Details

Terobosan Inovatif KKN UIN Saizu 2025, Siap Bentuk Seribu Kampung Zakat Berbasis AI

UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto secara resmi telah meluncurkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-55. Program KKN ini akan berlangsung mulai tanggal 16 Januari hingga 24 Februari 2025.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ansori menyebutkan, program ini menonjolkan inovasi dengan membentuk seribu kampung zakat berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Ini sebagai langkah pemberdayaan masyarakat yang strategis.

Kolaborasi dengan Baznas untuk Pemberdayaan Komunitas

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di tingkat kabupaten. Tujuan utamanya mencakup:

1. Memberdayakan masyarakat desa melalui pengelolaan zakat yang lebih terarah dan produktif.

2. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mendukung program kewirausahaan, pendidikan, dan kesehatan yang didanai oleh zakat.

3. Mengoptimalkan peran mahasiswa KKN dalam kegiatan sosial berbasis zakat.

Mahasiswa KKN dari berbagai jurusan di UIN Saizu akan berperan sebagai penggerak utama dalam program ini. Mereka akan dibimbing langsung LPPM UIN Saizu. Lokasi pelaksanaan meliputi tiga kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Cilacap, Kebumen, dan Wonosobo.

Pendekatan ABCD untuk Pemberdayaan Masyarakat

Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) diterapkan untuk memaksimalkan keterlibatan masyarakat. Metode ini menekankan identifikasi dan pemanfaatan aset lokal, yang kemudian diintegrasikan dengan potensi zakat di masing-masing wilayah.

Dia menjelaskan, teknologi AI digunakan untuk memetakan kebutuhan dan potensi penerima manfaat zakat, sehingga pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara lebih efektif.

Masyarakat Mandiri dan Sejahtera sebagai Target Utama

Prof. Ansori menyatakan program ini tidak hanya mengasah kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga menanamkan kesadaran sosial berbasis nilai-nilai Islam. “Dengan optimalisasi zakat berbasis AI, kami berharap dapat menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar menambahkan, Program Seribu Kampung Zakat bertujuan untuk memanfaatkan zakat secara optimal di tingkat desa sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.

"Mahasiswa KKN akan menjadi fasilitator dalam membantu masyarakat memahami konsep zakat, mengelola dana zakat, dan melaksanakan kegiatan sosial seperti pelatihan kewirausahaan, pendidikan, dan kesehatan," bebernya.

Dia juga menegaskan, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah lain. “Program ini merupakan langkah awal menuju pengelolaan zakat yang modern, profesional, dan berdampak luas," tambahnya.

Dengan peluncuran program ini, UIN Saizu Purwokerto menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang inovatif dan berbasis teknologi. (AR)

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!

#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul #purwokerto #kampushijau#purwokerto

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *