UIN Saizu Jalin Kerjasama Strategis dengan Kemenaker RI, Dorong Akselerasi Penyerapan Alumni ke Dunia Kerja
.jpeg)
UINSAIZU.AC.ID - Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto resmi menjalin kerjasama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Penandatanganan MoU dilakukan langsung Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan bersama Sekretaris Jenderal Kemenaker RI, Prof. Cris Kuntadi. Acara digelar pada Selasa (10/12/2025), sebagai langkah konkret memperkuat peran perguruan tinggi dalam mengantarkan lulusan ke dunia kerja.
Kerjasama ini difokuskan pada pengembangan berbagai program ketenagakerjaan, mulai dari fasilitasi magang, penguatan kompetensi, hingga perluasan jejaring industri.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan menegaskan, bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam menjawab tantangan dunia pendidikan, khususnya soal keterserapan lulusandi pasar kerja.
“Salah satu tuntutan utama perguruan tinggi hari ini adalah memastikan alumni cepat terserap dunia kerja. Kerjasama dengan Kemenaker menjadi tahapan penting untuk memberikan ruang, fasilitasi, dan percepatan karier profesional bagi lulusan UIN Saizu,” ujarnya.
Saat ini, tingkat serapan alumni UIN Saizu tercatat cukup baik, dengan rata-rata waktu tunggu kerja sekitar enam bulan setelah kelulusan. Capaian tersebut tak lepas dari peran aktif Career Center UIN Saizu yang secara konsisten membuka akses informasi lowongan kerja dan menjalin kerjasama lintas sektor.
Selain itu membangun kemitraan industri baik dalam dan luar negeri, termasuk kerjasama terbaru dengan DORA, perusahaan dari China. Kerjasama dengan Kemenaker RI akan diperkuat melalui implementasi program magang nasional bagi lulusan baru.
.jpeg)
Sementara Prof. Cris Kuntadi menjelaskan bahwa program magang ini mulai dilaksanakan pada awal 2025 dengan kuota nasional sebanyak 100.000 peserta dalam tiga batch.
“Program magang ditujukan bagi lulusan maksimal satu tahun setelah wisuda. Durasi magang enam bulan agar peserta memiliki pengalaman kerja sekaligus pendampingan mentor yang membangun skill teknis dan soft skill," kata Prof. Cris.
Selain pengalaman kerja, peserta magang akan memperoleh uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah penempatan. Setelah menyelesaikan magang, peserta berpeluang direkrut perusahaan tempat magang atau memanfaatkan sertifikat pengalaman kerja untuk melamar pekerjaan di industri lainnya.
Tak hanya magang, Kemenaker juga mengembangkan ekosistem peningkatan kompetensi melalui program Skill Hub, pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), digital content creator, hingga pelatihan keahlian konvensional seperti barista, teknik las, dan perawatan pendingin udara.
Seluruh pelatihan dilaksanakan di berbagai Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di bawah pembinaan Kemenaker. Prof. Cris menegaskan, kerjasama dengan UIN Saizu merupakan bagian dari komitmen pemerintah membangun jejaring lintas sektor, melibatkan perguruan tinggi, dunia industri, dan dunia usaha demi memperluas kesempatan kerja generasi muda.
“Kolaborasi dengan UIN Saizu sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 27 bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak," tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Mubarok Institute menambahkan bahwa kolaborasi serupa tidak hanya berlaku bagi UIN Saizu, tetapi akan diperluas ke berbagai kampus di seluruh Indonesia sebagai bagian dari visi besar peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
Dengan terjalinnya MoU ini, UIN Saizu optimistis mampu memperkuat ekosistem link and match antara pendidikan tinggi dan dunia kerja, sekaligus mencetak lulusan yang lebih siap bersaing secara profesional di tingkat nasional maupun global. (TA/AR)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!