Terbatas Waktu, KKN Internasional UIN Saizu Purwokerto Jadi Program Sapu Jagat

UINSAIZU.AC.ID- Direktur International Office UIN Saizu Purwokerto, Dr Mohamad Sobirin menilai, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang dilakukan kampusnya, merupakan Program Sapu Jagat. Berbagai kegiatan yang diprogramkan selama KKN di luar negeri, bukanlah kegiatan tunggal.
"Kami dari Kampus UIN Saizu Purwokerto terus melakukan terobosan-terobosan berbagai kegiatan di luar negeri. Semua kegiatan yang berkaitan dengan KKN Internasional bukan kegiatan tunggal, tetapi kegiatan yang bersifat Sapu Jagat. Satu hal tetapi untuk memperoleh banyak outcome atau hasil," ungkapnya Rabu (21/2/2024).
Dia menjelaskan, keterlibatan dosen yang mengiringi pendampingan para mahasiswa KKN Internasional, bukan hanya sekadar mengantar atau menjemput mahasiswa. Akan tetapi para dosen yang lebih khusus telah memiliki gelar doktor, mereka akan menjadi dosen tamu di negara tempat KKN Internasional.
Menurut Dr Mohamad Sobirin, dengan keterbatasan waktu pelaksanaan KKN Internasional, sepertinya halnya di Filipina saat ini, pihaknya tentu ingin memaksimalkan kesempatan waktu tersebut. Beberapa hari mendampingi lima mahasiswa KKN Internasional di Filipina, pihaknya berupaya melakukan berbagai program kegiatan.

Apalagi program KKN Internasional, bukan hanya sekadar kegiatan KKN semata, melainkan ada kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), penelitian dan pengabdian masyarakat. "Dikesempatan itu saya juga ikut menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan Seminar on Sociocultural Awarness di University of Mindanao Digos College," jelasnya.
Kegiatan seminar itu bertaraf internasional, karena diikuti perwakilan-perwakilan dari sejumlah negara seperti halnya Filipina, Thailand dan Malaysia. Dalam kesempatan itu, Dr Mohamad Sobirin yang merupakan Dosen UIN Saizu Purwokerto itu mendapatkan kesempatan untuk berbagai pengalaman mengenai moderasi beragama.
Dalam kesempatan itu, pihaknya melakukan sharing mengenai pengalaman di Indonesia untuk dibawa dalam konteks dialog peradaban di Aras Global. Tak hanya berhenti di kuliah umum, pihaknya mengajak lima mahasiswa meninjau masjid, madrasah dan gereja. Untuk lokasi KKN Internasinal, umat muslim di Kota Digos merupakan penduduk minoritas. (AR)
UIN Saizu Maju



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!