yang berjarak sekitar 500 meter dari kawasan kampus. Tim UI GreenMetric menyarankan agar informasi tersebut diperkuat melalui peta lokasi halte, dokumentasi visual, serta penjelasan mengenai akses pejalan kaki dari kampus menuju halte.
Sementara itu, layanan shuttle bus kampus juga diminta melengkapi evidence berupa jadwal operasional, rute pelayanan, serta dokumentasi pengguna agar manfaat layanan tersebut dapat terlihat secara nyata dalam proses penilaian.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Vishnu Juwono menyampaikan bahwa indikator transportasi masih menjadi salah satu tantangan terbesar bagi banyak perguruan tinggi peserta UI GreenMetric.

Karena itu, ia mendorong UIN Saizu mulai menyusun strategi jangka panjang melalui pemberian insentif bagi pengguna transportasi rendah emisi, pengembangan kendaraan listrik, hingga pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi bagi fasilitas transportasi kampus.
Selain transportasi, aspek pengelolaan sumber daya air juga mendapat perhatian serius. Tim UI GreenMetric menemukan bahwa dokumentasi mengenai biopori sudah tersedia, namun masih memerlukan narasi yang menjelaskan jumlah biopori, persebaran lokasi, hingga kontribusinya terhadap peningkatan daya resap air.
Begitu pula dengan sistem water recycling. Evidence yang diajukan masih berfokus pada fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kampus II sehingga disarankan melengkapi dokumentasi fasilitas pendukung, bukti monitoring operasional, serta penjelasan proses pengolahan air secara menyeluruh.
Tim UI GreenMetric juga mendorong UIN Saizu menambahkan data kuantitatif mengenai efisiensi penggunaan air melalui neraca air (water balance) agar dampak konservasi air dapat diukur secara jelas.
Selain kawasan hutan kampus, area rumput maupun kawasan berperkerasan yang dilengkapi biopori juga dapat dihitung sebagai daerah resapan, sepanjang metode perhitungannya sesuai kondisi aktual di lapangan.
Dalam pembahasan kategori biodiversitas, Tim Green Campus UIN Saizu menjelaskan bahwa kampus telah melaksanakan inventarisasi spesies serta monitoring keanekaragaman hayati.
Menurut Tim UI GreenMetric, data tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai kampus apabila disusun secara lebih sistematis dan didukung dokumentasi yang lengkap. Inventarisasi flora dan fauna kampus dinilai dapat menjadi salah satu keunggulan UIN Saizu dibanding perguruan tinggi lainnya.
Pada kategori pengelolaan limbah, Tim UI GreenMetric menekankan pentingnya pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sesuai regulasi. Kampus diminta melengkapi dokumen kerja sama resmi dengan Dinas Lingkungan Hidup maupun perusahaan pengelola limbah bersertifikat di bawah pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Selain itu, bukti pengangkutan limbah serta dokumen proses pengolahan limbah B3 juga perlu dilampirkan sebagai evidence pendukung. Pembahasan lain yang cukup menarik adalah mengenai pengembangan green startup di lingkungan UIN Saizu.
Tim Green Campus menanyakan kriteria startup yang dapat dikategorikan sebagai green startup, terutama pada program inkubasi bisnis yang sedang dikembangkan kampus.
Menanggapi hal tersebut, Tim UI GreenMetric menjelaskan bahwa sebuah startup harus memiliki keterkaitan nyata dengan prinsip keberlanjutan, seperti penerapan ekonomi sirkular, penggunaan bahan ramah lingkungan, pengurangan limbah, penurunan emisi karbon, maupun kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Bahkan untuk startup di bidang kuliner, fesyen, maupun pelatihan daring, tetap diperlukan bukti bahwa model bisnis yang dijalankan memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan.
Menutup pertemuan, Dr. Retno Setiowati menyampaikan apresiasi atas kemajuan yang dicapai UIN Saizu sejak evaluasi sebelumnya pada Mei 2026. Ia menilai kualitas evidence telah meningkat cukup signifikan, baik dari aspek dokumentasi maupun kuantifikasi data.
Tim UI GreenMetric juga mendorong UIN Saizu memanfaatkan masa perpanjangan pengumpulan data untuk menyempurnakan evidence pada aspek transportasi, water, waste, biodiversity, dan green startup sehingga hasil penilaian tahun 2026 dapat lebih optimal.
Sebagai penutup kegiatan, Dr. Vishnu Juwono menyerahkan Sertifikat Kepatuhan dan Tree Ratings kepada Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan didampingi Wakil Rektor Bidang II, Prof. Dr. Sulkhan Chakim, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen UIN Saizu dalam membangun kampus yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui berbagai langkah tersebut, UIN Saizu semakin menunjukkan keseriusannya untuk menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan prinsip keberlanjutan di tingkat nasional maupun internasional. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UIGreenMetric #Sustainability #GreenCampus #Kampusdesamendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!