UIN Saizu Jadi Tuan Rumah 7th SFNMCC 2026, Siapkan Yuris Muda Kawal Paradigma Baru Hukum Pidana

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang bergengsi tingkat nasional. Melalui Fakultas Syariah, UIN Saizu akan menyelenggarakan 7th Sharia Faculty National Moot Court Competition (SFNMCC) Tahun 2026, kompetisi peradilan semu yang mempertemukan mahasiswa Fakultas Syariah dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.
Kompetisi yang akan berlangsung pada 27-29 Oktober 2026 ini mengusung tema "Mengawal Paradigma Baru Hukum Pidana: Peran Yuris Muda dalam Reaktualisasi Keadilan Restoratif untuk Mewujudkan Indonesia Emas." Sementara itu, pendaftaran peserta telah dibuka sejak 15 Juli 2026.
Dekan Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto, Prof. Supani mengatakan penyelenggaraan SFNMCC 2026 merupakan bentuk komitmen Fakultas Syariah dalam meningkatkan kualitas pendidikan hukum sekaligus memperkuat jejaring akademik antar-Fakultas Syariah PTKIN di Indonesia.
Menurutnya, menjadi tuan rumah kompetisi nasional merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi UIN Saizu. "Menjadi suatu kehormatan bagi Fakultas Syariah UIN Saizu untuk menjadi tuan rumah 7th Sharia Faculty National Moot Court Competition Tahun 2026," akunya.
Pihaknya mengundang seluruh Fakultas Syariah PTKIN di Indonesia untuk berpartisipasi dan mengirimkan delegasi terbaiknya. Dia berharap SFNMCC tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mencetak generasi yuris yang unggul.
"Semoga ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi yang melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dalam mencetak yuris muda yang unggul, berintegritas, serta memiliki komitmen untuk mengawal paradigma baru hukum pidana melalui penguatan nilai-nilai keadilan restoratif demi terwujudnya Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Ajang nasional ini menjadi wadah strategis untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam praktik peradilan semu (moot court), sekaligus memperkuat pemahaman terhadap perkembangan hukum pidana nasional, khususnya implementasi pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).
SFNMCC merupakan kompetisi tahunan yang diikuti oleh delegasi Fakultas Syariah dari PTKIN di seluruh Indonesia. Melalui simulasi persidangan yang menyerupai praktik peradilan sesungguhnya, peserta ditantang mengintegrasikan kemampuan akademik, keterampilan litigasi, penyusunan dokumen hukum, hingga etika profesi dalam satu rangkaian kompetisi.
Tidak hanya menguji penguasaan teori hukum, SFNMCC juga menjadi sarana pembentukan calon praktisi hukum yang memiliki kemampuan analisis, argumentasi, dan penyelesaian perkara sesuai perkembangan sistem hukum Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, tema yang diangkat merefleksikan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung implementasi paradigma baru hukum pidana melalui pendekatan keadilan restoratif yang mengedepankan pemulihan, kemanfaatan, dan keadilan bagi seluruh pihak.
Penyelenggaraan 7th SFNMCC 2026 menjadi momentum penting bagi UIN Saizu Purwokerto. Sebelumnya, kompetisi ini telah sukses digelar secara bergilir di sejumlah PTKIN, yakni di Jember, Yogyakarta, Ponorogo, Metro Lampung, Kerinci, dan terakhir di Kediri pada tahun 2024.
Kini, UIN Saizu dipercaya melanjutkan estafet penyelenggaraan sebagai tuan rumah edisi ketujuh. Selain menjadi ajang kompetisi akademik, SFNMCC juga memperebutkan Piala Mahkamah Agung Republik Indonesia, sehingga menjadikannya salah satu kompetisi paling prestisius bagi mahasiswa Fakultas Syariah PTKIN.
Pelaksanaan SFNMCC 2026 bertujuan mengembangkan kompetensi mahasiswa di bidang hukum dan peradilan melalui simulasi persidangan yang edukatif, kompetitif, dan profesional. Mahasiswa didorong mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik litigasi yang mendekati kondisi nyata di pengadilan.
Melalui kompetisi ini, peserta juga diharapkan semakin memahami hukum acara, hukum materiil, teknik penyusunan berkas perkara, serta etika profesi hukum yang menjadi bekal penting bagi calon hakim, jaksa, advokat, maupun akademisi hukum.
Lebih jauh, tema yang diangkat diharapkan mampu melahirkan yuris-yuris muda yang adaptif terhadap dinamika pembaruan hukum nasional serta memiliki perspektif kuat dalam mengimplementasikan nilai-nilai restorative justice sebagai bagian dari reformasi hukum pidana Indonesia.
Pelaksanaan kompetisi akan dibagi menjadi dua tahapan utama, yakni babak penyisihan dan babak final. Pada tahap penyisihan, seluruh delegasi akan mengikuti seleksi administrasi sekaligus penilaian terhadap berkas perkara yang telah disusun sesuai ketentuan lomba.
Hasil penilaian tersebut akan menentukan enam delegasi terbaik yang berhak melaju ke babak final dan berkompetisi memperebutkan gelar juara nasional. Kepercayaan menjadi tuan rumah 7th SFNMCC 2026 semakin memperkuat posisi UIN Saizu sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong pengembangan ilmu hukum Islam dan hukum nasional melalui berbagai forum akademik berskala nasional.
Melalui penyelenggaraan kompetisi ini, UIN Saizu tidak hanya memfasilitasi lahirnya calon-calon praktisi hukum yang profesional, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung reformasi sistem hukum Indonesia melalui penguatan nilai keadilan restoratif, integritas, dan profesionalisme generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!