Details

Tembus Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026, Mahasiswi MPI UIN Saizu Rahmah Aziza Bawa Advokasi Aksi Lentera

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Rahmah Aziza berhasil melangkah ke Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026.

Acara Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026 akan digelar di TATV Solo, pada 2 Agustus 2026. Keikutsertaan mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dalam ajang tersebut bukan semata-mata untuk memperebutkan mahkota dan gelar juara.

Lebih dari itu, ia membawa misi sosial melalui program advokasi Aksi Lentera (Literasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Perempuan), sebuah gerakan yang berupaya meningkatkan budaya literasi, memperkuat pendidikan, serta mendorong pemberdayaan perempuan dan anak melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Bagi Rahmah, ajang Miss Hijab Jawa Tengah merupakan ruang untuk memperluas manfaat, memperkenalkan gagasan, sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat terlibat dalam gerakan sosial yang berkelanjutan.

"Saya percaya bahwa perempuan bukan hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Melalui Aksi Lentera, saya ingin menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat nyata," ungkap Rahmah.

Lahir di Banjarnegara pada 2 November 2004, Rahmah Aziza tumbuh dengan kecintaan terhadap dunia pendidikan dan literasi. Perempuan asal Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara tersebut kini menempuh pendidikan di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Saizu Purwokerto.

Selama menjadi mahasiswa, Rahmah dikenal aktif mengembangkan diri tidak hanya di ruang kuliah, tetapi juga melalui organisasi, kepanitiaan, kegiatan sosial, hingga dunia kepenulisan. Ia meyakini bahwa pengalaman di luar kelas menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian sosial.

"Menjadi mahasiswa bukan hanya belajar teori, tetapi juga belajar hadir untuk masyarakat," ujarnya. Komitmen tersebut dibuktikan melalui keterlibatannya dalam berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus.

Rahmah pernah menjadi anggota Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Duta Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Ibrahim, hingga dipercaya menjadi Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyumas periode 2026-2027.

Selain aktif berorganisasi, ia juga berpengalaman memimpin berbagai kegiatan nasional sebagai ketua panitia maupun sekretaris pelaksana. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan kepemimpinan, administrasi, komunikasi, serta manajemen organisasi yang kini menjadi modal penting dalam mengikuti ajang Miss Hijab Jawa Tengah.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Rahmah memiliki satu kebiasaan yang terus dijaga hingga kini, yaitu menulis. Ia menargetkan minimal menghasilkan satu tulisan setiap bulan yang dipublikasikan melalui blog pribadinya. Baginya, membaca dan menulis bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan dan menginspirasi masyarakat.

Rahmah percaya bahwa literasi merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. "Karena dengan membaca dan menulis, perempuan tidak akan kehilangan segalanya," tuturnya.

Kemampuan literasinya juga mengantarkannya menjadi penulis artikel dan jurnal ilmiah, sekaligus sering dipercaya sebagai moderator seminar maupun pemateri dalam berbagai kegiatan organisasi.

Semangat berprestasi Rahmah telah terlihat sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah. Ia berhasil meraih Medali Emas dan Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional Pendidikan Agama Islam (OSN PAI) Tingkat Nasional pada tahun 2021.

Deretan prestasi tersebut terus berlanjut ketika menempuh pendidikan tinggi. Selain aktif dalam organisasi dan kepemimpinan mahasiswa, Rahmah kini dipercaya menjadi salah satu finalis Miss Hijab Jawa Tengah 2026.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan akademik dapat berjalan beriringan dengan aktivitas sosial dan pengembangan karakter. Berbeda dengan kompetisi kecantikan pada umumnya, setiap finalis Miss Hijab Jawa Tengah diwajibkan membawa program advokasi sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.

Rahmah memilih mengangkat Aksi Lentera (Literasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Perempuan). Nama Lentera dipilih karena melambangkan cahaya yang mampu menerangi dan menuntun seseorang menuju kehidupan yang lebih baik.

Menurut Rahmah, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, masyarakat, bahkan bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kualitas perempuan harus dimulai dari akses terhadap pendidikan, literasi, dan ruang pemberdayaan.

Sebelum merancang program tersebut, Rahmah melakukan riset sederhana untuk memetakan kebutuhan masyarakat sehingga setiap kegiatan yang dijalankan memiliki tujuan, indikator keberhasilan, serta dampak yang jelas. "Saya ingin setiap program yang dijalankan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu memberikan perubahan yang berkelanjutan," katanya.

Salah satu program unggulan dalam Aksi Lentera adalah Gelar Baca, yaitu gerakan literasi yang dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara. Program tersebut bertujuan meningkatkan minat baca anak-anak sekaligus memperluas akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas.

Tidak hanya itu, Rahmah juga mengembangkan kampanye digital melalui tagline #OneDayOneEducation. Melalui media sosial, ia secara konsisten membagikan tulisan, konten edukasi, motivasi, serta pesan-pesan positif mengenai perempuan berdaya, kepemimpinan, pendidikan, dan pengembangan diri.

Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang mampu memberikan dampak positif bagi generasi muda. Selain fokus pada literasi, Aksi Lentera juga mencakup berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan yang diharapkan dapat terus berkembang melalui kolaborasi lintas sektor.

Keseriusan Rahmah dalam menjalankan advokasinya dibuktikan melalui audiensi bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara. Dalam audiensi tersebut, Rahmah mempresentasikan konsep Aksi Lentera sebagai gerakan sosial yang berorientasi pada keberlanjutan.

Ia mengaku bersyukur mendapatkan sambutan hangat dan dukungan dari kedua instansi tersebut. Menurutnya, sinergi antara generasi muda, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan sebuah program pemberdayaan.

"Bismillah, ini adalah ikhtiar besar untuk menghadirkan gerakan yang benar-benar bermanfaat. Saya berharap Aksi Lentera dapat menjadi ruang tumbuh yang aman bagi perempuan dan anak-anak, sekaligus menghadirkan harapan melalui pendidikan dan literasi," ujarnya.

Keikutsertaan Rahmah di Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi UIN Saizu Purwokerto. Sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, ia menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Melalui pengalaman organisasi, kepemimpinan, kepenulisan, dan advokasi sosial, Rahmah berharap dapat menjadi representasi muslimah muda yang berakhlak, berprestasi, serta memberikan manfaat bagi sesama. Baginya, mahkota sejati bukan sekadar simbol kemenangan dalam sebuah kompetisi, melainkan kemampuan menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan sekitar.

"Lentera, adalah cahaya yang menuntun dengan kebaikan, dan kebermanfaatan di tengah kegelapan. Menjadi cahaya yang memancarkan untuk lilin-lilin di sekitarnya, menjadi cahaya yang bersinar indah dan cantik untuk sekitar," tuturnya.

Rahmah juga mengajak masyarakat untuk mendukung perjalanan para finalis Miss Hijab Jawa Tengah 2026 yang tidak hanya menampilkan bakat dan penampilan, tetapi juga membawa berbagai program advokasi yang berdampak bagi masyarakat.

Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026 akan berlangsung pada Sabtu, 2 Agustus 2026, di TATV Solo. Rahmah optimistis dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus memperkenalkan Aksi Lentera kepada masyarakat Jawa Tengah yang lebih luas.

Rahmah meyakini, setiap perempuan memiliki kesempatan untuk menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya. Saat seorang wanita memancarkan cahayanya, ia tidak hanya menerangi jalannya sendiri, tetapi juga mencerahkan seluruh dunia. Dia mengajak, mari kita terangi masa depan bersama-sama.

"Because when a woman shines her light, she doesn't just illuminate her own path, she brightens the entire world. Let's light up the future, together," pungkasnya. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *