UIN Saizu Perkuat Jejaring Akademik Global melalui Academic Recharging for International Academic Networking

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Academic Recharging for International Academic Networking yang digelar International Office UIN Saizu di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 dosen UIN Saizu yang memiliki pengalaman dalam International Team Teaching (ITT) maupun penelitian di luar negeri sebagai upaya memperluas jejaring akademik internasional. Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Syafiq Hasyim dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Dr. Achmad Room Fitrianto dari UIN Sunan Ampel Surabaya.
Keduanya membahas strategi membangun kolaborasi akademik internasional yang berkelanjutan melalui tema Building Sustainable International Academic Collaboration serta Mastering Digital Identity, Global Communication, and Action Planning.
Kepala Pusat Kerja Sama dan Hubungan Internasional (International Office) UIN Saizu, Dr. Muhammad Sobirin, mengatakan internasionalisasi perguruan tinggi merupakan tanggung jawab bersama yang perlu melibatkan seluruh unit di lingkungan kampus, tidak hanya International Office.
"International engagement bisa lebih merata, tidak hanya dilakukan oleh International Office, tetapi juga fakultas dan pascasarjana karena visi internasionalisasi harus dijalankan oleh berbagai leading sector. Alhamdulillah, sejumlah dosen yang pernah studi di luar negeri juga mengikuti kegiatan ini. Kami berharap hasil workshop ini dapat ditindaklanjuti menjadi berbagai program strategis," ujarnya.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Saizu, Prof. Suwito, yang menilai pengalaman para narasumber menjadi modal berharga untuk memperkuat jejaring akademik internasional UIN Saizu.
"Pengalaman luar biasa dari para narasumber ini dapat kita tindak lanjuti, baik dalam pengembangan penelitian maupun penguatan academic networking. Manfaatnya tentu dapat dirasakan langsung oleh dosen dan institusi," kata Prof. Suwito.

Dalam pemaparannya, Dr. Achmad Room Fitrianto membagikan pengalaman membangun jejaring akademik sejak menempuh studi magister dan doktor di Curtin University, Australia. Menurutnya, keberhasilan akademisi tidak hanya ditentukan oleh kualitas riset, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi dan kepemimpinan dalam ekosistem akademik global.
"Akademisi sukses tidak menunggu peluang datang mereka aktif menciptakan dan membangun jalan bagi orang lain. Networking menciptakan peluang, kepemimpinan menciptakan dampak, dan ekosistem menciptakan warisan," ungkapnya.
Ia memperkenalkan konsep Personal Academic Networking Map (PANM) sebagai strategi membangun jejaring dengan supervisor, kolaborator internasional, editor jurnal bereputasi, asosiasi profesi, hingga lembaga pendanaan riset internasional.
Menurutnya, pengembangan jejaring tersebut perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari membangun koneksi individu, membentuk tim riset, mendirikan pusat riset, mengembangkan konsorsium internasional, hingga menciptakan ekosistem akademik global yang berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Syafiq Hasyim menekankan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi bukan sekadar meningkatkan jumlah kerja sama luar negeri, tetapi merupakan strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian.

Mengutip kajian De Wit et al. (2015), ia menjelaskan bahwa internasionalisasi merupakan proses terencana untuk mengintegrasikan dimensi internasional, interkultural, dan global dalam seluruh aspek pendidikan tinggi.
Ia juga menyoroti besarnya kontribusi mahasiswa internasional terhadap perekonomian dunia sekaligus pentingnya internasionalisasi sebagai instrumen meningkatkan daya saing perguruan tinggi, memperkuat diplomasi pendidikan, serta menjadikan Indonesia sebagai destinasi studi bagi negara-negara Global South.
Namun demikian, Syafiq mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari kesenjangan kemitraan antaruniversitas, regulasi dosen asing, fasilitas visa mahasiswa internasional, hingga perlunya kesiapan sumber daya manusia, kemampuan bahasa, dan pendanaan sebelum perguruan tinggi mengembangkan program internasional.
Melalui kegiatan ini, UIN Saizu memperkuat upaya internasionalisasi dengan membekali para dosen strategi membangun jejaring akademik global yang berkelanjutan.
Diharapkan, hasil workshop tidak hanya meningkatkan kolaborasi penelitian dan publikasi internasional, tetapi juga melahirkan program-program strategis yang memperluas reputasi UIN Saizu di tingkat global sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan diplomasi akademik. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #InternationalNetworking #AcademicCollaboration #InternationalOffice #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!