Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat, UIN Saizu Gelar Bimtek Penanggulangan Bencana

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan kampus melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanggulangan Bencana yang digelar di Gedung Student Center (GSC), Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis kampus dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia menghadapi berbagai potensi keadaan darurat. Bimtek yang diselenggarakan Tim Kerja Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Rumah Tangga (KKRT) UIN Saizu tersebut diikuti Satpam Kampus 1 dan Kampus 2, tenaga lapangan, serta tenaga kesehatan dari Klinik Isyfina Medika.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas dan UPTD Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Banyumas. Peserta memperoleh pembekalan berupa materi mitigasi bencana, simulasi penanganan keadaan darurat, hingga praktik langsung pemadaman kebakaran menggunakan berbagai metode.
Kepala Bagian Umum dan Akademik UIN Saizu Purwokerto, Nurkhikmah, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Banyumas dan UPTD Damkar Purwokerto Utara yang telah memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan pelatihan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas para petugas yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan kampus.
"Terima kasih kepada BPBD dan UPTD Damkar Purwokerto Utara yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman. Kegiatan ini bertujuan membekali bapak dan ibu agar memiliki tambahan pengetahuan, wawasan, serta kemampuan dalam mensimulasikan kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujarnya.
Nurkhikmah menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Sebagai perguruan tinggi dengan ribuan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat yang beraktivitas setiap hari, aspek keamanan harus menjadi prioritas utama.
Dia juga menilai para peserta memiliki peran vital sebagai garda terdepan ketika situasi darurat terjadi di lingkungan kampus. "Bapak dan ibu adalah tulang punggung keselamatan di UIN Saizu. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti bimtek ini dari awal hingga akhir dengan sebaik-baiknya, baik melalui diskusi, berbagi pengalaman, praktik, maupun simulasi kesiapsiagaan bencana," katanya.

Kegiatan yang dipandu Ketua Tim Kerja KKRT UIN Saizu Purwokerto, Ikhda Aniroh, selaku moderator itu mengombinasikan materi teoritis dengan praktik lapangan sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah penanganan bencana secara komprehensif.
Analis Bencana BPBD Kabupaten Banyumas, Aquarista Nur Atwi, menjadi narasumber pertama yang menjelaskan berbagai potensi bencana di wilayah Banyumas. Ia menguraikan pentingnya mengenali karakteristik ancaman sebagai dasar penyusunan strategi mitigasi yang efektif.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai identifikasi potensi bahaya, penyusunan jalur dan prosedur evakuasi, hingga pentingnya koordinasi antarpersonel saat menghadapi kondisi darurat.
Materi dilanjutkan oleh Iwan dari BPBD Kabupaten Banyumas yang memimpin simulasi penanganan gempa bumi. Peserta mempraktikkan prosedur penyelamatan diri ketika terjadi gempa, teknik evakuasi menuju titik kumpul yang aman, hingga langkah-langkah memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum mendapatkan penanganan medis.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis karena seluruh peserta terlibat langsung dalam simulasi yang dirancang menyerupai kondisi darurat sebenarnya. Melalui latihan tersebut, peserta dilatih mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Pada sesi berikutnya, narasumber dari UPTD Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Banyumas, Ramdhani Aditya Nugraha, memberikan materi mengenai penanganan kebakaran di lingkungan kerja dan fasilitas publik.
Dia menjelaskan berbagai faktor penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, serta prosedur penanganan awal agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Usai penyampaian materi, peserta mengikuti praktik lapangan di area belakang kampus. Mereka berkesempatan mencoba secara langsung teknik memadamkan api menggunakan karung basah, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta peralatan pendukung lainnya di bawah pendampingan petugas pemadam kebakaran.
Praktik tersebut menjadi pengalaman penting bagi peserta untuk memahami penggunaan peralatan pemadam secara benar sehingga dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi nyata.
Melalui perpaduan materi, simulasi, dan praktik lapangan, Bimtek Penanggulangan Bencana ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi satpam, tenaga lapangan, dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan kampus.
Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan serta menciptakan kampus yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.
Dengan meningkatnya kapasitas sumber daya manusia di bidang mitigasi bencana, UIN Saizu optimistis seluruh sivitas akademika akan memperoleh lingkungan belajar yang lebih aman sekaligus memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik terhadap berbagai risiko bencana di masa mendatang. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!