Details

UIN Saizu Matangkan Persiapan PBAK 2026, Rektor Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Budaya Akademik

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus mematangkan persiapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026.

Berbagai aspek mulai dari substansi materi, teknis pelaksanaan, hingga kesiapan sarana dan prasarana dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan PBAK 2026 yang digelar di Ruang Rapat Rektorat Lantai 2, Kamis (23/7/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan.

Turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Prof. Sunhaji, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Nugraha Stiawan, Pembina DEMA UIN Saizu, Turhamun, Pembina SEMA UIN Saizu, Prof. Kholid Mawardi, para ketua tim kerja dari berbagai unit seperti TURTK, PBJ, dan Keuangan.

Hadir pula perwakilan mahasiswa yang terdiri atas Ketua DEMA Fajar Aji Pratama, Wakil Ketua DEMA Muhammad Zulfan Azmi, Ketua SEMA Fahmi Nuril, dan Ketua Pelaksana PBAK Faris Alfiansyah.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta organisasi mahasiswa yang terlibat dalam persiapan PBAK. Menurutnya, kegiatan penyambutan mahasiswa baru merupakan tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan koordinasi yang intensif antarunit.

"Program ini adalah kerja kolaboratif antara pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta DEMA dan SEMA sebagai unsur mahasiswa. Karena itu, koordinasi harus dilakukan secara intensif agar substansi maupun proses pelaksanaan kegiatan benar-benar berjalan dengan baik," ujar Prof. Ridwan.

Rektor menegaskan bahwa PBAK bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi proses penting dalam membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi. Oleh karena itu, materi yang diberikan harus mampu mengenalkan budaya akademik, sistem pembelajaran, hingga kehidupan kemahasiswaan secara utuh.

Dia berharap pelaksanaan PBAK tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya dengan tetap mempertahankan berbagai hal positif sekaligus memperbaiki berbagai catatan hasil evaluasi.

Prof. Ridwan juga mengungkapkan harapannya agar PBAK 2026 menjadi pelaksanaan terakhir yang digelar di ruang terbuka. Saat ini UIN Saizu tengah merencanakan pembangunan auditorium yang nantinya dapat digunakan untuk kegiatan berskala besar, termasuk PBAK, sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan secara indoor.

Selain itu, Rektor mengingatkan pentingnya mengantisipasi berbagai potensi kendala selama kegiatan berlangsung. Ia meminta seluruh panitia, khususnya unsur mahasiswa, menjalankan tugas sesuai perannya masing-masing agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan memberikan kesan positif.

"Kalaupun ada yang menjadi viral, biarlah hal-hal yang positif. Jangan sampai satu kejadian yang kurang baik menutupi seluruh kerja keras yang telah dilakukan. Karena itu, semua potensi yang dapat menimbulkan dampak negatif harus dimitigasi sejak awal," pesannya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sunhaji menekankan bahwa hasil evaluasi PBAK tahun sebelumnya perlu dijadikan bahan penyempurnaan. Ia berharap penyelenggaraan tahun ini mampu menghadirkan suasana yang lebih ramah bagi mahasiswa baru.

"Saya berharap model PBAK tahun ini jangan sampai memberatkan mahasiswa baru. Mari kita ciptakan PBAK yang humanis dan religius dengan fokus utama pada pengenalan budaya akademik, sehingga mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan kampus," ungkapnya.

Prof. Sunhaji juga menyampaikan optimisme bahwa pelaksanaan PBAK tahun ini akan lebih baik, termasuk karena berbagai kebutuhan pendukung seperti jaket almamater telah dipersiapkan lebih awal.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DEMA UIN Saizu Fajar Aji Pratama memaparkan konsep pelaksanaan PBAK 2026. Tahun ini, PBAK mengusung tema "Mengakselerasi Generasi Saizu Melalui Modernisasi dalam Keberagaman Nusantara." Tema tersebut dibangun di atas tiga nilai utama, yakni Nusantara, Akhlak, dan Modern.

Menurut Fajar, arah PBAK Universitas difokuskan untuk membentuk mahasiswa baru yang mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, memahami budaya akademik dan kemahasiswaan, serta memiliki karakter yang berintegritas, moderat, bertanggung jawab, dan berdaya saing dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Setelah pemaparan konsep, rapat dilanjutkan dengan pembahasan teknis bersama tim Keuangan, TURTK, PBJ, dan unit terkait lainnya. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan sarana dan prasarana, dukungan administrasi, pengadaan kebutuhan kegiatan, hingga sinkronisasi jadwal agar seluruh rangkaian PBAK dapat terlaksana sesuai rencana.

Melalui rapat koordinasi ini, UIN Saizu menargetkan pelaksanaan PBAK 2026 pada pertengahan Agustus mendatang dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi mahasiswa baru.

Dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, religius, dan berorientasi pada pengenalan budaya akademik, PBAK diharapkan menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus mempersiapkan diri menjalani proses pendidikan di UIN Saizu. (AL/AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #PBAKUINSaizu2026 #MahasiswaBaru2026 #Genzu2026 #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *