Details

UIN Saizu Kebut Persiapan UI GreenMetric 2026, Targetkan Pengakuan Kampus Berkelanjutan Tingkat Internasional

UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus mematangkan persiapan pelaporan dan pemutakhiran data UI GreenMetric Tahun 2026. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi GreenMetric yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (26/6/2026).

Rapat tersebut dihadiri Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor I Prof. Suwito, Tim GreenMetric, serta perwakilan unit kerja di lingkungan kampus. Agenda utama meliputi koordinasi pengumpulan data, pemutakhiran eviden, pembagian tugas pengisian instrumen, hingga persiapan submit laporan UI GreenMetric 2026.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan menegaskan bahwa partisipasi dalam UI GreenMetric bukan sekadar mengejar pengakuan internasional, tetapi juga bagian dari komitmen kampus terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

“Program ini tidak hanya sekadar mencari rekognisi tata kelola di level internasional, tetapi juga memiliki misi kemanusiaan dan tujuan jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan kampus UIN Saizu,” ujar Prof. Ridwan dalam arahannya.

Pihaknya mengapresiasi seluruh tim yang telah bekerja keras memenuhi berbagai dokumen dan eviden yang dipersyaratkan dalam instrumen UI GreenMetric. Menurutnya, seluruh sivitas akademika memiliki peran penting sebagai bagian dari sejarah pengembangan kampus hijau di UIN Saizu Purwokerto.

“Kita semua adalah aktor sejarah yang akan menorehkan bahwa UIN Saizu berhasil mendapatkan rekognisi internasional melalui UI GreenMetric,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Rektor UIN Saizu Purwokerto juga menegaskan target penyelesaian seluruh eviden dan pengisian instrumen paling lambat 30 Juni 2026. Dia meminta seluruh unit bergerak cepat dan tidak menunggu adanya perpanjangan waktu pengumpulan laporan.

Prof. Ridwan juga meminta para pimpinan fakultas, lembaga, dan unit kerja untuk memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan data maupun eviden yang diperlukan Tim GreenMetric. “Kalau ada kebutuhan dokumen atau dukungan dari unit tertentu, segera dikomunikasikan dan dieksekusi. Kita harus fokus mengejar target akhir,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sulkhan Chakim menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama mengenai program GreenMetric di seluruh lini kampus. Dia mengusulkan agar agenda konsultasi bersama Tim UI GreenMetric pada 30 Juni mendatang diikuti lebih luas oleh pimpinan fakultas, kepala bagian, hingga pejabat struktural lainnya.

“GreenMetric ini harus menjadi kesadaran bersama. Semua pimpinan perlu memahami arah dan pentingnya sustainability di lingkungan kampus,” ujarnya.

Ketua Tim GreenMetric UIN Saizu Purwokerto, Gangsar Edi Laksono menjelaskan bahwa progres pengisian instrumen terus mengalami peningkatan signifikan. Dari total 118 pertanyaan dalam instrumen UI GreenMetric, sebanyak 101 pertanyaan atau sekitar 86 persen telah terisi.

Dia menjelaskan, sebelumnya capaian tim masih berada di angka 72 persen. “Hari ini progres sudah mencapai 86 persen. Harapannya dalam dua hari ke depan bisa mendekati 100 persen,” jelas Gangsar.

Dia menambahkan, sejumlah kategori masih memerlukan penguatan data dan eviden, terutama pada aspek energy and climate change, transportasi, pengelolaan air, serta limbah.

Menurutnya, beberapa indikator seperti smart building dan carbon monitoring system memang membutuhkan perencanaan serta anggaran besar sehingga belum dapat dipenuhi secara maksimal pada tahun pertama pengajuan.

“Kami fokus pada pemenuhan instrumen yang realistis dan dapat dipenuhi terlebih dahulu. Untuk pengembangan smart building dan sistem monitoring karbon akan menjadi perhatian pengembangan ke depan,” katanya.

Selain pengumpulan eviden administrasi, rapat juga membahas berbagai langkah konkret menuju kampus berkelanjutan. Beberapa di antaranya meliputi penguatan transportasi ramah lingkungan, branding shuttle kampus, optimalisasi pengelolaan sampah, hingga pengembangan dashboard monitoring Green Campus berbasis digital.

Tim juga mulai mengembangkan website Green Campus yang dapat digunakan untuk memantau progres capaian GreenMetric secara berkala. Program UI GreenMetric sendiri merupakan pemeringkatan internasional yang menilai komitmen perguruan tinggi terhadap pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Penilaian mencakup berbagai aspek seperti infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, transportasi, konservasi air, pendidikan, serta riset berkelanjutan. Melalui program tersebut, UIN Saizu Purwokerto menargetkan penguatan reputasi sebagai kampus hijau dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *