Tularkan Cara Buat Getuk Goreng Khas Banyumas, Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto Dorong Tumbuhnya Ekonomi Kreatif di Sirampog Brebes

UINSAIZU.AC.ID- Getuk Goreng merupakan salah satu oleh-oleh khas dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kuliner ini menjadi salah satu makanan khas nusantara, yang berasal dari wilayah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Makanan ini terbuat dari singkong, sebagai bahan utamanya.
Nama Getuk Goreng Sokaraja sudah terkenal di mana-mana. Ini karena cita rasanya yang enak dan ngangeni. Hal itupula yang rupanya menginspirasi para Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto untuk melakukan Pelatihan Pembuatan Getuk Goreng di desa binaannya, di Desa Plompong Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.
Koordinator KKN Kelompok 53, Agim Abdillah mengaku, menggagas pengembangan ekonomi kreatif di Desa Plompong, dengan memanfaatkan singkong menjadi Getuk Goreng. Terdapat sekitar 30 warga yang hadir dalam pelatihan tersebut dan didominasi oleh ibu-ibu. Mereka sangat antusias dengan adanya kegiatan tersebut.
"Getuk Goreng merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang berasal dari Sokaraja Banyumas. Makanan ini menggunakan singkong sebagai bahan utamanya yang diolah dengan cara dikukus, dihaluskan sekaligus diberi pemanis. Kemudian digoreng hingga berwarna keemasan," jelasnya.
Keistimewaan ini, kata dia memberikan peluang besar untuk mengembangkan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan ekonomi, tetapi juga memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan produk bernilai tambah.
Kelompok mahasiswa KKN juga aktif dalam tahap pengembangan produk Getuk Goreng. Mulai dari proses pengolahan, merancang strategi pemasaran, membuat kemasan produk, hingga promosi produk. Singkong biasanya hanya diproduksi untuk kalangan sendiri, namun mahasiswa berupaya mengembangkan agar ekonomi masyarakat meningkat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk ikut serta memanfaatkan potensi desa. Di sini kan banyak yang punya pohon singkong, mari kita manfaatkan dan olah singkong menjadi produk makanan khas yang bisa dijual. Karena ini bisa menciptakan peluang baru untuk pengembangan ekonomi keluarga ataupun desa,” terang dia.

Ketua RW Dusun Pucung Lancar, Roiyah sangat mendukung adanya pelatihan pembuatan Getuk Goreng. Karena, pihaknya merasa warga sekitar hanya memanfaatkan singkong untuk konsumsi sendiri. Menurutnya, pelatihan pembuatan Getuk Goreng yang diadakan Mahasiswa KKN tentu sangat bermanfaat.
"Karena menambah pengetahuan dan ilmu baru bagi masyarakat sekitar. Kami sangat berterima kasih karena Mahasiswa dari UIN Saizu Purwokerto mau menularkan ilmunya dengan mengadakan pelatihan membuat Getuk Goreng. Kalo di sini itu banyak singkong tapi ya cuman direbus buat makan dibawa ke sawah biasanya," jelasnya.
Singkong mentah jika dijual di sini juga murah, satu kilo harganya 2.000-an. Semoga adanya kegiatan ini bisa diterapkan sama masyarakat. "Saya akan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang telah didapat dari mahasiswa KKN untuk direalisasikan dan belajar membuat produk Getuk Goreng sendiri," ujar salah satu warga, Dewi.
Dia mengaku orangnya gampang buat mahamin hal seperti ini. Apalagi masalah pembuatan makanan. Kebetulan di rumahnya juga jualan kecil-kecilan. Nanti, hal itu bisa manfaatin buat bikin Getuk Goreng terus dijual. "Nanti bisa dipasarin di luar kecamatan. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kami belajar buat Getuk Goreng,” tuturnya.
Program pengembangan ekonomi kreatif ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Plompong, tetapi juga menciptakan ikatan yang erat antara Mahasiswa KKN Kelompok 53 dengan masyarakat setempat. Melalui program ini Desa Plompong dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Keterlibatan ibu-ibu dalam jumlah besar menjadi tanda positif akan keberlanjutan program ini, menunjukkan semangat gotong royong dan kesatua dalam mewujudkan perubahan positif di lingkungan sekitar. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!