Details

UIN Saizu Bidik Prestasi Internasional di SIF 2026, Warek III: Bawa Pulang Medali Platinum dan Emas untuk Reputasi Kampus

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menargetkan prestasi terbaik pada ajang SeIBa International Festival (SIF) 2026 yang digelar oleh UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat. Ajang berlangsung mulai tanggal 7 -12 Juli 2026.

Target tersebut disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sunhaji, saat memberikan pembekalan dan pengarahan kepada seluruh kontingen sebelum keberangkatan.

Pembekalan sekaligus gladi bersih berlangsung di Gedung Student Center (GSC) UIN Saizu Purwokerto, Kamis (2/7/2026). Kegiatan itu diikuti seluruh pendamping dan mahasiswa yang akan mewakili kampus dalam kompetisi seni dan budaya tingkat internasional.

Dalam arahannya, Prof. Sunhaji mengingatkan bahwa para mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik UIN Saizu Purwokerto di hadapan peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

"Harapan kami, tahun ini seluruh kontingen mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi. Kalau bisa memperoleh medali platinum dan emas, tentu akan menjadi kebanggaan bagi kampus," ujarnya.

Prof. Sunhaji mengungkapkan, UIN Saizu menjadi salah satu perguruan tinggi dengan jumlah delegasi terbanyak pada SIF 2026. Menurutnya, jumlah peserta yang dikirim jauh lebih banyak dibandingkan sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya di Jawa Tengah.

Dia menyebut besarnya jumlah kontingen menunjukkan komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam memperkuat reputasi internasional melalui prestasi mahasiswa di bidang seni dan budaya. "Tahun ini kita mengirim kontingen paling banyak. Ini menunjukkan keseriusan kampus dalam mendukung mahasiswa berprestasi, sekaligus memperluas jejaring internasional," katanya.

Pada festival tahun ini, UIN Saizu menargetkan perolehan medali platinum dan emas di berbagai kategori. Pada penyelenggaraan sebelumnya kontingen UIN Saizu telah berhasil meraih medali platinum dan emas pada penampilan tari kontemporer dan tari tradisional. Semoga pencapaian tahun ini lebih banyak lagi yang meraih emas.

Menurut Prof. Sunhaji, seluruh konsep penampilan telah dipersiapkan secara matang bersama pelatih dan pembina agar mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah maupun luar negeri. Pihaknya optimistis kualitas penampilan mahasiswa UIN Saizu mampu menarik perhatian dewan juri.

"Kami berharap kedua kategori, khususnya tari tradisional dan tari kontemporer yang menjadi keunggulan UIN Saizu dapat memberikan hasil terbaik. Persiapan sudah dilakukan cukup matang," ungkapnya.

Prof. Sunhaji menegaskan bahwa setiap prestasi yang diraih mahasiswa akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan reputasi UIN Saizu. Menurutnya, capaian mahasiswa dalam kompetisi internasional menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan akreditasi perguruan tinggi.

"Prestasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendukung reputasi internasional sekaligus memperkuat akreditasi institusi. Karena itu kami berharap seluruh peserta tampil maksimal," jelasnya. Ia menambahkan, keikutsertaan dalam festival internasional juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.

Menjelang keberangkatan, Prof. Sunhaji juga berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga kondisi fisik selama mengikuti kegiatan yang berlangsung sekitar enam hari. Dia meminta mahasiswa membawa obat-obatan pribadi, menjaga pola makan, serta beristirahat cukup agar tetap prima saat tampil.

"Yang paling penting sekarang adalah menjaga kesehatan. Jangan sampai ketika hari penampilan justru kondisi tubuh menurun," pesannya. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa agar tetap disiplin mengikuti arahan pembina dan pelatih selama berada di Padang.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sunhaji juga menjelaskan bahwa efisiensi anggaran pemerintah berdampak pada sejumlah pembiayaan kegiatan kemahasiswaan. Meski demikian, UIN Saizu tetap berupaya memberikan dukungan maksimal agar mahasiswa dapat mengikuti kompetisi internasional dengan baik.

Pihaknya berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik serta mengharumkan nama UIN Saizu di tingkat internasional. "Kesempatan ini tidak datang dua kali. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga nama baik kampus, dan pulang membawa prestasi," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Kontingen Atlet UIN Saizu Purwokerto, Dr. Alief Budiyono, mengatakan seluruh persiapan teknis maupun nonteknis telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya, para atlet dan peserta seni telah menjalani latihan intensif, evaluasi penampilan, hingga gladi bersih untuk memastikan seluruh delegasi tampil maksimal di Padang.

"Kami telah mempersiapkan seluruh kontingen secara serius, mulai dari aspek teknis penampilan, kesiapan mental, hingga kondisi fisik peserta. Gladi bersih ini menjadi tahap akhir sebelum keberangkatan sehingga kami ingin memastikan semuanya benar-benar siap," ujarnya.

Dr. Alief menambahkan, kontingen UIN Saizu tidak hanya membawa target prestasi, tetapi juga mengemban misi memperkenalkan budaya Indonesia melalui berbagai cabang seni yang diperlombakan. Menurutnya, kompetisi internasional merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

"Keikutsertaan dalam SeIBa International Festival bukan sekadar mengejar medali. Ini juga menjadi ruang belajar, membangun jejaring internasional, serta memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada peserta dari berbagai negara," katanya.

Pihaknya optimistis seluruh peserta akan memberikan penampilan terbaik karena selama masa persiapan para mahasiswa menunjukkan dedikasi, disiplin, dan semangat yang tinggi. "Kami berharap seluruh kontingen mampu tampil percaya diri, menjaga kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, dan kembali ke Purwokerto dengan membawa prestasi yang membanggakan bagi UIN Saizu," pungkasnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, SeIBa International Festival menghadirkan delegasi dari berbagai kampus dari dalam dan luar negeri. Ada sekitar 14 universitas luar negeri ikut partisipasi, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya diikuti tujuh perguruan tinggi internasional.

Sejumlah negara yang disebut akan berpartisipasi antara lain Turki, Thailand, Malaysia, Singapura, dan beberapa negara lainnya. Kehadiran peserta internasional tersebut menjadikan SIF sebagai ajang strategis bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan akademik sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat global. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *