Details

Teliti Kesenian Wayang Ki Ratmiko Siswo Carito di Banyumas, Akademisi UIN Saizu Purwokerto: Ini Media Dakwah dan Identitas Islam

UINSAIZU.AC.ID- Kesenian wayang kulit yang disampaikan Dalang Ki Ratmiko Siswo Carito di Kabupaten Banyumas, dinilai menjadi salah satu media dakwah yang efektif, dan menjadi wujud identitas islam. Pertunjukan wayang Ki Ratmiko tak hanya hiburan semata, tetapi memiliki pesan dakwah yang kuat.

Hal itu merupakan hasil penelitian Kepala Program Studi (Kaprodi) S2 Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Dr Muh Hanif. Dia tampil menjadi salah satu pembicara dalam gelaran forum ilmiah internasional yang digelar di UIN Walisongo Semarang, mulai tanggal 1-4 Februari 2024.

Dalam konferensi internasional tahunan itu, Dr Muh Hanif memaparkan penelitiannya tentang Seni Wayang Ki Ratmiko Siswo Carito di Banyumas sebagai Media Dakwah dan Identitas Islam. Penelitian ini menunjukkan, pertunjukan wayang Ki Ratmiko bukan hanya hiburan semata, tetapi juga media dakwah yang kuat.

Menurutnya, Seni Wayang Ki Ratmiko Siswo Carito merupakan media dakwah yang efektif dan berkontribusi pada pembentukan identitas Islam di Banyumas. "Ki Ratmiko cermat memilih kisah yang mencerminkan tradisi Jawa dan mengandung pesan moral serta ajaran Islam yang relevan dengan Fikih Holistik-Integratif," jelasnya.

Dia menjelaskan, integrasi nilai-nilai Islam tidak hanya terjadi pada cerita, tetapi juga dalam interaksi dengan penonton dan alat peraga. Untuk pertunjukannya juga menghasilkan dialog dan diskusi yang memperkaya pemahaman penonton tentang ajaran Islam, moral, dan Fikih Holistik-Integratif.

"Penelitian ini memberikan pandangan mendalam tentang interaksi antara seni pertunjukan, nilai-nilai agama, dan warisan budaya lokal. Ini yang berdampak pada harmonisasi kehidupan sosial masyarakat Banyumas dalam memahami Fikih Holistik-Integratif," terangnya Senin (5/2/2024).

Untuk temuan utama, pertunjukan wayang Ki Ratmiko Siswo Carito bukan hanya hiburan, tetapi juga media dakwah yang kuat. Kisah-kisah yang dipentaskan mengandung pesan moral dan ajaran Islam yang relevan dengan Fikih Holistik-Integratif. Integrasi nilai-nilai Islam terjadi pada cerita, interaksi dengan penonton, dan alat peraga.

Untuk pertunjukan wayang menghasilkan dialog dan diskusi yang memperkaya pemahaman tentang ajaran Islam, moral, dan Fikih Holistik-Integratif. Penelitian ini menunjukkan interaksi antara seni pertunjukan, nilai-nilai agama, dan warisan budaya lokal yang berdampak pada harmonisasi kehidupan sosial masyarakat Banyumas.

Pihaknya menyimpulkan, seni wayang Ki Ratmiko Siswo Carito merupakan media dakwah yang efektif dan berkontribusi pada pembentukan identitas Islam di Banyumas. Pertunjukannya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan tradisi lokal dan menghasilkan dialog yang memperkaya pemahaman masyarakat tentang agama dan kehidupan sosial. (AR)

UIN Saizu Maju

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *